My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
IL Eps 17


__ADS_3

~~ Incomplete Love ~~


.


.


.


.


Di kamar.


Ken mematikan puntung rokok yang sudah habis itu, Rufella masih terbaring lemah setelah melayaninya. Ken sudah menghubungi Juan dan Nick agar segara mendatangi apartemennya.


Ken memandang wajah Rufella yang terlelap di sisinya dengan kondisi tidak berpakaian. Ia tadinya hanya ingin mempermainkan Rufella namun apa yang terjadi kepadanya, justru hasrat Ken tiba-tiba muncul dan rasanya ia sangat ingin meniduri wanita itu.


Ia mengusap wajahnya merasa bersalah karena telah memperlakukan Rufella dengan kasar, Ken tidak pernah seperti ini ia selalu bisa menahan hasratnya tapi kerena kehadiran wanita seperti Rufella di rumahnya tiba-tiba hasratnya muncul dan tidak bisa menahannya.


"Yang terjadi sudah terjadi, lagi pula wanita ini bukan gadis lagi saat aku menidurinya entah sudah berapa banyak pria yang menjadi pacarnya di masa lalu."


"Kau bodoh Ken." ucap Ken kepada dirinya sendiri, seakan bisa menebak yang terjadi selanjutnya di antara dirinya dan wanita itu.


"Menyebalkan, kenapa aku bisa sampai lepas kendali." gumannya, ada rasa penyesalan di hati Ken.


Tidak lama berselang, suara bel pintu terdengar Ken segera membukanya.


"Tuan Juan, Nick ... masuklah." ajak Ken


"Dimana wanita itu, apa dia masih kelelahan setelah kau menidurinya?" tanya Juan, dengan sudut bibirnya tertarik ke atas.


"Hum ... Iya Tuan." sahut Ken, lalu mereka masuk kedalaman segera duduk di sofa, Terlebih dahulu Ken membuat jus jeruk untuk kedua partnernya tersebut. lalu kembali mendekati keduanya setelah selesai.


"Bagaimana apa kau tadi menikmatinya sehingga kau buat anak orang sampai kelelahan, tenang saja aku dan Nick akan merahasiakan ini." ucap Juan menepuk bahu Ken meyakinkan perkataannya.

__ADS_1


Ken hanya mengangguk pelan.


"Tapi Ken rasanya akan percuma saja, jika dia sudah bangun pasti Rufella akan meminta pertanggung jawaban kepadamu karena telah memperkosanya." tuduh Juan, Ken tidak terima akan tuduhan itu.


"Tuan aku tidak memperkosanya, aku hanya ...."


"Hanya apa, hanya memaksanya untuk melayanimu dan kenapa kau bisa seceroboh ini." tutur Juan dengan ejekannya.


"Tuan berhentilah mempermainkanku, kau sendiri membohongi semua orang, kenapa merahasiakannya." ucap Ken membalas perkataan Juan kepadanya.


"Memang kenapa, aku hanya ingin bebas selama hidup yang sekali ini dan kebetulan Ayahku sangat terobesesi dengan orang seperti itu jadi aku jalani saja dengan santai."


"Bukan begitu Nick."


"Kau ini, kita akan masuk neraka nanti setelah mati terlalu banyak kebohongan yang kita lakukan kepada Ayahmu, apa kau tidak takut berdosa kepadanya." ujar Nick ikut menimpalnya.


"Apa yang terjadi kepadamu tiba-tiba alim, tau agama juga kau, sudahlah lupakan. Ken kau cepat bangunkan wanita itu kita harus mengajaknya bicara." perintah Juan.


Ken kembali kekamarnya, segera membangunkan Rufella. Tidak lama berselang ia menemui Juan dan Juga Nick yang asik dengan ponsel masing-masing, Ken dan kedua pria itu sudah layaknya saudara karena kedekatan mereka selama ini. Tidak bisa di pungkiri jika sesekali mereka saling bercanda dan terkadang bertengkar.


"Duduklah sini, ada yang ingin kami bicarakan kepadamu." panggil Juan meminta Rufella untuk duduk di sofa.


"Ada pria sinting ini mengganggu saja." batin Rufella tidak suka akan kehadiran Juan.


"Kenapa diam saja, ayo duduklah di sini jangan takut, aku bukan kanibal." ucap Juan, Rufella berdecak lalu duduk di sofa.


Tatapan wanita itu tidak lepas dari Ken, ia merasa sangat bahagia telah menyerahkan tubuhnya kepada pria yang ia cintai, anggaplah Rufella tidak mempunyai harga diri karena selama ia mencintai seseorang wanita itu pasti akan rela menyerahkan apa saja demi prianya.


"Ada apa Juan?" tanya Rufella.


"Ini minumlah pil ini!" perintahnya memberikan sebuah pil kepada Rufella.


"Pil apa ini Juan, kepada aku harus meminumnya?" tanyanya menatap telapak tangan Juan tidak mengambil pil itu sebelum mengetahui pil apa itu.

__ADS_1


"Ambil saja dan minum, ini pil Kb kau tidak boleh hamil anaknya Ken atau kita semua berada dalam bahaya." kata Juan menyodorkan kepada Rufella.


"Aku tidak mau, biarkan saja aku hamil." tolaknya.


"Sudah kuduga, Kau akan menolak meminumnya, baiklah kau hamil saja, tapi Ken tidak akan bertanggung jawab atas kehamilanmu kelak." tutur Juan.


Rufella mengerutkan kening alisnya bertautan begitu tajam. Sesaat ia menatap kearah Ken.


"Ken apa yang di katakan Juan benar, kau tidak mau bertanggung jawab kepadaku?" tanya wanita itu.


"Iya, yang terjadi di antara kita hanyalah kesalahan, jadi aku tidak akan bertanggung jawab atas anakmu, karena aku tidak bisa menikah dengan siapapun."


"Kenapa kau seperti ini." ujar Rufella berdiri dari duduknya ia meletakkan tangan di pinggangnya marah akan perkataan Juan dan Ken.


"Berengsek."


"Kalian para pria sama saja." ucapnya terdengar sangat kecewa, hatinya sakit ternyata dugaannya benar, Ken hanya mempermainkan dirinya dan memanfaatkan tubuh seperti pria-pria lain.


"Kenapa kau marah, bukannya hal seperti ini sudah lumrah kepadamu, aku bahkan tidak tau sudah berapa banyak yang tidur bersama denganmu sebelum Ken, maka ku minta jika dirimu ingin mempertahankan Ken agar bisa bersamamu walau tidak menikahmu minum lah pil ini." tutur Juan, ia mencoba meyakinkan Rufella.


Jika wanita itu hamil anak Ken apa lagi sampai ayahnya tau bisa selesai semua.


"Aku tidak mau, aku akan melahirkan anak ini jika aku benar-benar hamil dan mengatakan kepada semua orang jika aku hamil olehnya, siapa kau berani mencegahku." ucap Rufella lalu segera kabur dari sana.


Ken dan Juan yang kaget sontak dengan cepat menyusulnya.


.


.


.


.

__ADS_1


lanjut lagi. πŸšΆβ€β™€πŸšΆβ€β™€πŸšΆβ€β™€


__ADS_2