
Louis sudah selesai dengan kegiatan mandi pagi ia melihat istrinya sedang duduk di ranjang dengan wajah senyam senyum tidak jelas. Louis menyegirkan keningnya melihat senyuman Istrinya.
"Honey kenapa wajahmu terlihat bahagia sekali, apa ada hal yang baik terjadi kepadamu?" tanya Louis heran dengan istrinya tersebut.
"Ah ... tidak ada cepatlah pakai bajumu dari tadi Bibi marget menunggu kita." kaget Zenia ketika mendengar ucapan dari Louis yang secara tiba-tiba.
"Hum ... baiklah tapi tunggu aku kita akan ke sana bersama."
Zenia berdiri di depan pintu menunggu Louis memakai baju hari ini ia akan berusaha membuka hatinya lebih dalam untuk Louis, tidak menunggu lama Louis sudah rapi dengan setelan kemeja hitam dan jas hitam Zenia sempat terpesona sesaat.
"Honey ayo.. jangan melamun seperti ini di sini." ajak Louis membuyarkan tatapan kekaguman Zenia kepadanya.
Loius merangkul bahu istrinya mereka berjalan menuju meja makan.
" Kenapa kalian lama sekali, hampir setengah jam aku menunggu kedatangan kalian jangan-jangan."
Bibi Marget menunggu lama keduanya, ia menatap curiga Louis dan Zenia.
"Bibi jangan berpikiran aneh-aneh deh." ujar Louis dengan sedikit terganggu dengan tatapan curiga dari Bibinya.
__ADS_1
Louis melihat sebuah hidangan kesukaannya berada di atas meja.
"Apa Bibi yang membuatnya?" tanya Louis selidik ke arah Bibi marget.
"Bukan tapi istrimu sendiri yang membuatnya khusus untuk mu, tanya saja kalau kau tidak percaya."
Bibi marget menggelengkan kepala lalu menoleh ke arah Zenia yang sedang menuang susu untuk louis.
Senyuman diwajah louis terukir.
"Honey kau yang membuatnya ... betul kamu ... Ya Tuhan aku sangat bahagia" ucap Louis penuh rasa syukur jujur saja ini pertama kalinya Zenia membuatkan makanan kesukaannya.
"Kalian ini mesra sekali, masa muda memang hal yang paling menyenangkan." Bibi marget menatap iri kedua pasangan suami istri itu.
"Tentu saja, karena kami saling mencintai satu sama lain benarkan Honey." ucap Louis dengan nada sombong, sedangkan Zenia hanya menggangguk pelan.
Dengan senang hati Louis menyantap sarapan paginya karena ini buatan istrinya sendiri jadi louis menikmati setiap gigitannya. Namun ada sesuatu yang tidak di sadari oleh Louis dari ucapan istrinya karena terlalu bahagia.
Selesai menyantap sarapan Zenia kembali mengantar Louis hingga di depan pintu dengan memberikan sebuah pelukan perpisahan dan mencium tangan Suaminya. Meski merasa heran dengan sikap istrinya yang mendadak berubah manis Louis tetap merasa sangat bahagia Ia membalas perbuatan istrinya dengan mencium kening dan juga bibirnya.
__ADS_1
"Honey tunggu aku pulang, aku akan selalu merindukanmu." ucap Louis melangkah menuju mobilnya rasanya ia tidak ingin meninggalkan istrinya hari ini.
"Sampai Jumpa, aku menunggumu pulang." goda Zenia dengan mengedipkan matanya dan melambaikan tangannya.
Setelah Louis pergi Zenia kembali ke kamarnya untuk istirahat rasa kantuk kini dirasakan olehnya semalaman ia tidak tertidur karena mengurus Geng Mafianya karena seorang penghianat yang telah bersekongkol dengan Celvin sebelumnya.
"Rasanya cukup lelah menghadapi penghianat, bagaimana jika kelak aku menghadapi masalah seperti itu lagi." guman Zenia menatap langit-langit di dalam kamarnya yang bernuasa Abu-abu Putih .
Sedangkan Bibi marget sudah pergi dari rumahnya setelah menginap satu malam di kediaman Louis. Tepat sebelum Louis berangkat bekerja.
Jadi sekarang Zenia hanya sendirian di rumah Louis meski ada beberapa Maid di sana namun salah satu dari mereka tidak ada yang ingin mendekati Zenia.
.
.
.
.
__ADS_1
Tbc...???