
Zenia dan Juan baru saja menginjak kaki di ruangan kantor Louis, kedua orang menghentikan langkah dan tertegun melihat yang adegan yang di hadapannya kini, Zenia mencoba mengatur detak jantungnya yang mulai tidak beraturan, rona wajah yang awalnya datar telah menjadi kemerahan menahan amarah.
Juan menatap pria dan wanita itu yang sedang berciuman di sofa dengan tatapan jijik, sekilas ia melirik sepupunya dengan penuh rasa iba dan juga tidak senang melihat Zenia sedih.
"Juan.. apa ini semua nyata" ucap Zenia pelan sembari mengusap kepala anaknya.
"Zenn.."
"apa pengkhianatan memang sesakit ini, apa-apaan ini sepertinya kita mengganggu mereka, ayo kita keluar" ucap Zenia pelan dengan suara terdengar lirih.
"Zenia.." Juan menoleh dan melihat sebuah air mata keluar dari mata indah sepupunya itu.
Tanpa di sadari oleh Zenia sendiri bahwa air mata ternyata sudah menetes membuat Juan kesal bukan main, rahang pria bertubuh atletis itu terkepal masa bodoh dengan rasa takut yang dia sempat rasakan kepada Louis, kini hanya ada kebencian yang dalam untuk suami dari sepupunya itu.
Pria itu mengambil langkah lebar bahkan Zenia sendiri tidak bisa mencegahnya, ternyata selama ini Louis tidak mencintai sepupunya dengan tulus dan hanya di jadikan seorang untuk melahirkan anak untuknya.
"Pria berengsek, aku akan membunuhmu" Teriak Juan membuat Louis dan wanita yang bersamanya itu langsung menoleh ke arahnya.
Bukh..
Bukh..
Juan meninju wajah Louis dua kali hingga pria itu tersungkur jatuh kelantai. Louis tidak sempat membalas karena masih tertegun melihat Istrinya berdiri di dekat pintu dan bukannya berada di sofa bersamanya.
"apa.. yang terjadi.?" Tanya Louis kepada dirinya sendiri.
Louis menatap ke arah Juan..
"Apaan ini..?"
__ADS_1
"DASAR SIALAN, AKU TIDAK MENYANGKA KAU TEGA MENGKHIANATI ISTRI MU, Bisa ku pastikan kau tidak akan pernah lagi bertemu dengannya lakukan yang kau suka, bukankah ayahku pernah mengatakan jangan pernah menyakiti hati Zenia, kau pikir aku tidak bisa membunuh mu LOUIS, kau pilih sekarang aku membunumu atau Zenia sendiri yang membunuh mu" Ujar Juan mencengkeram kerah baju Louis.
Louis perlahan tersadar akan kekhilafannya, ia melirik istri dan putrinya yang hanya terdiam dan menatapnya penuh kebencian.
"Honey.." panggil Louis, Zenia hanya menanggapinya dengan menarik sudut bibirnya ke atas membentuk sebuah senyuman miring .
Buhk..
"Jangan menatapnya, sebaiknya kau perhatikan selingkuhanmu itu" Ucap Juan setelah memberikan tinju kepada Louis lagi.
"Kalian salah faham, aku.. aku tidak pernah berselingkuh dia bukan siapa-siapa" elak Louis dengan cepat.
Wanita sexy yang masih berada di sofa itu hanya tertunduk malu mengangkat wajahnya, walau dia cantik tapi istri Louis sangat jauh berbeda di atasnya.
"Heh.. kau pikir kami akan percaya, kau pikir aku dan Zenia adalah orang yang bisa kau bodohi"
Ia menatap Louis yang masih tersungkur di lantai yang memandang ke arah Zenia.
"KALIAN SALAH PAHAM, AKU TIDAK PERNAH SELINGKUH DENGAN SIAPAPUN DAN WANITA ITU--" Ucapnya terputus begitu Zenia melotot ke arahnya, Louis meledik takut.
"Salah paham, tidak pernah selingkuh, bodoh.." Sahut Zenia tidak mempercayai perkataan Louis sama sekali.
"Honey, aku.. aku.. "
"apa lagi..?, apa kau mau marah.. silakan tidak ada yang melarang mu kau bebas melakukan apa saja, dan berhentilah memakai topeng wajah, aku mengerti selama ini kau tidak mencintai ku tapi kau hanya terobsesi dan sekarang aku sudah bosan dengan itu lalu mencari wanita lain.. selamat kau satu-satunya pria yang telah membuat ku jatuh cinta dan kau juga satu-satunya pria yang berhasil membuat ku sakit hati selamanya aku tidak akan pernah mau mengenal yang namanya Cinta.. semuanya hanya sebuah kebohongan belaka, seharusnya aku tau kau menahanku di rumah karena kau takut kehilangan orang yang telah menjadi pembunuh adikmu" ucapnya sejenak mengambil napas.
Louis mencoba berdiri dengan susah payah, ia ingin sekali memeluk Istrinya dan meminta maaf, wanita yang bersamanya itu adalah sekretaris dari Sam dan secara tidak sadar dia berciuman dengannya karena mengira bahwa wanita adalah istrinya.
Flassback On
__ADS_1
lima belas yang lalu, Louis kedatangan tamu yang tanpa izin langsung masuk dan mendekat ke arahnya dengan berlengak lengok memamerkan lekuk tubuh nya ideal.
awalnya mereka berdua hanya berbincang mengenai pekerjaan namun setelah beberapa saat sang wanita langsung duduk di sampingnya tanpa di minta dan tidak tau malu langsung menciumnya, Louis yang awalnya terdiam perlahan ikut terhanyut karena bau parfum yang di pakai wanita tersebut sama seperti wangi tubuh Zenia dan Louis membayangkan dia sedang melakukannya dengan Istrinya itu. hingga dia tersadar saat melihat Juan berteriak kepadanya.
Flassback Off.
"Zenia kau salah paham, kau jangan berpikiran seperti itu, aku tulus mencintai mu dan mengenai wanita itu dia adalah sekretarisnya Sam yang tanpa sengaja datang dan merayu ku aku mengira dia adalah dirimu Honey, please jangan berpikiran aneh-aneh" Ucap Louis berjalan sempoyongan ke arah Istri dan anaknya.
Zenia tentu saja tidak memaafkan suaminya, ia menghindari Louis secepat mungkin, Lareina hanya yang masih kecil hanya terdiam mengikuti mommynya tanpa menangis walaupun mendengar suara pertengkaran kedua orangtuanya.
"Juan ayo kita pergi.. aku ingin menemui paman" Kata Zenia kepada Juan dan pria itu tentu saja dengan senang hati membawa sepupu dan keponakannya pergi dari sana.
"Jangan berani kalian keluar dari ruangan ku" Ucap Louis penuh penekanan.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Nanti siang Chan akan lanjut.. tadi malam aku ketiduran pas lagi mengetik dan jadinya terlambat up deh..
Chan minta maaf sebesar-besarnya. π€§π€§ππ
__ADS_1