My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Pria Gila itu"


__ADS_3

Sudah sebulan sejak kelahiran anak pertama Louis dan Zenia, prediksi Louis tentang jenis kelamin anaknya tidak salah, Istrinya melahirkan anak perempuan yang sangat cantik. Kebahagiaan di dalam keluarga Kecilnya itu semakin lengkap, Bagi mungil itu di beri nama LAREINA yang berarti Ratu.. Tentu saja ratu di hati Louis dan Zenia.


"Cantik.. Seperti Mommynya.."


Ujar Louis memperhatikan wajah putri mungilnya. Bayi mungil itu lagi tertidur pulas sehingga Louis lebih leluasa menatapnya.


"Honey, Lihat deh.. Lareina sangat mirip dengan kita"


Lanjut Louis kepada sang Istri yang dari tadi berbaring memainkan Ponsel.


Zenia seketika menatapnya dengan senyuman datar.


"Tentu saja, Lareina mirip dengan kita. Dia kan anak aku dan kamu.."


"Oh iya.. Honey, he he he "


Ujar Louis mengaruk lehernya tidak gatal.


"Bodoh"


Seru Zenia kembali memainkan ponsel. Tampak Zenia sangat serius sesekali wajahnya berkerut saat ada sebuah pesan baru dari Nick atau pun Ken.


"Aku harus kembali.."


Guman Zenia memejamkan kedua dua mata.


Louis yang tengah sibuk menatap wajah Putrinya tidak sadar bahwa Zenia sebenarnya dalam kondisi hati tidak baik, Pria itu mencolek pipi Lareina berkali-kali hingga bayi mungil berusia satu bulan itu membuka mata yang berwarna Biru pekat seperti dirinya.


"Umm.. Putri Daddy udah bangun,. Apa kau lapar sayang..?"


Tanya Louis kepada putri mungilnya.


Larenia jelas tidak menjawab karena masih kecil, bayi itu memoyongkan bibirnya lalu mengedipkan kedua mata membuat Louis semakin tidak tahan ingin menciumnya.


Oek.. Oek..


Lareina menangis saat Louis ingin menciumnya, Zenia mendengar suara tangisan putrinya langsung bangun dan menatap Lareina dengan sayang.


"Menjauhlah.. Putriku tidak suka di cium oleh Daddynya.."


Ujar Zenia mendorong wajah Louis. Lalu mengangkat putrinya ke pangkuanya.


"Cup.. Cup.. Sayangku, kau pasti lapar dan Haus"


Ujar Zenia memgelus pipi gembul Lareina yang lagi meminum susu.


Louis menelan air liurnya sendiri, jelas sekali pria itu sangat iri dengan anaknya sendiri karena bisa mendapatkan asi dari Istrinya.


"Honey.. Aku juga mau.."


Pinta louis mendekatkan wajahnya.


Zenia memutar bola mata malas, apa maksud dari perkataan Louis.


"Apa maksudmu..?"


"Itu.. Masa cuma lareina yang dapat aku tidak"


Ujar Louis mengedipkan kedua mata seperti anak kecil.

__ADS_1


Zenia menringis sekarang dia mempunyai dua anak. Suaminya sendiri kenapa pikirannya sangat dangkal.


"Louis, SAYANG.. itu jatah anak kamu, kau nanti aja.. Mengertilah"


"Umm.."


Louis tampak berpikir sebentar, benar juga yang di katakan istrinya itu.


"Baiklah Honey, tapi nanti aku akan bermain hingga puas kau jangan menolaknya ok.."


Ujar Louis menyinggungkan senyuman mesum.. Wajar dia seperti itu sudah sebulan penuh dirinya tidak bisa berhubungan dengan Istrinya. Sebagai seorang pria, Louis sangat merindukan hal itu namun ia harus menahan dan tidak bisa memaksa Istrinya untuk melayani hasratnya, hingga kondisi tubuh Zenia pulih total setelah melahirkan.


"Iya.. Lakukan sesukamu"


Jawab Zenia menganggukkan kepala tidak mau ambil pusing soal keinginan Suaminya.


Louis tersenyum senang tinggal beberapa hari saja..


***


Sore harinya Zenia berdiri di depan teras rumah tanpa di ketahui oleh louis yang masih menemani putrinya di dalam kamar.


"Kenapa ken lama sekali.. Sudah dari tadi aku menunggunya"


Guman Zenia berjalan mondar mandir seperti orang khawatir.


Ponselnya berdering..


"Siapa.. Ini..?"


Zenia melihat nomor tidak di kenal menghubunginya.


"Halo, siapa..?"


Ucap seseorang dari sebelah sana.


Zenia terdiam, mencoba mengingat siapa yang memanggilnya dengan seperti itu. Dalam sekejap matanya terbelalak..


"Mau apa kau, apa mau mengacamku lagi, apa kau tidak merasa puas setelah hampir menghabis semua orang-orang di sekitarku.."


Pekik Zenia menekankan perkataannya..


Orang itu hanya tertawa mendengar ucapan Zenia..


"My Girl, Kau jangan khawatir, aku hanya ingin membunuh sepupumu yang ******* itu bersama yang lainnya baru aku tidak akan mengganggu kehidupan mu lagi"


"Jangan berani kau menyentuh siapa pun.. Dengar aku tidak akan melepaskan mu, tunggu saja ajalmu yang sudah sangat dekat"


Ujar Zenia mengancam.. Ia melihat Ken sudah berjalan kearahnya..


"Ayolah.. Aku tidak takut Zen,"


"Kau Mati saja."


Teriak Zenia mematikan sambungan telepon itu dengan kesal.


Ken melangkah dengan cepat dan panik menghampiri Zenia.


"Ketua, anda kenapa..?"

__ADS_1


Kata Ken.


"Kau sudah datang.. Duduklah dulu"


Ajak Zenia menujuk sebuah kursi yang ada di sisi teras.


Ken dan Zenia sudah duduk, zenia mehembuskan napas panjang.


"Ken,.. Bagaimana kondisi anggota lainnya, apa mereka sudah pulih semua"


Tanya Zenia menayakan semua kondisi Anggota Gengnya.


Ken mengangguk pelan membuat Zenia sedikit merasa lega, beberapa bulan yang lalu saat Ken dan Nick melawan kelompok lainnya mereka kalah telak karena ketidak hadiran Zenia..


"Ken, kau dan Nick harus membantu ku untuk menjaga anggota keluarga ku, terlebih Kakek & Rufella.."


"untuk apa.. Ketua? "


"Pria gila itu kembali lagi.."


Jawab Zenia menatap kosong Ken.


"Geo..?"


Ujar Ken di angguki oleh Zenia. Seketika ken pikiran Ken menjadi kosong..


Geo adalah salah satu teman mereka dulu tapi pria itu dua tahun lalu menjadi sangat gila karena Geo suka dengan Rufella namun cintanya di halangi oleh Zenia dan Ken.. Dan sialnya saat itu Geo berhianat dan membangun Geng sendiri bahkan pernah pria itu menyerangnya secara langsung.


"Kau tidak perlu takut dengan Psikopat gila itu, biarkan dia datang dengan sendirinya saat itu kita akan menghabisnya dan membakarnya hidup-hidup agar tidak berkeliaran lagi"


Ujar Zenia tersenyum miring.


" Yang kuperlukan, kau hanya perlu menjaga dua puluh empat Jam keluarga ku"


Lanjut Zenia. Ken mengerti selama Zenia berada di rumah Suaminya tidak ada yang perlu di takutkan.


"Baiklah ketua,"


Jawab Ken.


"Ken.. Aku akan ke markas besok, kau jemput aku di sini saja... Jika masalah louis kau tidak perlu takut dengannya"


Ujar Zenia saat melihat rasa was-was dengan suaminya yang bermuka dua itu.


"Dan satu lagi.. jangan lupa hukuman dariku, Persiapkan dirimu dengan yang lainnya besok karena telah gagal melawan para tikus tidak berguna itu"


Zenia sama sekali tidak pernah berubah, ia tetap sama saja, jika anggotanya gagal ia pasti akan menghukum mereka agar tidak melakukan kesalahan seperti itu lagi.. dan kali Ini Ken maupun Nick tidak terhindarkan dari hukuman.


.


.


.


.


.


Tbc..!!!

__ADS_1


LAREINA, putri Louis & Zenia..



__ADS_2