
Zenia yang masih terkejut dengan ucapan dari kakeknya apa ia tidak salah dengar, Louis ingin melamarnya dan itu pun secara dadakan.
"Apa maksud kakek? pria kurang ajar ini ingin melamarku apa tidak salah?" tanya Zenia mengerutkan kening tidak suka. Ia menatap Louis dengan tatapan jijik.
"Sayang, Louis berniat baik datang kesini, kenapa kau terlihat tidak suka," kata Kakek Zein.
"Tapi kakek, bagaimana bisa dia mau melamarku mendadak begini, sedangkan aku tidak mengenalnya dengan baik," ujar Zenia.
"Sayang kau tenang dulu, duduklah Louis ingin melamarmu menjadi istrinya, kamu mau kan? bukannya kalian juga sudah menjalin hubungan satu sama lain?"
"Itu fitnah kakek! orang gila ini megarang, aku tidak pernah menjalin hubungan dengannya sama sekali!"
"Tidak! Tidak! Aku tidak mau, menerima lamarannya!" tolak Zenia tegas menatap Louis dengan murka, namun reaksi pria itu justru memberikan senyuman manis kepadanya, yang membuat Zenia semakin jijik.
"Sayang bukannya kita sudah membicarakannya. sebelumnya kenapa kau berubah pikiran," ujar Louis tiba-tiba menyela, Zenia seketika menoleh ke arahnya semakin bingung.
"Apa yang Anda katakan Tuan, jangan berkata sembarangan! saya tidak pernah berbicara kepadamu dan Anda telah memfitnah saya!"
Ia masih tidak menyangka bahwa Louis akan berani melamar dirinya di hadapan seluruh keluarga besarnya dan mengarang cerita gila.
"Zen, bagaimana apa kau menyetujui lamaran dari Louis?" tanya kakek Zein kepada cucunya.
"Kakek aku tidak mau!" jawabnya sambil melirik Louis yang duduk di samping kirinya dengan senyuman yang menunjukkan gigi rapinya.
"Tidak mau apa? sayang maksudmu tidak mau menolak?" ucap Louis sukses membuat orang yang mendengarnya tertawa.
Hal itu semakin memicu kemarahan Zenia yang sudah dari tadi menahan kemarahan karena tindakan Louis yang sangat lancang, pria kurang ajar ini telah melecehkannya dan sekarang memfitnahnya.
"Aku tidak mau, menerima pria gila ini kakek di luar sana masih banyak yang lebih baik di banding Tuan Louis!" ucap Zenia sambil tersenyum miring kepada Louis.
"Kenapa kau menolaknya Zen, oh aku tau kau pasti sudah mempunyai seorang pria lain di hatimu iya kan atau kau merasa tidak pantas bersamanya sungguh kau telah memandang dirimu terlalu tinggi" ejek Ruffela dengan sengaja.
"Kalau memang seperti itu kenapa? aku miliki wajah yang cantik dan tubuh yang indah banyak pria yang sangat suka denganku bukan seperti kamu yang hanya berusaha mengoda mereka itu sama saja kau merendahkan diri sendiri Ruf," balas Zenia tidak kalah dengan kata-kata tajam dari Ruffela yang sengaja ingin menjatuhkan harga dirinya.
Louis semakin takjub dengan ucapan Zenia yang dapat menjatuhkan lawannya dalam satu pukulan, ia tidak akan pernah mau melepaskan Zenia begitu saja apa pun akan dilakukan olehnya agar Zenia mau menerima lamarannya.
Zenia kembali menatap ke arah Louis berharap Louis akan mengurunkan niatnya untuk melamar dirinya, namun sepertinya rencana kali ini gagal Louis semakin melebarkan senyumannya.
__ADS_1
"Tuan boleh aku berbicara berdua dengan calon Istriku, mungkin kami butuh waktu berdua," kata Louis mendapat persetujuan dari Zein.
Louis menarik tangan Zenia ke arah belakang rumah dengan paksaan.
"Lepaskan aku tidak mau bicara berdua denganmu!"
"Tolong lepaskan saya!"
"Tuan Louis yang terhormat kenapa anda menarikku seperti ini!" ujar Zenia menghempaskan tangan Louis yang memegangnya.
"Sayang kenapa kau menolakku, kau taukan bahwa aku ini pria idaman para wanita."
"Idaman para wanita, tapi di antara mereka bukan aku salah satunya!"
"Iya aku tau, karena kau satu-satunya yang telah merebut hatiku," Louis menatap wajah Zenia sambil mencengkeram dagu Zenia dengan lembut memperhatikan bibir merah seksi yang pernah ia cicipi dan rasanya sangat manis dan juga lembut.
"Bukannya kau tadi sudah mendengarnya bahwa aku mempunyai orang lain di hatiku," kata Zenia melepaskan tangan Louis dari dagunya, dan memalingkan wajahnya karena tidak mau bertatap muka pria kurang ajar itu.
Louis justru tidak peduli, ia kembali menarik pinggang wanita itu hingga menempel di tubuhnya.
"Selain wajahmu yang cantik rupanya tubuhmu juga seksi, ah rasanya aku tidak sabar ingin mencicipi semuanya,"
"Aku sudah terlanjur tergila kepadamu sayang dan tidak akan melepaskanmu untuk selamanya," ujar Louis mengecup pipi Zenia singkat.
"Menjijikkan sekali!" Zenia mengusap bekas ciuman Louis dari pipinya dan mendorong pria itu agar terlepas darinya namun ternyata tidak bisa.
"Tapi kau suka ciuman denganku bukan?"
"Tidak!"
"Lalu waktu itu kamu menikmatinya," kata Louis mengusap bibir Zenia.
"Maaf tapi saya sudah punya kekasih."
Louis semakin tersenyum lebar, tentu saja ia tau jika wanita yang di hadapannya ini berbohong kepadanya.
"Sayang sampai kapan kau akan berbohong, aku tau bahwa kau berbohong dan tidak punya kekasih, maka jangan coba-coba membohongiku sayang semua informasi mengenai calon istriku sudah ku ketahui,"
__ADS_1
"Apa maksudmu?" tanya Zenia bingung.
"Zenia sayang kau tidak maukan keluargamu mengetahui kebenaran tentang siapa dirimu sebenarnya, terutama kakek Zein," bisik Louis di telinga Zenia.
"Tau apa kau tentang ku? memang siapa dirimu?" jawab Zenia ketus.
"Aku calon suamimu dan tentang Black Rose," bisiknya lagi.
Zenia membulatkan matanya mendengar ucapan Louis tentang Black Rose.
"Jika kau menolakku aku akan katakan kepada seluruh dunia jika kau dan Black Rose."
Zenia menutup mulut Louis, dari mana pria ini tau. tenang gengnya.
"Diamlah," ujar Zenia berbisik.
"Bagaimana kau mau atau tidak menerima lamaranku, itu tergantung dirimu, sayang ...."
Ancaman Louis untuk Zenia semakin menjadi bahkan Louis ingin mengatakan kepada keluarganya dan juga kepada Publik mengenai identitas Zenia yang sebenarnya jika tidak mau menerima lamarannya. Zenia akhirnya mau menyetujui lamaran dari Louis mereka kembali ke dalam dan mengatakan bahwa dirinya setuju untuk menikah dengan Louis.
"Zen, bagaimana keputusanmu?" tanya kakek Zein begitu keduanya sudah kembali dan duduk berdampingan.
Zenia memejamkan mata, "Zenia setuju kek," jawab Zenia melirik Louis, Zenia sendiri heran kenapa pria ini bisa mengendalikan dirinya.
Dengan wajah yang di paksa senyum Zenia dengan terpaksa ia menerima Louis dari pada reputasinya yang sudah dibangun sejak lama menjadi hancur dalam sekejap.
"Selamat untukmu Zenia sayang," ucap Zein senang harapannya akhirnya terwujud Cucu kesayangannya akan menikah dengan salah satu rekan Bisnisnya sendiri.
Berbeda dari keluarga Zenia yang lainnya, mereka tidak menyetujui keputusan dari Zenia, menurutnya Zenia tidak pantas bahagia, harusnya yang di menerima lamaran itu adalah Rufella.
Zenia dan Louis saling memandang membuat mata Ruffela sangat panas. Dari awal kedatangan Louis kekediamannya, ia mengira bahwa Louis ingin melamar dirinya tapi ternyata yang dilamar oleh Louis adalah Zenia sepupunya yang paling dia benci.
.
.
.
__ADS_1
.