My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Nesya..??"


__ADS_3

Louis berhasil membuat Zenia kembali merasa nyaman dan aman saat di sampingnya, ia menyesal telah membuat Istrinya menangis berkali-kali dirinya meminta maaf atas kesalahannya tadi, Namun sebelum memaafkannya Zenia meminta kepada Louis agar menghubungi Ken dan Nick setelah itu Zenia baru akan memaafkannya.


Louis melakukan permintaan Istrinya sesegera mungkin, Ia menghubungi Ken dan Nick untuk datang ke kediaman keluarganya hari ini juga.


Tidak sampai satu jam Ken dan Nick sudah sampai di rumah Keluarga Louis, Nick di sambut hangat oleh Alexander sudah lama mereka tidak bertegur sapa. Terlebih dahulu Nick menghabiskan waktu bersama dengan Alexander sedangkan Ken sudah berada di taman belakang tempat untuk bertemu dengan Zenia.


"Nick.. Sudah berapa lama kau keluar dari penjara?"


Tanya Alexander mendudukkan tubuhnya ke sofa ruang tamu dengan Nick.


"Satu tahun yang lalu, Zenia yang menemui ku di penjara karena kebetulan kami berteman"


Jawab Nick jujur.


Alexander mengangguk pelan seolah sudah mengerti.


"Kata Louis, Zenia pernah hampir pergi Karena kau yang memintanya"


Tanya Alexander kembali tanganya meraih cangkir kopi dan menyeruputnya.


Nick menelan ludahnya, Louis sangat tidak bisa di percaya rupanya.


"Itu.. Karena!!"


Nick tidak melanjutkan ucapannya karena melihat Louis berjalan ke arah tanpa bersuara namun tatapannya seolah akan memakan Nick hidup-hidup.


"Lanjutkan saja.. Nick, kau tidak perlu takut kepada anak nakal itu. Dia itu akan menjadi lemah saat Zenia tidak ada disisinya walau hanya lima menit saja"


Ujar Alexander menatap Louis sambil menyinggungkan senyum mengejeknya.


Nick merasakan sebuah akan ada peran di antara Louis dan Alexander, entah apa yang telah terjadi di antara keduanya hingga salin menatap tajam satu sama lain.


"Nick.. Zenia dari tadi menunggumu"


Ujar Louis melirik sekilas ke arah Nick yang hanya diam dan duduk memperhatikan Dia dan Papanya.


"Paman aku pergi menemui Zenia dulu, setelah itu aku akan kembali lagi berbincang bersama mu"


Nick segera berdiri bergegas menemui Zenia ia tidak mau terlibat di antara Ayah dan anak itu.


_____


Di belakang Rumah, Zenia dengan perut buncitnya duduk di sebuah kursi panjang dan Ken hanya berdiri saja meskipun Zenia sudah memerintahkannya untuk duduk di sampingnya.


Ken jelas menolaknya karena Louis sempat mengancam dirinya dan menyuruhnya untuk menjaga jarak dari Istrinya.


"Nona, anda sial atau beruntung memiliki Suami seperti Tuan Louis"


Ken berkata dalam hatinya, mana berani dia mengatakannya secara langsung kepada Ketuanya.


"Mana si Nick itu kenapa dia lama sekali"


Gerutu Zenia sangat gelisah memainkan jari-jari tangannya.


"Nona.. Itu Tuan Nick sudah datang"


Ujar Ken menujuk seseorang berpostur tinggi dan gemuk sedang berjalan ke arah mereka.


Zenia mendongkrak saat Ken mengatakan bahwa Nick sudah datang.


"NICK KESINI CEPAT"


Panggil Zenia dengan suara yang sangat keras bahkan Ken kaget karena sebelumnya tidak pernah mendengar suara yang sebesar itu keluar dari mulut Zenia dan ini pertama kalinya.

__ADS_1


Nick langsung mempercepat langkahnya hanya butuh lima detik saja dia sudah ada di hadapan Zenia.


"Duduk."


Perintah Zenia kepada Ken dan Nick menggeser tubuhnya sedikit ke samping.


Ken tidak bergerak begitu pun Nick melakukan hal yang sama, mereka hanya berdiri saja di hadapan wanita hamil itu.


"KEN !!, NICK!!, Aku bilang duduk, Apa telinga kalian berdua bermasalah"


Perintah Zenia kembali.


Ken menghela napas lalu duduk paling ujung agar posisinya aman, sedangkan Nick harus duduk di antara keduanya,.


"Bisa mampus aku jika Louis melihat kami sekarang"


Nick berguman sembari melihat ke arah pintu yang menghadap ke arah taman belakang.


"Kalau begitu menurutkan lebih baik.."


Ujar Zenia menoleh ke arah kedua orang di sisi kirinya.


"Zenia kenapa kau meminta kami datang lagi. Bukannya kemarin Ken sudah bertemu dengan mu dan mengatakan surat teror itu kepadamu"


kata Nick bersuara setelah mengatur napas.


"Aku khawatir, Sebelumnya kalian terluka saat melawan anggota kelompok kurang ajar itu.. bagaimana jika kalian berdua gagal.. Um walaupun terlihat mustahil sih, tapi lawan kita tidak bisa di anggap sepele Nick"


Ujar Zenia menatap Nick dari samping karena pandangan pria itu tertuju ke depan.


"Sebaiknya kau meminta Juan untuk membantu kalian saat ingin membasmi kelompok kurang ajar itu"


Lanjut Zenia menyarankan kepada Nick.


"Tidak Zenia.. Kau percayakan kepadaku saja"


Zenia menggeleng pasrah.. Hubungan Juan dan Nick memang tidak baik terlebih sepupunya itu selalu bertingkah menyebalkan di setiap saat bertemu dengan Nick.


"baik kalau begitu.. Yang terpenting kau menjaga diri dan Kau Ken Persiapan semua senjata baru untuk semua anggota Geng Kita"


"Iya ketua"


"Nick.."


Panggil Zenia lagi, Nick menolah ke arahnya.


"Ada apa Zenia..?"


Tanya Nick.


"Kau tau dimana Nesya, wanita itu menghilang dan tadi Papanya sempat kesini mencarinya"


Ujar Zenia bertanya kepada Nick karena terakhir kali Ia memerintahkan kepada Nick membawa Nesya kembali ke Apartemennya.


Nick terdiam..


Tidak menyahut,


Zenia menatap tajam Nick menyenggol lengan pria itu.


"Kau pasti tau.. Kemana kau membawanya waktu itu.?"


Tanya Zenia lagi penasaran.

__ADS_1


"Kasino, Aku jadikan dia pelayan Se- , Lagi pula bukannya kau menyutikkan kepadanya obat Lupa dan Virus"


Jawab Nick tidak menatap wajah Zenia justru dia berpaling ke arah lain.


"Ya.. Ampun, Hahahahhaha"


Zenia tertawa, ternyata Nick sama sekali tidak berubah.


"Kau melakukan pekerjaan yang bagus Nick"


Lanjut Zenia menepuk pundak Pria gemuk itu.


"Zeniaaa.. Sakit berhentilah memukulku dengan keras"


nick mengelus pundaknya yang terasa agak nyeri akibat pukulan Zenia yang berkali dan sangat keras.


"Kalian pulanglah.."


Ujar Zenia berdiri Ken terkesiap langsung membantu Zenia dengan cepat.


Louis yang berdiri menguping pembicaraan Istrinya dengan Kedua pria itu langsung mendekat dan mendorong tubuh Ken kasar dari Samping Istrinya.


"Makasih biarkan aku saja"


Ucap Louis namun penuh penekanan, Ken mengangguk pelan.


"Honey ayo kita masuk, mama sudah menyiapkan susu untuk kamu minum"


Ajak Louis dengan lembut mengelus perut Buncit wanita cantik yaitu Istrinya Zenia siapa lagi.


"Iya.. Ayo"


Zenia tersenyum tulus kepada suaminya, Ken dan Nick yang melihat pasangan suami istri itu tertegun menampar pipinya sendiri.


"Ken kau liat yang baru saja aku liat, Oh tidak mungkin mereka berdua benar-benar berjodoh, Aku tidak akan mau mempunyai masalah di antara kedua orang itu bisa tewas kita"


Lirih Nick menoleh ke arah Ken.


"Heeheheh"


Hanya itu yang keluar dari mulut Ken karena tidak sanggup berkata lagi.


___


Sedangkan Di Kasino milik Zenia namun salah satu anggota Gengnya yang mengurus dan mengontrol semuanya.


Terlihat ada seorang wanita termenung memakai baju mini dan jauh dari kata Layak.


Nesya menuangkan Wine ke gelasnya sudah hampir Lima bulan dirinya berkerja di sana tanpa tau identitas Dirinya sendiri..


Hampir setiap harinya dia melayani para pria-pria tua yang mesum.


"hei.. kau di panggil"


Ujar salah satu ******* wanita lain.


Nesya mengangguk pelan, tubuhnya dipaksa bekerja terus menerus hingga terasa sangat remuk.


.


.


.

__ADS_1


.


Tbc... !!


__ADS_2