My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Di Abaikan"


__ADS_3

Masih seperti sebelumnya Louis tidak bergerak di atas kasur pikirannya seakan Kosong, bahkan ketika Mama dan Istrinya sudah tidak berada di sana ia tidak menyadari hal itu.. Rasa malu?, louis sama sekali tidak peduli. Kekesalan justru mendominasi di otaknya.


"Seharusnya aku mengunci pintu dulu.. Ahh Sial, mama seenaknya saja masuk tanpa izin"


Louis frustrasi memukul bantal melampiaskan kekesalannya. Louis Belum merasa puas dengan Istrinya saat itu, bahkan ia tidak menyangka Zenia akan langsung mendorong tubuhnya begitu saja.


"Ah.. Sial..".


***


Di Ruang dapur..


Zenia, Lina dan Juga Marget tampak sangat sibuk membuat makanan. Sesekali Lina mengajak menantunya itu berbicara, Zenia yang begitu mudah bergaul sudah tidak segan lagi.


Menit-menit berlalu suara tawa menghiasi seluruh sudut ruangan itu, Louis yang sedang berjalan menuju dapur mengorek telinganya gatal. Di sana tampak Zenia sedang bersenda gurau dengan Bibi Marget dan Lina tidak menyadari kehadiran orang yang di bicarakan itu.


Louis menghentikan langkahnya..


"Honey.."


Panggil louis suara sedikit di keraskan karena Istrinya sama sekali tidak menyadari kehadirannya


Belum di tanggapi Louis kembali memanggil sang Istri dengan posisi sedang membelakanginya.


"Honey..!!"


Lina menoleh sebentar memberikan senyuman sinis kepada putranya itu, lalu mencegah Zenia berbalik, anak nakalnya harus di beri sedikit pelajaran. Pikiran Lina kembali saat ia mendapati Louis telanjang di atas kasur, bukannya ia tidak tau yang baru saja terjadi.


"Zen.. Kau abaikan saja, suamimu itu kita beri sedikit pelajaran"


Bisik Lina merangkul bahu menantunya itu. Zenia mengangguk setuju sesekali ia harus menghindari suami posesifnya itu.


Louis menatap geram mamanya sendiri, entah apa yang di bisikan untuk istrinya itu.


"Zenia sayang.. Ayo pulang"


Ajaknya, ia tidak tahan berada di rumah orang tuanya lama-lama, dari dulu Louis memang sangat suka tinggal di rumahnya sendiri tanpa gangguan dari orang lain.


Marget hanya melirik louis dengan tatapan ejekan.


"kau mau pulang.. Pulang sendiri saja, biarkan Zenia bersama kami"


"BIBI!!,"


Teriak Louis kesal.


"Zenia.. Ayo pulang, di sini tidak baik.. Ayo pulang Sayang"


Ucap Louis lagi berharap Sang Istri mau ikut pulang bersamanya.


"Hei.. Anak Bodoh.. Kau tuli, Zenia tidak akan kemana-mana. Kalau mau pulang kau sendiri saja jangan ajak menantu kami"


Marget mendekat menatap tajam ke arahnya..


louis semakin geram, Ia hendak melangkah namun anak dari bibinya langsung mencegah.


"Kakak.. Louis"


Ucap Jennata, anak Marget sekaligus sepupu louis.


"Jennata, kau jangan coba mencegahku"


Louis membentak memberi lototan kesal. Lantas Jennata langsung menarik telinga louis.. Jennata buka tipe wanita yang suka menangis jika di bentak dari pada itu ia akan lebih suka membalasnya.

__ADS_1


"auh.. Sakit lepaskan"


"Honey.. tolong aku"


panggil louis berharap Istrinya itu mendekat ke arahnya.


"Jennata lepas..!!"


perintah louis.


"Tidak akan sebelum kakak berhenti berteriak, Kakak ini benar tidak berguna,.. Istri belum makan malah di ajak pulang, Enak sekali kau"


"Iya.. Aku berhenti, Tapi lepaskan dulu bagian jika telinga ku copot, bisa-bisa Zenia malu dengan ku"


Loius berusaha melepaskan tangan Jenaata yang menarik telinganya itu.


"Biarkan saja"


Jenaata menghela napas sedikit kasar. Ia melepaskan tangannya lalu mengajak Louis dan yang lainnya agar ke meja makan.


Louis duduk sangat jauh dari Istri.. Ia melemaskan pandangannya ke arah sang istri yang kini tengah duduk di apit kedua wanita paruh baya itu.


"Zenia.. Apa kau masih bekerja di perusahaan kakekmu"


Tanya Alexander memecah keheningan di meja makan.


"Sudah tidak lagi, aku hanya sesekali membantu saja"


Jawab Zenia tersenyum, namun wajah seketika seduh mengingat waktu itu dirinya saat itu sedang hamil dan Louis memintanya agar berhenti bekerja lagi.


"Oh.. Aku kira kau masih bekerja di sana, jadi yang menggantikan mu siapa..?"


Alexander kembali bartanya.


Jawab Zenia sebenarnya tidak bersemangat.. Tapi di tutupi dengan wajah tersenyum.


"Apa kau akan kembali lagi..?"


Zenia menggeleng.


Louis mendengar pertanyaan Alexander langsung melotot marah.


"Papa jangan bahas itu lagi .."


"Kenapa... Aku hanya bertanya saja, lagian aku bertanya kepada menantuku bukan kau.."


Ujar Alexander santai.


Wajah Louis seketika menjadi pias. Menghadapi papanya sendiri ia sangat malas, Louis menyantap makanannya ke dalam mulut hingga penuh.. Dirinya benar-benar kesal saat ini, semua orang yang ada di sana selalu saja menyebalkan.


Zenia menyegir sudah tidak peduli. Rupanya sifat Louis sama saja walaupun sedang berada di kediaman orang tuanya.


"Mama.. "


Ucap Zenia mengalihkan perhatian semua orang.


"Iya.. Sayang kenapa.?"


Lina menoleh ke arah menantunya menghentikan aktivitas makannya.


"Kenapa Nesya tidak ada di sini..? Bukannya kemarin dia bermalam"


Tanya Zenia matanya mencari sosok Nesya yang seharian tidak menunjukkan batang hidungnya.

__ADS_1


Ekspresi wajah semua orang sekejap menjadi kaku kosong.. Zenia tidak mengerti tidak berhenti bertanya terus.


"Honey.. Kau makan saja, perempuan itu tidak ada disini"


Jawab Louis menatapnya dengan ekspresi wajah tidak terbaca.


"Oh.. Pasti dia pergi bekerja, huh sangat di sayangkan padahal hari ini sarapan sangat lezat"


Ujar Zenia polos meyayangkan hal itu.


"Zenia.. Berhenti memikirkan perempuan itu, Sebaiknya kau makan yang banyak sayang.. "


Lina mengelus punggung tangan menantunya itu dengan lembut.


Lalu.. Zenia baru mengingat bahwa kemarin dirinya jatuh ke kolam dan tenggelam.


"Umm. Mah.. Siapa yang menyelamatkan aku kemarin, baru ku ingat bahwa aku jatuh ke kolam"


Ucap Zenia memikirkan kejadian yang menimpanya kemarin.. Sangat menyeramkan.


"Tidak usah mengingatnya lagi.. Makan saja"


Bentak Louis meninggikan suaranya tanpa sadar. Seketika ia menyesali perbuatannya..


Zenia sudah membuang wajah ke arah lain.


"Maaf Honey.. Aku tidak sengaja"


Ucap Louis menyesal.. Mengedip-gedipkan kedua mata selayak anak kecil..


Zenia melirik sekilas..


"Sudahlah.. Kita lanjutkan makan saja"


Ujak Zenia ceria. Ia tidak mau menatap Suaminya dan sama sekali mengabaikan Louis.


Menyantap makanan tanpa ada yang bersuara lagi, hanya suara dentingan sendok dan piring saja.


Selesai dengan itu..


Lina dan marget mengajak Zenia ke suatu tempat. Jennata juga ikut ia ingin lebih dekat dengan kakak iparnya itu, walau usia Jennata lebih tua 3 tahun dari Zenia tapi sifatnya masih seperti anak-anak.


Louis yang di abaikan hanya mengikuti mereka secara diam-diam, dirinya sangat menyedihkan di anak tirikan oleh keluarganya sendiri dan di abaikan oleh sang Istri, Tragis..


"Uh.. Mama dan Bibi sudah monopoli Istriku, lain kali aku tidak akan mau ke sini lagi"


Gerutu Louis menginjak dedaunan di bawa kakinya.


"Aku harus membawa kabur Zenia-ku bagaimana pun caranya"


Gumannya, ia akan membawa istrinya kabur nanti malam secara diam-diam.


.


.


.


.


.


Tbc...!!!

__ADS_1


__ADS_2