
Merasakan sebuah pelukan di tubuhnya Louis membuka mata melihat Siapa yang memeluknya.
"Zenia.. Kapan dia pulang..??"
Senyum di wajah Louis terukir, lalu membalas pelukan hangat itu sembari mencium kening Istrinya lama.
Zenia ikut membuka matanya, ia melihat Suaminya sedang mencium keningnya begitu lama, zenia membiarkan Louis puas menciumnya ia lebih memilih terdiam tidak bergemin. Beberapa saat kemudian Zenia mendorong tubuh louis, ia harus melakukan sesuatu pagi ini bersama dengan Juan.
"Louis, sudah hentikan"
Ucap Zenia mendorong tubuh Suaminya, louis pun menghentikan ciumannya lalu menatap istri sumringah.
"Honey, kau sudah bangun..?"
tanya Louis.
"Iya.. Lepas!!, aku punya agenda hari ini"
Zenia masih mencoba mendorong tubuh louis. tapi bukannya menyingkir Louis malah menindih tubuhnya.
"Jangan pergi lagi... Honey, kita habiskan waktu di rumah saja bersama"
Ucap Louis membuka baju yang di kenakan oleh Istrinya, ia sudah tidak bisa menahan Hasratnya lagi.
"LOUIS, aku belum siap..!"
Tolak Zenia menahan tangan nakal Louis, Ia masih belum siap melakukannya dengan Louis, Dirinya masih trauma dengan keguguran yang di alaminya.
"Maaf Honey.."
Ucap Louis mengalah, dia mulai menyingkir dari atas istrinya, Takutnya Zenia akan membenci dirinya jika tetap melanjutkan keinginannya.
Louis duduk di sisi ranjang mengusap wajahnya frustrasi, Sedangkan Zenia sudah dari tadi masuk ke dalam kamar mandi tanpa mempedulikan keadaan dari Suaminya.
***
__ADS_1
Louis menyeruput kopi hitam yang di siapkan oleh Anton untuknya. Pikirannya melayang-layang entah kenapa perasaannya sangat takut dengan perubahan sikap Zenia yang semakin dingin dan tidak tersetuh sama sekali.
Iya..!, kini dirinya berada di perusahaan, Louis sudah kembali bekerja pekerjaannya sudah menumpuk banyak...
Anton yang berdiri di sisi meja Louis hanya menatap Tuannya tidak terbaca.
"Anton!, kau katakan siapa yang membuat Istriku celaka"
Tanya Louis menghentikan keheningan beberapa saat yang lalu.
"Pertanyaan itu lagi, aku harus bagaimana"
Anton berkata dalam hati, Anton sangat bimbang sebelum itu Zenia sudah memberikannya peringatan agar tidak mengatakan apa-apa kepada Louis mengenai pelakunya.
"Hei Anton Bodoh!, kenapa kau diam saja.. Apa kau tidak mendengar perkataanku"
Louis membentak, Asistennya ini tidak menanggapinya sama sekali.
"Maaf Tuan, Sebenarnya aku belum tau betul pelakunya, yang ku tau pelakunya seorang wanita dan para pegawai juga tidak tau namanya, Tuan!"
Louis mengerutkan keningnya, Anton sepertinya berbohong kepadanya. Ia sangat membenci orang yang tidak jujur terlebih lagi sekarang moodnya sedang tidak bagus.
"Anton.. Jangan coba membohongi ku, aku tau kau sudah mengetahui pelakunya bukan, Atau orang itu sengaja kau lindungi"
Geram Louis mencengkeram kerah baju Anton, tidak di tanggapi Louis semakin yakin Asistenya ini menyembunyikan sesuatu.
"Katakan Saja!"
Anton menghela napas pelan, Batas kesabaran Louis sudah menipis jika ia tidak segera mengatakannya nyawa akan melayan.
"Tuan aku akan mengatakannya, tapi ada syarat yang harus kau setujui dan ini permintaan dari Nyonya"
"Iya.. Iya.. Cepat katakan saja"
Louis menyetujui ucapan Anton sebab keinginan dari Istri tercintanya.
__ADS_1
Anton menggigit bibir, ia tidak tau bagaimana reaksi Louis nantinya.
"Tuan, yang mencelakai nona Zenia hingga keguguran adalah,... Nesya"
Ungkapnya berbisik ketika mengatakan nama Nesya.
"Apa?, Siapa aku tidak mendengarnya.. Katakan dengan jelas"
tanya louis karena Anton hanya berbisik dan dia tidak mendengarnya dengan jelas.
"Nona Nesya, mantan tunangan anda yang melakukannya Tuan"
Jelas Anton mengatakannya.
Louis tersenyum datar, lalu tertawa keras perlahan tubuhnya jatuh tersungkur ke bawa, ternyata wanita yang dia kira adalah orang baik ternyata yang membunuh Anaknya dengan Zenia yang belum juga Lahir.
Anton membantu Louis berdiri, namun Louis menolak bantuannya dan menyuruhnya untuk keluar dari ruangan.
"Keluar, aku ingin sendiri saja.."
Usir louis tampak melamun masih tersungkur tidak bergemin.
Anton keluar membiarkan Tuannya sendirian untuk sementara, lalu ia menghubungi zenia agar bisa segera ke perusahaan Louis.
.
.
.
.
.
Tbc...!!!
__ADS_1