My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Gagal"


__ADS_3

Louis kembali ke dalam kamarnya dengan perasaan sangat gelisah, Ia tidak pernah menyangka selama ini ternyata Loren mencari keberadaan Zenia. Perasaan tidak terima pun semakin menyelimuti seluruh tubuhnya.


Louis menghampiri Zenia lalu mengelus rambutnya..


"Kau hanya milikku seorang, tidak ada lelaki lain yang dapat merebutmu dariku.."


Lirihnya lalu mencium kening Istrinya begitu lama.


"Zenia.. Sekalipun ada banyak lelaki yang suka denganmu, aku tidak peduli.. selama aku masih hidup atau sekalipun menjadi Hantu kau hanya milikku"


Tiga puluh menit sudah lewat, Posisi louis masih saja sama.. Ia duduk di samping Zenia memperhatikan wajah damai Istrinya, Louis sesekali tersenyum senang entah kenapa dia teringat akan perkataan Zenia beberapa bulan yang lalu.


Saat Zenia bergerak sedikit Louis merebahkan tubuh ke kasur lalu memeluk pinggang Istrinya.


"Ssstt.. Tidurlah, Aku ada di sini"


Ucapnya lalu mengelus perut buncit Wanitanya.


***


Malam berlalu begitu saja, Zenia perlahan membuka mata, ia menatap wajah suaminya yang masih terlelap dan memeluknya dari depan.


Dengan pelan-pelan Zenia menyingkirkan tangan kekar itu, ia mengingat bahwa di rumah ini ada seseorang pria yang begitu di hindari mati-matian selama ini. Siapa lagi kalau bukan Loren yang ternyata adalah salah satu anggota keluarga Suaminya.


"Aku harus pulang secepatnya.. " Zenia berguman, dengan cepat ia mengambil handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi membersihkan dirinya.


Cuma butuh lima menit saja, Zenia sudah selesai dengan kegiatan mandinya, ia melangkah mendekati Louis yang masih saja tidur.


"Hei.. Ayo bangun, aku mau pulang"


Ucapnya mengguncang tubuh manusia tukang tidur tersebut dengan kasar.


"Louis!!!"


"Louis. Bangun.."


Zenia terus-menerus membangunkan Louis. Masih tidak mendapatkan respons Zenia mengertakan giginya kesal. Ya ampun kenapa hari ini suaminya sangat sulit di bangunkan. Ia mulai pasrah membangunkan pria itu, hingga tangannya di tarik dan tubuhnya ikut terjatuh di atas tubuh suaminya.


"Louis lepas.. Kau harus mandi atau tidak perlu kita langsung pulang saja"


Ucap Zenia menepis tangan louis yang sangat nakal.


"Honey, ini masih pagi sekali, mama belum bangun.. Kita tidur dulu saja"


Ucap Louis dengan senyuman manis di wajahnya.


Zenia melototkan matanya kesal.


"Percuma,.. Baiklah jika kau tidak mau pulang sekarang aku bisa pulang sendiri.. Ada Ken yang akan menjemput ku,, jauhkan tanganmu"


Pekik Zenia dengan nada ketus.


"Ken.. !!, jangan sebut nama lelaki lain di hadapanku"


Ucap Louis masih menahan rasa cemburunya.


"Ya.. Sudah., kau bangun lalu kita pulang".

__ADS_1


Louis melai merenggankan pelukannya.


"Tunggu sebentar"


"Cepatlah.."


___


Zenia berdiri dengan berdecak pinggang menunggu suaminya yang belum selesai juga.. Rasanya ia sangat ingin mengumpat habis-habisan.


"Louis.. Cepatlah, aku lelah menunggumu"


Ucap Zenia dengan menatap suaminya datar.


"Sebentar lagi.."


Jawab Pria itu mencari-cari baju yang cocok di pakaiannya hari ini.


"apa yang sebenarnya kau lakukan..?"


Tanya Zenia mendekat ke arah suaminya.


Louis tidak menjawab karena sangat sibuk, entah kenapa dia sangat ingin memakai baju kaos putihnya..


"Apa yang kau cari.. Katakan biar aku bantu"


Ucap Zenia tidak sabaran karena matahari sudah mulai naik.


Louis berbalik lalu berkata..


Tanyanya.


"Baju putih..?, yang mana?"


Ucap Zenia bingung, karena sebelumnya Louis sangat jarang memakai baju kaos, suaminya itu bukannya hanya punya kemeja saja.


"Pakai yang lain saja.. Jangan buang waktu dengan mencari baju yang kau maksud itu"


Lanjut Zenia menautkan kedua alisnya berkerut.


"Tidak mau.. "


Tolak Louis seperti anak kecil.


"Berhentilah.. Kalau tidak mau tidak usah pakai baju sekalian.. Ayo pulang"


Pinta Zenia sudah tidak mau menunggu lagi.


Louis mengaruk kepalanya sendiri berpikir..


"Umm.. Padahal aku ingin sekali memakai baju ku itu.. Sudahlah Zenia sudah marah"


Louis berguman takala melihat raut wajah Zenia tampak jenuh dan tidak bersahabat.


Louis mengambil baju yang lain baru memakainya dengan cepat.


"Ayo.. Honey"

__ADS_1


Ajaknya menarik tangan Istrinya keluar dari kamar.


Mereka melangkah dengan sangat pelan. Jam seperti ini anggota keluarga belum ada yang bangun hanya para maid saja yang terlihat sedang membersihkan rumah.


Zenia berdo'a agar tidak berpapasan dengan Loren saat ini, ia masih tidak mau bertemu dengan pria itu.


"Kakak.. Mau kemana..?"


Tanya Jennata yang baru keluar dari kamarnya saat melihat Louis dan Zenia.


Kedua orang yang kepergok itu pun menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah asal suara.


"Mau pulang.. Jennata tolong kamu saja yang menyampaikan bahwa aku sudah pulang dengan Istriku"


Ucap Louis dengan berbisik.


"kenapa terburu-buru sekali..?"


Tanya Jennata kembali.


"Tidak.. Bukan apa-apa!!, aku merasa tidak nyaman saja disini tinggal sudah terlalu lama."


Jawab Louis lagi. Lalu kembali melanjutkan langkahnya dengan menarik tangan Zenia.


"Tidak boleh,. Aku tidak akan membiarkan kakak ipar tinggal dirumahmu yang sepi itu.."


Jennata ikut menarik satu tangan Zenia, sehingga pergerakan Louis terhenti.


"Jennata..!!, jangan menyentuhnya"


Bentak Louis marah tanpa sadar.


Zenia yang dari tadi terdiam juga ikut terkejut dengan suara keras suaminya.. Ia membuatkan mata lebar. Terlambat sudah.. Mereka gagal untuk kabur.


Lina dan yang lainnya sudah melihat mereka, Zenia hanya menghela napas saja.. Loren juga melihat mereka.


"Jennata.."


Lirih Zenia saat menoleh karena mendengar suara isakan..


"Kakak.. Ipar aku takut..!"


Lirih Jennata itu pertama kalinya Louis membentaknya. Zenia melepas tangan louis kasar lalu memeluk dan mengusap punggung wanita itu.


Zenia sudah tidak peduli jika dirinya harus bertemu kembali dengan Loren, bagaimana pun dia menghindarinya pasti akan tetap bertemu juga sekarag maupun nanti.


Louis hanya melihat keduanya tanpa tau harus berkata apa.. Kenapa tadi dia begitu marah kepada Jennata yang hanya menarik tangan Istrinya..


.


.


.


.


Tbc.. !!!

__ADS_1


__ADS_2