My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Juan..? Itu.. "


__ADS_3

Zenia terburu-buru, menuju ke perusahaan milik suaminya dengan kecepatan penuh, Ken melajukan mobil, zenia datang bersama dengan Juan karena tadi mereka sedang merencanakan pembalasnya.


Ketika Anton menghubungi Zenia memarahi Anton habis-habisan melalui sambungan telepon, Louis sudah tau pelakunya hal itu akan menyulitkan dirinya untuk membalas perbuatan dari Nesya. Pikir Zenia!


"Ken.. Kenapa lama sekali, Percepat..!!!"


Perintah Zenia mulai kesal.


"Nona, ini sudah kecepatan maksimal.. Sebentar lagi kita sampai"


Ujar Ken melirik kaca mobil.


"Cepatlah.."


Beberapa saat kemudian mereka sampai di depan pintu perusahaan dengan cepat Ken membukakan pintu untuk Zenia.


Zenia segera melangkah dengan cepat di dampingi Juan dan Ken yang mengekor di belakangnya. Masukki Lif Zenia menekan tombol lantai 40.


Ting..


Lif sudah terbuka, Zenia di sambut oleh Anton yang menatap takut ke arahnya.


Zenia mendekati Anton menatapnya kesal.


"Anton.. Kenapa kau mengatakannya kepada Louis?"


Tanya Zenia dingin, Ia benar-benar kesal bukan main.


"Maaf Nyonya, tapi Tuan terus memaksaku, secara terpaksa aku harus mengatakan yang sebenarnya"


Ucapnya Lirih, kenapa wanita yang menjadi Istri dari tuannya ini dengan mudah membuatnya takut hanya dengan tatapan saja.


"Apa Louis ada di dalam.. ??"


Tanya Zenia lagi, ia tidak suka jika seseorang beralasan.


Anton mengangguk cepat lalu membuka pintu untuk Zenia masuk ke dalam.


"Ken kau tunggu di luar saja dengan Anton, Sedangkan Kau Juan Ikut aku masuk"


Zenia menatap Ken dan Anton secara bergantian, lalu mengajak Juan masuk.


***

__ADS_1


"Louis"


Sebuah kata keluar dari mulut Zenia tanpa sengaja, Suaminya Louis duduk di sofa sambil memejamkan mata sembabnya,.


"Zen.. Ternyata suamimu sangat Cengeng, HahhHAa aku kira.."


Ucap Juan terkekeh di samping Zenia, ucapannya terputus ketika melihat Zenia melotot dan memukul kepalanya.


"Diamlah.."


Kesal Zenia, juan mengelus kepala yang baru saja pukul.


Perlahan Zenia mendekat lalu duduk di hadapan Louis yang menatap ke arahnya tidak terbaca di ikuti Juan, Pria itu duduk sangat dekat dengan Zenia membuat Louis Cemburu.


"Honey... Duduk disini"


Ucap Louis serak, menepuk pelan tempat duduk di samping bermaksud agar Istrinya duduk dekat di sampingnya. Zenia menurut namun Juan menarik tangannya.


"Beby.. Duduk sini saja, Aku tidak suka sendirian"


Juan menahan Zenia, ia sangat suka duduk berdampingan dengan sepupu cantiknya. Seketika ia mendapat lototan dari Louis.


"Juan.. Bodoh, lepas!!"


Zenia meratap serius Louis begitupun sebaliknya membuat Juan yang berada di antara keduanya merasa terasingka.


"Bertanyalah.. Apa yang ingin kau ketahui..??"


Zenia berucap. Louis seketika menatapnya dengan wajah Seduh.


"Honey, apa benar bahwa Nesya yang mendorongmu waktu itu di kantor..?"


Tanya Louis memalingkan wajahnya.


Zenia memicingka matanya, Ia pikir Louis tidak percaya dengan kenyataan ini.


"Iya.. Kenapa?, kau mau melindunginya!... Jika memang begitu aku tidak peduli, dan jangan halangi langkah pembalasan ku.. Kau tau Louis wanita itu bahkan menapar wajahku sebelum ia mendorong tubuh dari belakang"


Ucap Zenia berusaha tetap tenang, jujur saja ia sangat ingin mengumpat dan menyumpahi Nesya saat ini.


Zenia mengeser duduknya agak jauh..


"Bukan begitu Honey.. Aku tidak akan menghalangimu"

__ADS_1


"Tapi.. Nesya tidak mungkin melakukan hal seperti itu, selama beberapa tahun aku mengenalnya ia tidak pernah berbuat kasar kepada orang lain.."


Louis mendekat lalu memeluk tubuh Istrinya yang sangat di rindukannya itu, namun sayang Zenia malah mendorongnya lalu berdiri menatapnya tajam.


"Sudahlah, kau ternyata tidak percaya dengan perkataanku maupun Anton Asisten pribadi mu, Percuma saja Bukan.."


"Honey.. "


"Juan.. Ayo, Banyak yang harus kita bicarakan, aku sudah muak di sini"


Zenia sudah habis batas kesabaran, lebih baik ia pergi dari sini dari pada mendengar Louis membela wanita yang telah membuatnya kehilangan anaknya.


Juan mengangguk ia sudah tau nama orang yang membuat keponakannya meninggal, ia tinggal membalas perbuatan orang itu..


Mereka berdua melangkah keluar namun terlebih dahulu Zenia di tahan oleh Louis yang kini sudah ada di depan.


"Jangan pergi Sayang.. Tetap disini"


Louis menahan Zenia dengan memeluknya, Juan jangan tanya Pria itu sudah keluar dari sana.


"tidak mau.. Kau lebih baik jangan menahanku Louis, kau tidak percaya kepadaku.. Aku tidak masalah ada Juan yang akan membantuku, Kau temui saja Si Nesya itu"


"Kenapa harus Juan.. Siapa dia bagimu, Apa kalian berpacaran di belakangku"


Louis sudah tersulut Emosi, ia tidak terima Istrinya bersama dengan pria yang tidak ia kenal. Zenia mengerutkan kening tidak percaya Suaminya ini sudah berani menuduhnya sembarang.


"Juan...? Kenapa??, kau curiga aku selingkuh,.. Wah hebat Louis, menuduh tanpa bukti"


Zenia kesal.. Ia menghindari Louis lalu melanjutkan langkah keluar dari sana.


"ZENIAAAA. jangan coba-coba kau keluar dari sini"


Teriak Louis tidak di ubris oleh Zenia sama sekali, istrinya itu tetap melangkah tidak mendengarnya.


Dengan Emosi Louis mengangkat tubuh Istrinya ke sofa dan membaringkan tubuh Zenia, langsung menindih tubuh Istrinya tersebut.


.


.


.


.

__ADS_1


Tbc... !!!


__ADS_2