
Di Rumah sakit.
Zenia berada di dalam ruang operasi, ia harus menjalani operasi karena janin yang berada di rahimnya sudah meninggal akibat benturan yang keras di bagian perutnya dan sangat berpengaruh karena banyak darah yang keluar.
Di Luar Louis menutup wajah yang terlampau sangat sedih, hatinya benar-benar hancur ketika anak yang selama ini di idam-idamkan olehnya kini harus di keluarkan dari rahim sang istri. Ia menunggu Zenia dengan sangat gelisah selesai di operasi.
"Louis, bersabarlah ... Zenia pasti akan baik-baik saja" ujar Nick mencoba menenangkan Louis, ia juga ikut merasa sedih hal yang tidak di harapkan sama sekali terjadi kepada Zenia.
"Umm" hanya itulah yang keluar dari mulut Louis, ia sangat marah dan kesel kepada dirinya sendiri yang gagal melindungi istri dan anaknya.
Anton perlahan mendekati Louis dan Nick untuk menyiapkan penyesalannya.
"Tuan ... sebelumnya saya minta maaf karena tidak bisa menjaga Nona Zenia, tadi aku sempat mendapat telepon dari orang tidak di kenal, Tuan" ujar Anton wajah menyesal, wajahnya tertunduk ia takut jika Tuannya ini akan menghabisinya sekarang juga.
"Kau!, aku sudah memberimu kepercayaan untuk menjaga Istriku dan kau gagal, Anton bersiaplah untuk mendapat balasan dariku, tapi sebelum itu kau harus mengetahui siapa penyebab sampai Istriku seperti ini."
Louis menatap geram mencengkeram kerah baju asistennya dengan aura yang sama seperti Zenia yaitu aura hitam pekat di sekitarnya bahkan Nick begidik geri.
Anton hanya diam, ia sudah ceroboh, gegabah dan meninggalkan Zenia ketika sedang bersama dengan Nesya saat itu. Anton tidak mengetahui bahwa mantan tunangan dari tuannya akan sangat nekat menemui Zenia di kantor dan di liat banyak pegawai.
"Dan satu lagi Anton, jangan pernah lagi kau berfikir untuk bisa menahanku untuk menghabisi orang yang membuat aku dan Zenia kehilangan sesuatu yang sangat berharga." terang Louis menunjukkan wajah Anton bengis, Anton belum mengatakan perihal kedatangan Nesya ke perusahaan. Ia terlebih dahulu harus melihat rekaman Cctv, entah apa yang terjadi saat dia mendapat telepon tadi.
***
Satu jam kemudian.
Zenia di pindahkan ke ruang perawatan dan pemulihan setelah menjalani operasi. Louis sekali pun tidak pernah meninggalkan Zenia hingga pengaruh obat bius hilang.
__ADS_1
"Honey, aku merindukanmu bukalah mata mu sayang. "
ujar Louis mencium tangan Zenia yang berada di genggamannya.
Louis terus mengelus dan mencium tangan istrinya begitu lama. beberapa saat kemudian barulah pengaruh obat bius Zenia hilang.
"Aku dimana?" tanya Zenia bingung, ia mendapati suaminya juga ada di sana.
"Honey. kau sudah sadar, Kita dirumah sakit tadi kau harus di operasi." ujar louis melemaskan pandangannya ia tidak sanggup mengatakan perihal keguguran yang di alami Istrinya.
Zenia meraba perutnya entah kenapa ia merasa nyawa di dalam rahimnya sudah tidak ada.
"Kandunganku bagaimana?, apa aku keguguran?"
Tanya Zenia menatap datar ke arah luar jendela, ia tidak bisa melihat wajah Louis yang ikut terluka dengan ucapannya barusan.
Zenia melepas pelukan itu lalu menatap datar Louis, bukan karena kecewa dengannya namun Zenia akan membalas perbuatan Nesya dengan caranya sendiri tanpa louis tau, terlebih dahulu ia harus merencanakan sesuatu untuk pembalasanya.
"Zen ... katakan siapa yang melakukan ini kepadamu"
tanya Nick yang rupanya juga berada di sana.
Zenia menoleh ke arah Nick, tatapan yang tidak pernah ia tujukan kepada siapapun kecuali Louis.
Zenia juga menatap datar Nick dan terdiam.
Lalu ia mengatakan sesuatu.
__ADS_1
"Kalian berdua sebaiknya jangan ikut campur dengan urusanku kali ini, aku sendiri yang akan membalas orang itu"
"Honey" lirih Louis.
"Dan Louis sepertinya aku tidak akan keluar dari Black Rose, jangan meminta ku untuk keluar ucapan Nick tidak akan berpengaruh kepadaku." ujar Zenia memandang Louis dan Nick secara bergantian.
"Aku tidak peduli, kau mau marah atau apa lah yang pasti aku tidak akan keluar dari sana." Lanjut Zenia.
Louis tidak bisa menahan keinginan dari istrinya, ia mengangguk terpaksa menyetujui perkataan Zenia yang di tuturkan kepada dirinya.
"Terserah apa mau Honey, lakukan yang kau suka aku tidak akan menahanmu." Kata Louis mengelus lembut wajah Zenia yang begitu cantik sama sekali tidak mendapat respons, istrinya hanya memandang ke arahnya Datar.
---
Tatapan Zenia
.
.
.
.
.
__ADS_1
Tbc..!!!