
Tengah malam Zenia mengedap-endap keluar dari kamar agar Louis tidak mendengar langkah kakinya. Malam ini Zenia mempunyai mangsa yang harus di bereskan segera,
Terlebih dahulu ia melangkah menuju ruangan Cctv untuk mematikan seluruhnya agar mempermudah usaha menyelinap keluar agar tidak ketahuan.
Sudah setengah langkah tiba-tiba saja ia di kagetkan oleh penjaga rumah yang masih terjaga padahal sudah jam dus pagi.
"Sialan apa penjaga itu tidak tidur, aku harus bagaimana?" guman Zenia bersembunyi di belakang tembok tidak jauh dari tempat penjaga berdiri.
Zenia melihat sekeliling pagar rumah ia sebuah lubang yang cukup besar di belakangnya.
"Hehehe ... Kali ini aku akan berhasil." ucap Zenia yakin dan tersenyum penuh kemenangan kali ini usahanya tidak akan gagal.
Ia melewati lubang itu dan menelepon Ken untuk menuju ke arah belakang rumahnya, tadi sebelum ia berencana untuk menyelinap ia sudah mengabari ken untuk datang secara diam-diam.
Zenia Melihat mobil hitam yang selalu di pakai oleh ken jika mengantarnya kemanapun , ia menghampiri dan memasukinya Ken sudah menunggunya dari tadi.
"Ketua bagaimana? Apa Anda tidak ketahuan oleh Tuan Louis?" tanya Ken kepada Zenia yang duduk di belakang kursi penumpang.
"Yang kau liat seperti apa ... ayo kita ke markas sekarang Nick dan yang lainnya sudah menunggu." jawab Zenia sambil menatap tajam ke arah ken yang selalu bertanya setiap bersamanya.
"Baik Ketua." Ken berkata dengan suara sedikit bergetar melihat tatapan dari Zenia.
Ken melajukan mobil dalam keheningan terlebih kini Zenia sepertinya sedang tertidur di belakang dengan menyandarkan kepalanya ke samping.
Ia sungguh salut dengan Ketuanya ini selain memiliki wajah cantik, Zenia juga sangat pandai dalam segala hal namun yang namanya manusia juga mempunyai sebuah kekurangan, Ken yang sudah lama menjadi tangan kanan dari Zenia ia tau betul Kekurangan dari Zenia.
__ADS_1
***
Di sebuah Gudang ken memberhentikan mobilnya dan membangunkan Zenia yang masih tertidur.
"Ketua kita sudah sampai." panggil Ken dengan mengucang pelan tubuh Zenia.
"Hum ... sudah sampai, jam berapa sekarang dan di mana yang lainnya?" tanya Zenia yang masih dalam setengah sadar.
"Sudah Jam 2.45 mereka berada di dalam mengawasi orang tidak tau untung itu"
Zenia menuruni mobil dan mengambil langkah dengan cepat ia sudah tidak sabar ingin menyiksa dan membunuh penghianat di dalam Geng miliknya. Ini kasus pertama kali yang terjadi selama ia membangun Geng Mafianya lima tahun yang lalu. Zenia tidak akan memperlihatkan hukuman yang pantas untuk seorang penghianat kepada semua anggotanya agar tidak ada lagi yang akan berani lagi.
Nick menghampiri Zenia meski lengannya masih belum sembuh total dari tembakan waktu itu.
"Aku menyelinap kali ini, oh dimana penghianat itu Nick." jawab Zenia santai.
"Dia di sana?" tunjuk Nick ke arah kerumunan.
Melihat kedatangan dari Zenia orang yang sedang berada di kerumunan itu menelan ludahnya susah payah ia sudah mengetahui bahwa hidupnya akan berakhir dalam waktu dekat.
" Hei ... siapa namamu dan apa alasanmu berani mengkhianatiku?" tanya Zenia dengan wajah penuh aura hitam di sekelilingnya.
"Aa-ku." sahut orang itu takut.
"Cepat katakan! Jangan membuatku menunggu untuk membunuhmu!" Zenia mengambil Pisau lipatnya dan menusuk Paha orang itu.
__ADS_1
"Aaaarhh ...." teriaknya penuh kesakitan.
"Cepat katakan siapa yang menyuruhmu ... sialan!" Zenia semakin tidak sabaran.
Zenia menyuruh ken untuk melepas ikatan tangan orang di hadapannya karena ia ingin memukul dan menendang orang itu hingga tewas di tangannya.
"Jadi kau sudah bisu? Baiklah ini keinginan dari mu sialan! Kalian perhatikan baik-baik jika ingin menyusul orang ini!" Ucap zenia melihat ke arah semua anggota mafinya.
"Burkkk, Burkkk, Brukk"
Zenia menyerang orang itu tanpa berhenti hingga orang itu tersungkur tidak berdaya lalu ia menusuk bagian dada tepat bagian jantungnya.
"Ada untungnya juga aku di kurung dirumah ... Aku akan berterimakasih kepada Louis nanti, Hahahahah." kata zenia setelah membunuh orang itu mesti tidak mendapatkan informasi mengenai otak yang menghasut salah satu orangnya.
Yang mendengar suara tawa dari Zenia akan merasa sangat gugup dan berkeringat dingin , ini adalah pertama kalinya Zenia tertawa jahat setelah sekian lamanya.
.
.
.
.
πΆπΆ
__ADS_1