My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Minta Maaf"


__ADS_3

Entah sudah beberapa jam Louis berenang untuk menghilangkan api kemarahan, bayangan


pertemuan istrinya dan Loren berputar-putar di kepalanya dan tidak mau hilang


tentu saja pria itu mempercayai ucapan yang keluar dari mulut Zenia namun beda


halnya dengan Loren adiknya sendiri. Louis meragukan Loren karena Louis tau


betul bagaimana sifat asli dari adiknya tersebut.


Memikirkan semua itu Louis kembali jengkel bukan main.


“aku tidak akan pernah melepaskan Zenia..untuk selamanya walau aku mati dia tetap milikku”


gumannya dalam hati dan tangannya terkepal.


Pada akhirnya pria itu keluar dari kolam renang karena hari sudah mulai gelap suhu air akan


menjadi sangat dingin di malam hari, Louis tidak mau sakit-sakitan jika dirinya terus-menerus berendam di sana dan malah menularkan kepada Istri dan anak


semata wayangnya.


Louis mengambil handuk dan melilitkan ke pinggangnya, lalu melangkahkan kakinya masuk


kedalam kamar.


Ceklek..


Louis membuka pintu kamar dengan perlahan , matanya terpenjat ketika melihat Istri dan


putrinya tidur saling berhadapan satu sama lain, seketika raut wajahnya berubah


dan Louis tersenyum, setiap saat melihat kedua wanita yang berarti dalam


hidupnya dalam sekejap hati Louis menjadi sejuk.


 Louis mendekat selanjutnya ia mencium kening


Istri dan Putrinya secara bergantian.


“aku akan melakukan apa saja demi kalian berdua dan tidak ada yang akan bisa merebut


kalian dari ku” ucapnya  Selanjutnya Louis


beranjak menuju kearah lemari untuk mengganti baju.


Tidak lama kemudian Louis kembali ke samping istrinya sambil memperhatikan wajah cantik


itu yang selalu membuatnya tidak berdaya jika wanita itu hilang dari jangkauan


dan pandangannya.


Louis seketika teringat bahwa Ia dan Istrinya belum makan setelah pertikaian tadi


bahkan sepertinya putri kecilnya ia lupakan, Louis mengutuk dirinya sendiri karena kecumburannya ternyata sangat berdampak bukan hanya kepadanya tapi


kepada Istri dan Putrinya juga.


Walau sedikit ragu Louis akhirnya memberanikan diri untuk membangunkan istrinya.


“Honey bangun.. ayo kita makan malam” ucapnya membangunkan Zenia dengan menggucang bahu


istrinya pelan. Belum mendapat respon Louis kembali melakukan hal yang sama

__ADS_1


hingga wanita itu membuka mata secara perlahan.


“Umm”


Zenia membuka mata dan hal pertama yang ia liat adalah Suaminya dengan sebuah senyuman di


wajah itu.


“jam berapa sekarang..?” Tanya Zenia dengan suara serak karena baru bangun.


Louis mencium kening Zenia sebelum menjawab pertanyaan istrinya tersebut.


“sudah jam enam sore Honey, bangunlah dan basuh mukamu biarkan aku yang membangunkan Lareina”


Jawab Louis dengan senyum.


Zenia mengangguk pelan lalu bangkit menuju wastafel membasuh muka, setelah itu ia mendekat ke


arah Louis, dan ternyata putri mungilnya sudah bangun.


“Louis aku minta maaf, seharusnya tadi aku tidak menemui Loren tanpa izin darimu..”Ucap


Zenia mengenggam tangan Louis dan menatap suaminya menyesal, wanita itu sadar


akan sumber masalah tadi berasal dari kelalainnya.


Louis menggeleng lalu menakup wajah istrinya menatapnya begitu dalam. “seharusnya aku yang minta maaf Honey, karena menyakitimu tadi.


Zenia mengangguk paham, ternyata ia tidak salah memilih Louis sebagai suaminya.


“sudahlah ayo kita makan malam, tidak baik jika kita menunda-nundanya.. lareina pasti


juga lapar” ajak Zenia.


berusia tiga bulan.


***


 Sedangkan di tampat lain Nick dan Ken kini


berada di hadapan Jeffry dengan tubuh babak belur akibat lalai dalam menjaga


Zenia , dan untuk Juan.. pria itu berhasil kabur dari amukan ayahnya sendiri


karena dari awal Juan sudah bisa menebak semuanya.


Nick menyesal telah menyetujui ajakan tersebut, lihat saja sekarang tampangnya kini menjadi


sangat menyedihkan bahkan menjadi sangat tidak berdaya di hadapan pria yang


bernama Jefrry , sebelumnya Nick tidak pernah tau siapa yang telah mengajari


Zenia bela diri dan terjun ke dalam dunia mafia dengan sangat baik.. sekarang Nick tau semuanya dan  mengerti dengan ketakutan Juan ataupun Zenia kepada pria yang menatapnya kini.


“Hei.. kalian obati sendiri luka kalian” ucap Jeffry melempar kotak PK3 ke arah Nick


dan Juan.


“ternyata orang ini lebih menyebalkan dari putranya” batin Nick sembari meraih kotak PK3


tersebut.


“Tuan Jeffry..”kata Nick tiba-tiba membuka suaranya.

__ADS_1


Spontan orang yang di sebut namanya itu menoleh kearah Nick dengan tatapan sinis.


“ada apa kau memanggil namaku.. kita tidak sedekat itu..” sahut Jeffry tidak suka.


“ya ampun.. kata-katanya saja dengan si Juan itu” Guman Nick menoleh sekilas ke arah Ken


yang kondisinya sama buruk dengan dirinya.


“maaf Tuan saya minta maaf atas kelancangan ku” jawab Nick tertunduk.


“jadi.. aku mau bertanya,Nick” Ucap Jeffry dengan cepat mengalihkan pembicaraan.


“silakan Tuan” Sahut Nick mencoba tetap sopan.


Tatapan tajam dari Jeffry membuat Nick mengingat sahabatnya sendiri yang tidak lain adalah


Louis yang rupanya sama menyeramkannya.


Nick menelan air liurnya dengan pahit, bisa ia pastikan bahwa Jeffry akan bertanya perihal


Black Rose selama ia yang mengambil ahli.


“Ehemmm”


Jeefry berdehem saat meilihat Nick bengong.


“Humm sepertinya kau tidak siap menjawab semua pertanyaaku, sudahlah sebaiknya mulai


besok aku sendiri yang akan mengurus semuanya .. Black Rose akan berada dalam control


ku mulai sekarang.. dan kalian berdua harus tidak harus , mau tidak mau akan


menjadi bawahanku mulai sekarang dan akan berada di sampingku setiap saat”


Terang Jeffry berbicara panjang lebar.


Ken sukses kaget bukan main, neraka kini menantinya.. ia kini menyesal karena telah


menghubungi Jeffry saat itu. Kehidupanya tidak akan sesantai saat Zenia yang


memimpin.


“Ken kau tidak pernah jatuh cinta bukan kepada seseorang..?” Tanya Jefrry penuh selidik.


“Tidak pernah Tuan” jawabnya.


“ternyata kau setia. Tidak sia-sia aku mengubahmu menjadi gay saat itu” ucap Jeffry


dengan senyum miring.


Ken tersenyum samar santai sekali Jeffry mengatakan hal itu, pria kejam dan gila yang menjadi


paman dari Zenia sungguh kesialan, jeffry bukan hanya berperilaku seperti itu kepada Ken tapi kepada Putra kandungnya sendiri yaitu Juan. Nick yang tidakmengerti hanya mendengarkan perkataan Jeffry dan menyimak setiap kata.


“sepertinya akan ada teman baru untuk kalian” ucapnya tersenyum manis kearah Nick.


“ Mampussss.. ken kau mengali kuburamu sendiri” batin Ken mengutuk dirinya


sendiri.


Bersambung...


sampai Jumapa hari senin 😁👋👋👋

__ADS_1


__ADS_2