
Di perusahaan.
Louis sangat terburu-buru menyelesaikan pekerjaannya yang banyak, hari ini ia sangat bahagia dengan tingkah Istrinya yang sudah berubah lebih sedikit manis.
Semangatnya semakin memburuh membayangkannya saja Louis sudah tidak tahan ingin pulang, ia ingin segera berduaan dengan Zenia sepanjang hari. Anton menatap heran ke arah Louis yang senyum-senyum sendiri bahkan terkadang Bos ya itu berguman tidak jelas.
"Anton apa aku masih mempunyai jadwal penting hari ini." tanya Louis sambil meminum kopi yang berada di atas meja.
Anton menggeleng pelan lalu menjawab.
"seperti sudah tidak ada Tuan, Namun sepertinya besok anda akan sangat sibuk dan beberapa hari kedepannya." ucap Anton dengan wajah serius bagaimana pun di depan louis ia harus bersikap profesional.
Louis meletakkan cangkir kopinya yang sudah kosong, menatap Anton.
"Kau atur ulang karena dua hari kedepan aku ingin pergi Honeymoon dengan istriku, dan urus segala persiapan aku dan Zenia, ok."
Kata Louis membuat wajah Anton sedikit berkerut pekerjaannya akan bertambah lagi.
"Baik Tuan." jawab Anton mencoba menahan segala ucapan yang akan keluar dari mulutnya. Ia tidak ingin gajinya di potong karena terlalu banyak bicara kepada Bosnya itu.
***
Zenia baru saja terbangun dari tidur lelap, rasa lelah perlahan hilang setelah ia tertidur selama beberapa jam, setelah itu Zenia beranjak ke kamar mandi untuk menyengarkan dirinya.
__ADS_1
Sepuluh menit kemudian Zenia sudah wangi dan segar ia berjalan menuju ruang tamu sambil memakan cemilan dan bersantai menunggu kedatangan Louis.
Waktu sudah menunjukkan jam tiga siang Seseorang membuka pintu rumahnya, Zenia mendekati orang itu langsung memeluknya dengan erat, Louis sempat kaget, Dia yang baru pulang merasa sangat bahagia ketika istrinya itu tiba-tiba saja memeluk dan menyambut kedatangannya.
Louis menguraikan pelukanya, perlahan Zenia melepas pelukan itu lalu menatap suaminya dengan wajah nakal.
"Honey.. Ayo kita ke kamar dulu, ada yang ingin aku berikan untuk istriku ini." ucap Louis mencium pipi Istrinya sembari berbisik, Zenia terdiam tidak merespon jadi terpaksa louis mengangkat tubuh istrinya agar bisa lebih cepat.
Begitu mereka sudah berada di kamar, Louis menurunkan Zenia di sofa dan mengambil sebuah kotak yang berada di saku jas. Louis menyerahkan sebuah Kotak kecil ..
"Honey ambilah, Ini hadiah dariku."
"Hadiah apa ini Louis?" tanya Zenia mengambil kotak dari tangan Louis.
Zenia perlahan membuka kotak kecil itu, betapa senangnya ia melihat hadiah pemberian dari Louis, Ia tidak segan mencium pipi dan bibir louis sebagai balasan untuk hadiah yang diberikan kepadanya.
"Jangan terburu-buru sayang, kita akan segera melakukannya tapi ...." ujar Louis mengoda istrinya.
Zenia sudah sangat menginginkan suaminya itu tidak mengubris perkataan Louis, ia meletakkan hadiah itu di meja lalu membuka seluruh pakaiannya sendiri dan kembali menempelkan bibirnya kepada suaminya itu, bahkan Zenia tidak segan membuka seluruh pakaian Suaminya tersebut.
Louis mengerti Zenia menginginkan dirinya, langsung membalikan tubuh Zenia ke bawanya, dan berlarut dalam ciuman panas dari istrinya itu.
"Honey kau kenapa baru kali ini kau yang memulainya terlebih dahulu." Ucap Louis di sela-sela ciumannya.
__ADS_1
"Aku hanya bahagia saja lakukanlah aku menginginkan mu." pinta Zenia, Louis menjadi sangat senang tersenyum hangat.
Pria itu mulai melakukan aksinya Keringat membasahi mereka berdua di dalam kamar, hasrat dari keduanya tidak bisa di tahan lagi Zenia bahkan lebih ganas dari Louis. Suara desahan memenuhi Kamar dari Zenia dan Louis untung saja kamarnya kendap suara jika tidak pasti para maid akan mendengar suara desahan yang keluar dari mulut mereka.
Dua jam kemudian.
"Honey, Aku mencintaimu, sikapmu hari ini kenapa sangat manis." ucap Louis ketika selesai dengan kegiatannya, ia mengusap kening Istrinya yang penuh dengan keringat.
"Aku akan berusaha untuk membuka hati untukmu bersabarlah, suatu saat nanti aku juga akan mencintaimu Louis." Zenia menatap wajah Louis yang selalu menatapnya tiada henti.
"Oh iya kapan honeymoon kita?" tanya zenia lagi.
"Dua hari kedepan bersiaplah dari sekarang, kau pasti tidak akan pernah melupakan Honeymoon kita."
kata Louis sambil mencium kening istrinya dan memeluknya dalam dadanya yang membidang.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.