My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"kesal"


__ADS_3

Jeffry berdiri bersandar di luar mobilnya dengan kedua tangan di letakkan di atas dada, dengan tatapan angkuh Jeffry sama sekali tidak melepaskan tatapannya tersebut dari Rufella dan anggota keluarga lainnya. Pria itu sangat yakin bahwa kematian adik kandungnya bukan karena kecelakaan murni tapi telah di rencanakan oleh seseorang dan setau Jeffry adiknya yang tidak lain ayah kandung dari Zenia yaitu Jacob bukan orang yang ceroboh dan sangat teliti setiap saat.


Sepuluh menit kemudian, Jeffry melihat sebuah mobil berwarna silver model Ferarry mendekati posisi-nya berdiri sekarang ini.


"anak itu akhirnya sampai juga" Ucap Jeffry menarik sudut bibir ke atas membentuk senyuman miring.


Mobil itu menepi dan turunlah seorang pria berawakan gagah dan Tampan siapa lagi kalau orang itu bukan Juan putra satu-satu dari Jeffry.


"Hei bocah tegil kemarilah cepat, lama sekali kau jalannya" teriak Jeffry.


Juan yang awalnya ingin menyapa ayahnya langsung menjadi malas, Ia mempercepat langkahnya dan berlari-lari pelan agar segera bisa berada di hadapan Jeffry lebih cepat.


"Kenapa kau lama sekali, kau liat nih.. ayah sampai gatal akibat gigitan nyamuk" keluh Jeffy menunjukkan lengannya dan benar saja ada bekas gigitan nyamuk di lengan tersenut.


"ayah siapa dia.. amit-amit aku punya ayah seperti itu" batin Juan menatap Jeffry dengan tatapan aneh.


"ada apa..?, katakan apa yang bisa ku bantu" Ucap Juan langsung pada inti.


Jeffry meledik dan menatap putra semata wayangnya itu dengan sebuah senyuman usil terukir jelas, Juan yang melihatnya tiba-tiba menjadi merinding apa yang sebenarnya yang di inginkan oleh ayahnya itu lagi.


"Juan, kau pasti sudah tau bawa pamanmu Jacob mengalami kecelakaan yang menyebabkannya sampai meninggal.. kau liatlah di sana dan cari siapa pelaku yang telah merencankan kecelakan itu, Aku yakin salah satu dari merekalah pelakunya" ujar jeffry.


Juan menatap ayahnya mengerutkan kening, drama apalagi yang ayahnya ini tau tentang keluarga dari Ibu Zenia ini, Juan mulai merasa ayahnya itu adalah peramal yang tau segalanya padahal Jeffry sama sekali bukan orang yang bisa di anggap seperti itu.


"apa maksudmu, aku tidak mengerti"


"anak bodoh ini.. pikirkan sendiri, Ayah tidak pernah mengajarimu menjadi orang bodoh atau kau ingin kembali lagi ke Club itu"


"cih.."


"Juan kau dengar gak..?, apa Ayah perlu mengetok kepalamu supaya-"


"tidak perlu aku sudah mengerti"

__ADS_1


Juan langsung mengangguk mencegah ayahnya melanjutkan perkataan yang sudah Juan tau kelanjutannya dan otaknya semakin bergeser ke samping gara-gara ayahnya sendiri.


"okay kalau begitu kau lakukan mulai besok, Ayah sudah lama ingin menghukum keluarga yang penuh kebohongan itu dan jangan mengecewakan dirinya sebagai anakku" Kata jeffry menepuk bahu Juan.


Begitu selesai Jeffry masuk kedalam mobil dan segera pergi dari sana tanpa berkata banyak.


Juan hanya memutar bola mata dengan malas untung saja dia membawa mobil jika tidak di pastikan dirinya akan pulang dengan berjalan kaki.


"dasar gila.." Gerutu Juan melempar batu kearah mobil ayahnya tersebut namun tidak sampai mengenainya.


***


Zenia dan Louis sampai di mansion besar milik keluarga Louis, disana sudah ada Lina dan Marget menyambut kedatangan mereka berdua.


Lina langsung memeluk menantunya tersebut dengan lembut, ia yakin saat ini Zenia membutuhkan sandaran dari seseorang dan dirinya yang maju.


Louis dan Marget hanya bisa menghela napas pelan Lina mungkin kadidat yang paling di butuhkan oleh Zenia. Kedekatan manantu dan mertua itu bisa di katakan sangat baik Zenia yang begitu mudah menarik perhatian orang-orang.


"sabar sayang, masih ada kami disini.. mungkin kakek Zein, ayah,dan ibumu sudah berada di tempat yang terbaik, kau tidak perlu Khawatir sayang kau tidak akan pernah sendirian ingatlah banyak sekali orang-orang yang sangat menyayangimu"


"ada di dalam sayang, mungkin bermain dengan kakeknya. Ayo kita masuk"


Lina mengandeng tangan Zenia masuk kedalam mansion dengan langkah yang pelan sesekali Zenia menarik napas berat.


"Huh.."


"Honey.."panggil Louis karena khawatir dengan istrinya.


"aku tidak apa-apa" sahut Zenia memaksakan senyum.


Selanjutnya wanita itu berjalan menuju kearah putrinya yang ternyata di gendong oleh Loren tampak sesekali sangat senang bersama dengan bayi mungil itu.


"kesinikan.." pinta Zenia datar kepada kini sudah berada di hadapan Loren tanpa memperdulikan Louis, Loren menatap Zenia dengan sagat seduh ingin sekali pria itu memeluk dan membawa Zenia ke suatu tempat untuk menangkan pikiran wanita yang dia cintai itu.

__ADS_1


"Zenia.. sepertinya kau pucat, sebaiknya kau istirahat dulu dan biarkan Lareina bersama denganku nanti kalau dia lapar atau haus akan ku bawa kepadamu" Ucap Loren menolak meyerahkan Lareina. Lihat saja penampilan dari kakak iparnya sekarang sangat pucat.


"aku baik-baik saja.. serahkan anakku" pinta Zenia lagi kini memaksa mengambi putrinya, tidak peduli jika Loren tidak mau meyerahkan kepadanya lagi pula Loren bukan siapa-siapa.


"Kesinikann Loren"


pinta Zenia ketiga kalinya dan Loren tidak berdaya langsung menyerahkan Lareina tanpa mau melawan lagi.


Sedangkan Louis mengepalkan kedua tangannya secara diam-diam, ia belum sepenuhnya bisa melupakan kejadian beberapa hari yang lalu.


"awas saja" Batin Louis.


"Honey ayo kita istirahat.. nanti aku bawakan makanan ke kamar" ajak Louis sesegera mungkin sebelum kemarahnya mulai memuncak.


Zenia mengangguk pelan, dengan adanya Lareina Zenia merasa cukup tenang memang benar kata orang bahwa anak adalah malaikat untuk kedua orangtuanya dan itu berlaku kepada dirinya juga begitu pun kepada Louis.


"Mama.. aku sangat kasihan melihat Zenia sekarang, selama aku mengenalnya dia tidak pernah serapuh ini" ucap Loren begitu kakaknya dan Zenia sudah tidak ada di sana.


"Masa.? mama tidak percaya.. kau setuju denganku pah..?" Lina tersenyum meremehkan Loren dan menoleh ke arah Alexander.


"Lina sayang.. kau sudah tua berhentilah mengoda putra mu sendiri, Loren kau kembali ke kamarmu dan tidur jangan pernah berkata seperti itu di depan Louis bisa-bisa dia mengamuk".


ucap Alexander kepada sang istri yang kini melotot kepadanya.


.


.


.


Bersambung..


Besok Chan Up lagi..

__ADS_1


jangan khawatir Novel aku tamat tidak peduli dengan kebijakan baru NT,


semangat untuk diriku sendiri dan untuk kalian πŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜Š


__ADS_2