My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Sebelum Ketahuan"


__ADS_3

Waktu menjelang pagi, Zenia kembali ke rumah Louis agar tidak ketahuan bahwa dia pergi secara diam-diam tanpa di ketahui oleh siapapun. Ia kembali melewati lubang yang berada di belakang rumah Louis.


Zenia berjalan santai menuju kamarnya di sana Louis masih terlelap dengan memeluk bantal yang di ganti oleh Zenia sebelum ia menyelinap keluar. Zenia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang penuh dengan percikan darah korbannya.


10 menit kemudian ....


"Hum ... Louis belum bangun juga, padahal katanya kemarin ia mempunyai rapat di pagi hari." guman Zenia ketika keluar dari kamar mandi dan melihat Louis masih saja belum bangun dari tidurnya.


Zenia beranjak menuju Louis mengguncang tubuh suaminya agar Louis bangun. "Louis bangun sudah siang." ucap Zenia ingin menjahili Louis.


"Sial sekali hidupku, aku menikahi orang seperti ini, walau wajahnya tampan tapi dia orang sangat menyebalkan." Zenia kembali berguman, Louis yang berpura-pura tidur mendengar semua ucapan yang keluar dari mulut Istrinya itu.


"Bangunlah, Louis sayang, kau akan terlambat nantinya, Ayo bangun!" ujar Zenia mulai merasa dongkol untuk membangunkan suaminya.


Louis yang mendengar panggilan sayang dari istrinya tersenyum lebar dan membuka matanya.


"Honey ... selamat pagi kau sangat cantik, bagaimana jika kita habiskan waktu dulu berduaan." Kata Louis menarik Zenia ke pelukannya dan memberikan ciuman selamat pagi.


"Aku mau memasak untuk beberapa hari kedepan bersama bibi marget jadi, aku tidak mau berduaan denganmu, setiap malamkan kita sudah melakukannya apa kau tidak puas. " ujar Zenia menjauhkan diri dari suaminya yang mesum.

__ADS_1


"Sebentar saja Honey ... Kumohon." Louis memohon seperti anak kecil yang merajuk kepada Ibunya, namun Zenia tetap menolak ajakannya.


"Honey, sebentar saja, kemarilah ...." panggil Louis,


"Aku tidak mau, kau lakukan saja sendiri." ujar Zenia berdecak kesal.


Dengan cepat Zenia melangkah buru-buru segera keluar dari kamar bisa-bisa Louis menerkamnya saat itu juga jika tidak segera pergi.


Saat di luar Zenia tanpa sengaja melihat bibi marget hendak menuju dapur.


"Bibi ... selamat pagi, Bibi mau memasak?" tanya Zenia menghampiri bibi marget seraya bertanya.


"Iya ... di mana Louis kenapa kau sendirian sayang?"


"Kesukaan Louis ... apa yah? " Bibi marget mencoba mengingat makanan yang paling di sukai oleh keponakannya itu.


"Louis paling suka Roti manis dengan gula halus di atasnya dan juga mungkin apapun asal kamu yang memasak untuknya." ujar Bibi marget tersenyum ke arah Zenia yang tadinya berwajah serius seketika berubah menjadi merah karena merasa malu dengan ucapannya.


Zenia sesekali membantu Bibi marget untuk menyelesaikan masakannya, karena yang di buat oleh Zenia hanya roti gandum dengan gula halus di atasnya sesuai ucapan dari Bibi Marget.

__ADS_1


"Zen ... kau panggil Louis untuk kesini makan dia pasti sudah kelaparan." Bibi marget mengambil ahli kembali yang di masaknya dari tangan Zenia dan menyuruhnya agar memanggil Louis.


Zenia mengangguk dengan sopan dan melangkah ke kamarnya untuk memanggil suaminya agar ke meja makan.


"Ah ... Kenapa aku sangat gugup hanya karena ingin memanggil orang menyebalkan itu bukan Louis sekarang suamiku." gerutu zenia sambil melangkah masuk ke dalam kamarnya.


Betapa kagetnya ia melihat Louis kembali tidak nyenyak di atas ranjang dan sama sekali belum bersiap untuk bekerja.


"Pria ini kenapa menjadi sangat menyebalkankan begini." ujar Zenia kembali membangunkan Louis dengan memberinya jentikan jari ke dahi suaminya.


"Aduhh sakit ... siapa sih?" racau Louis dengan mata sedikit terbuka mencari orang yang menyentil dahinya, namun tidak melihat siapapunn.


"Pasti aku cuma mimpi ... tapi kenapa rasa sakinya sangat nyata." ucap Louis mengelus dahinya berdenyut nyeri.


Zenia terkekeh sendiri setelah menjahili Louis, ia jongkok ketika melihat mata Louis sedikit terbuka bisa gawat jika ia ketahuan.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2