
~~ Incomplete Love ~~
.
.
.
.
(Cinta yang tidak Lengkap.)
Rufella mendatangi pesta anggur bersama dengan Roni, adiknya yang bergitu berpengaruh akan kalangan atas langsung di sambut hangat oleh penyelenggara pesta tersebut.
Hiasan dindin dan atap gedung itu cukup indah walau simpel tapi dangan iringan musik dari piano menghidupkan suasana di sana. Rufella sendiri tidak bisa meminum minuman alkohol karena akan bisa berdampak buruk bagi bayinya, ada seorang pria yang mendekatinya dan sorot mata pria memperhatikan lekuk tubuhnya yang berbalut gaun selutut.
"Nona apa yang Anda lakukan di sini, kenapa tidak bergabung dengan tamu yang lainnya." sapa orang tersebut dengan rama. Rufella menggeleng karena ia sudah tidak suka dengan hal seperti ini, ia menyetujui ajakan Roni karena ia tidak mau membuat adiknya itu kesal saja.
"Aku tidak suka dengan pesta semacam ini, aku di sini saja menunggu sampai adikku selesai dengan teman-temannya." sahut Rufella.
"Seperti itu Nona, apa boleh aku menemani Anda?" tanya pria tersebut menarwakan diri. Rufella terlihat tidak suka akan kehadirannya lantas tidak menjawab dan membalikkan tubuhnya membelakangi pria itu.
"Maaf aku hanya ingin sendiri." tolaknya.
Pria itu menghembuskan napas.
"Baiklah Nona, semoga hari anda selalu beruntung."
"Saya pamit."
Dua jam kemudian, Roni akhirnya mendekati kakaknya yang sudah bosan sendirian di balkon setelah itu ia mengajak kakaknya untuk pulang karena pesta juga sudah selesai, terlihat banyak sekali yang mabuk terpengaruh dengan minuman, Namun tidak dengan Roni pria itu terlihat baik-baik saja.
"Apa kau tidak meminum anggur?" tanya Rufella sesaat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Minum tapi tidak banyak."
"Oh iya Kak, kenapa kau tidak ikut tadi padahal sebelumnya kau sangat bersemangat akan pesta anggur seperti ini."
"Aku sudah tidak menyukainya, sebaiknya kita kembali kerumah aku sangat lelah." ucap Rufella, Roni menyengir benarkan kakaknya itu berubah seratus delapan puluh derajat.
"Oh, aku kira kakak masih suka, makanya aku sengaja mengajakmu tadi."
"Aku suka dengan kakak yang seperti ini. Tolong jangan berubah lagi seperti sebelumnya." ucap Toni penuh harap.
__ADS_1
"Hummm ...."
^^^
Pagi hari hingga siang yang Rufella kerjakan hari ini adalah tidur dan tidur, wanita sangat malas untuk sekadar bergerak rasa mual terkadang menyerangnya hingga membuat tenggorokan wanita terasa pahit bercampur asem.
"Kakak kenapa kau masih tidur jam segini, ayo bangun dan. kita olahraga mumpung hari minggu." ucap Roni.
"Tidak, kau saja yang pergi sendiri kakak mau di rumah saja. Lagi pula sudah siang kau mau olahraga apa?" tanya Rufella dari kasurnya. Ia merasa jika adiknya ini sudah kehilangan akal.
"Ya sudah aku pergi saja sendirian ke Gym kalau kakak tidak mau ikut." ucap Roni sebelum beranjak sari sana.
"Pergi sana."
"Aku harus keluar rumah membeli susu." gumannya bangkit dari tempat tidurnya, ia sesaat memperbaiki penampilannya agar tetap cantik seperti biasa.
***
Toko Queensland.
Rufella tengah berada di pusat perbelanjaan, ia menaiki eskalator menuju tempat kebutuhan sehari-hari.
"Rufella apa yang kamu lakukan di sini?" seseorang tiba-tiba menepuk pundaknya, suara tidak asing dan sangat ia rindukan, perlahan ia berbalik dan mendapati Ken lah yang berada di sana.
"Ka-u apa yang kau lakukan di sini?" tanya Rufella, ia tidak berani menatap kedua mata Ken dan memilih menundukkan pandangnya.
"Tentu saja belanja, kau sendiri apa yang kau lakukan, jangan-jangan diam-diam kau mengikutiku, oh iya Rufella aku mau meminta maaf atas yang terjadi hari itu aku kehilangan kendali saat itu, kau tidak hamil anakku kan?" tanya Ken penuh selidik.
Rufella menelan air ludahnya sendiri, ia tidak mau mengatakan jika dirinya hamil bisa-bisa ia di minta untuk menggugurkan anaknya satu-satunya tujuan hidup Rufella kini.
"Tidak aku tidak hamil, dan ..."
"Kau meminta maaf, tidak perlu Ken, kau ini selalu saja munafik dan berbohong, aku tidak suka kepada orang seperti dirimu berkata manis dan membuatku hanyut akan permainanmu setelah itu kau meninggalkan ku begitu saja, apa kau pikir aku ini boneka."
"Dengar Ken setelah hari itu kau bersama dengan Juan memaksaku minum pil Kb itu, aku sudah memutuskan untuk melupakan perasaanku kepadamu." ucapnya. Rufella melangkah mundur menjauhi Ken, pria yang selama ini yang ia cintai namun Ken tidak mau bertanggung jawab kepadanya hingga perasaan itu Rufella kubur dalam.
"Kalau begitu baguslah." sahut Ken seakan tanpa beban.
Rufella merasa sakit hati, cukup dirinya di kecewakan berkali-kali, mungkin obesesi mencintai seseorang bisa berakhir menyedihkan seperti sekarang ini, cintanya tidak pernah terbalas.
"Selamat tinggal Ken, suatu hari nanti kita akan bertemu kembali, kuharap kita jangan saling mengenal untuk waktu yang panjang."
"Kau mau kemana?" tanya Ken seolah tidak rela namun tidak bisa, ia harus kuat.
__ADS_1
"Tidak perlu kau tau."
"Aku harap kau kelak bisa berubah dan menjadi di sendiri." ucap Rufella, ia tersenyum lalu membalik tubuh segera pergi meninggalkan Ken di sana yang berdiri mematung.
"Aku mencintaimu." ucapnya dalam hati .
Ken sendiri tidak berdaya, Ken tidak mampu membalas cinta wanita itu, dirinya harus berbakti kepada Geng nya itu dan tidak memiliki perasan kepada siapapun.
"Maafkan aku, Rufella ... di kehidupan selanjutnya aku akan menikahmu dan menbuatmu bahagia, langkah kaki yang aku sudah jauh tidak mungkin aku melepas semua ini hanya karena dirimu dan ... Anak kita."
"Aku harap kau membesarkanya dengan penuh cinta, tolong lupakan diriku." ucap pria itu berguman sambil memperhatikan punggung wanita yang tengah mengandung anak itu, Ken tidak bisa mencintai Rufella dan selamanya akan seperti itu.
Ia tidak pernah menyesal telah tidur bersama dengan Rufella, karena wanita itu Ken bisa merasa bagaimana di cintai oleh seseorang dan di perhatikan, walau tindakan Rufella keterlaluan namun Ken tidak pernah merasa terganggu, setiap ekspresi yang ia tujukan kepada Rufella adalah bukti jika dirinya sebenarnya menyimpan perasaan kepada wanita itu.
Ken akhirnya kembali, hari ini hari terakhir Ken di paris. Ia akan kembali ke London dan menetap di sana untuk selamanya menemani Jeffry.
"Aku minta kau jaga diri baik-baik." guman Ken dalam hati.
Di sisi lain Rufella sesekali memejamkan matanya, ia sudah kucukup dan tidak mau terlibat lagi dengan pria itu.
"Selamat tinggal Ken dan sampai jumpa." ucapnya sambil mengelus perutnya. Ia akan membesarkan anaknya ini sendiri tanpa pria berengsek itu.
.
.
.
.
.
End. πππ
Udah End yah aku up hari ini langsung 5 eps.
Tidak ada Extra part, Kisah ini memang seperti ini karena judulnya sudah menjadi bayangan bagaimana Endingnya OK. π
"Cinta yang tidak lengkap."
Di sini Ken tidak bisa meninggalkan Geng nya sebab jika ia pergi dan kabur bersama dengan Rufella, selama hidupnya akan menjadi buronan dan di kejar oleh berbagi kelompok Mafia untuk di bunuh dan Ken tidak berdaya terpaksa ia tidak mengungkapkan perasaannya kepada Rufella karena ia tidak mampu. Ken berpikir jika Rufella hamil anaknya setidaknya anak mereka akan menyempurnakan cintanya untuk wanita itu.
~Sekian aku butuh istirahat penuh.~~
__ADS_1