
~~ My Devil Wife's ~~
.
.
.
.
Waktu menujukan pukul 19.25
Loren baru saja sampai di depan mansion mewah keluarganya, dengan penuh semangat ia melangkah masuk menggandeng tangan sang kekasih sesekali saling melempar senyuman satu sama lain, Loly berusaha mengatur detak jantung yang terus berdebar-debar tidak karuan, ini adalah pertemuan pertamanya dengan keluarga Loren setelah mereka resmi bersama.
Loly sejenak menghentikan langkahnya, ia menggigit bibir lalu menelan air liurnya berkali-kali hingga rasanya tenggorokannya hampir kering.
"Loren, aku sangat gugup" kata Loly, ia kembali meneguk air liurnya, Loly benar-benar gugup, apa lagi ia tau kalau anggota keluarga dari kekasihnya itu sangat menjunjung tinggi harga diri diatas segalanya, sedangkan dirinya hanyalah seorang yatim piatu, akankah keluarga Loren bisa menerimanya.
"jangan gugup, orang tuaku pasti akan senang berkenalan dengan mu, ayo kita masuk" ajak Loren kembali menarik tangan Loly.
"Tapi.. "
"Tidak usah khawatir sayang ada aku di sini" ucap Loren begitu lembut, Loly yang mendengar kata sayang seketika di buat malu akan sebutan itu.
"Sayang..?" tanya Loly menatap Loren dengan wajah bingungnya.
"iya..., Ayo kita masuk, jangan khawatirkan apapun. Loly sayang" ajak Loren lagi, dengan terpaksa Loly menuruti sang kekasih walau dengan langkah yang berat.
***
"Kau membawa siapa sayang..?" tanya Lina mendekati putra keduanya, ia melirik wanita yang berada di samping Loren dengan wajah yang tertunduk kebawa.
"kekasihku mama, namanya Loly" jawab Loren.
"Kekasih?, sejak kapan kau berpacaran dengannya..?" tanya Lina.
"baru lima bulan mah" Jawab Loren, Lina tampak menatapnya datar sekilas lalu berahli menatap ke arah Loly.
"Jadi namamu Loly?, apa benar kau berpacaran dengan putraku" Tanya Lina dengan santai.
Loly yang merasa tercekal menggigit bibirnya lalu menganggukkan kepala pelan tanpa menyahut, entah apakah hari ini hubungannya dan Loren akan terhalang karena status mereka yang berbeda.
"Jawablah sayang" ucap begitu manis Loren merangkul bahu Loly dengan mesra.
"iya tante.." jawab Loly dengan senyuman yang tampak di paksaan, jujur saja nyali-nya menciut.
Lina sontak di buat terkejut begitupun anggota keluarga lainnya berada di sana termasuk Louis dan Zenia yang langsung menoleh kearah Loly.
__ADS_1
Sebuat senyuman terukir di wajah Louis. ia menatap Loren begitu senang dan menarik pinggang istrinya semakin dekat dengannya.
"Syukurlah anak itu sudah mempunyai kekasih dengan begitu ia akan melupakan Zeniaku" guman Louis dalam hati begitu bahagia.
"Loren kau memiliki kekasih" kata Alexander tiba-tiba berdiri lalu menghampiri Loren dan Loly.
"iya Pah"
"Mati aku dia pasti papa Loren, Tuan Alexander dan yang menyambutku tadi pasti mama Loren, aku harus bagaimana" batin Loly, debaran jantungnya semakin bertambah, ia benar-benar di buat gugup di tambah kehadiran kakak dari Loren yang tidak lain adalah Louis bersama istri dan anaknya.
Sejenak Loly di buat terdiam ketika melihat wajah wanita yang selama ini Loren tangisi, Loly tidak tau harus bereaksi seperti apa kakak ipar kekasihnya itu melihat ke arahnya dengan tersenyum ramah kepadanya dan justru membuat Loly tertegun kagum akan ciptaan Tuhan yang begitu sempurna itu.
"Pantas saja Loren sampai sekarang susah melupakan perasaannya kepada kakak iparnya, wanita itu cantik dan mempesona jauh berbeda denganku" lanjutnya, ia merasa malu perbandingan antara dirinya dan Zenia sangatlah jauh.
"Kau ajak kekasihmu duduk, papa mau berbicara dengan mama sebentar" ucap Alexander menyuruh Loren dan langsung di laksanakan sesuai perintah papanya.
«««
Beberapa saat kemudian, Louis tidak berhenti senyam senyum tidak jelas membuat Zenia yang menyadari kelakuan aneh suaminya di buat begitu heran.
"Hei kau kenapa?, kenapa kau tersenyum terus dari tadi Louis?" tanya Zenia dengan kening berkerut.
"hari ini aku sangat senang Honey, selamanya aku mencintaimu dan anak-anak kita" kata Louis menatap kedua mata sang istri, uratan kebahagiaan terlihat sangat jelas.
"cihh.. dasar aneh" ketus Zenia, ia sedikit menggeser tubuhnya agak jauh dari suaminya.
"Jangan mendekat, aku sungguh lelah dari tadi kau tidak membiarkanku jauh sedikit pun darimu"
Zenia mengulurkan tangannya hendak berkenalan dengan Loly.
"Hai, saudara ipar, perkenalkan aku Zenia" kata Zenia memperkenalkan diri. Loly tidak menanggapinya membuat Zenia menarik tangannya kembali.
"Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan, wanita cantik ini mengajakku berkenalan" batin Loly hanya menatap Zenia.
"Kenapa kau hanya diam" kata Zenia terdengar kecewa karena Loly mengabaikannya, ia lalu menoleh ke Loren.
"humm, Loren kekasihmu ini sangat pendiam, tidak seru" kata Zenia begitu kecewa kepada Loren.
"Hehehe, Zen.., bukan begitu tapi Loly sepertinya kagum dengan mu" Loren tertawa datar. ia juga merasa heran ada apa dengan Loly saat ini padahal wanita itu adalah seseorang yang sangat ramah.
"Kagum?, kepadaku?, Hah..?"
"Honey, sudahlah, ayo kekamar sepertinya putri kita mengantuk"
"berhenti menggangguku, itu alasanmu saja, jelas-jelas Larenia bersama dengan Jennata di atas. jangan membuat alasan" kesal Zenia, Louis seketika berwajah masam Zenia selalu saja bersikap seperti ini kepadanya jika ia mengajak istrinya pergi.
Zenia kembali menatap Loly, ia begitu penasaran dengan wanita yang menjadi kekasih Loren.
__ADS_1
"Loren Siapa nama dia tadi..?" tanya Zenia.
"Namanya Loly, Honey" kata Louis menjawab mendahului Loren.
"Siapa yang bertanya kepadamu?"
"Tidak ada, tapi aku menjawab karena tau jawabannya, Honey kau jangan berbicara dengan pria lain di hadapanku.. tidak di izinkan" ucap Louis menegaskan suaranya.
"ternyata suaminya posesif sekali" guman Loly dalam hati, ia belum berani mengeluarkan suaranya.
"Oh jadi kau mau membatasi kehidupan kebebasanku, Hah. apa aku harus mendapatkan izin dari terlebih dahulu untuk berbicara dengan pria lain termasuk, paman Jeffry dan Juan?" Tanya Zenia dengan raut wajah dinginnya, Louis mengedipkan kedua mata seolah tidak mau di salahkan.
"Kau salah paham, Zenia aku tidak membatasi kebebasan mu, tapi aku hanya tidak mau kau mengajak Loren berbicara dengan mu begitu lama, apa kau tidak merasa bersalah karena seolah kau tidak melihat keberadaan kekasih Loren" Kata Louis beralasan.
"Bodoh"
««
Di markas Black Rose. Jeffry mengamuk begitu ia mengetahui penyebab kecelakaan dari adik kandungnya. Kecurigaan nya selama ini tidak pernah meleset, Kecelakaan yang menimpa Jacob ternyata sudah direncanakan oleh saudara dari istri adiknya tersebut.
Walau Jeffry orang kejam tapi dirinya tidak akan begitu tega menyakiti keluarganya sendiri, terlebih lagi jika ada yang mau menyakiti Keponakan kesayangan sudah pasti Jeffy akan turun tangan sendiri dan membereskan semuanya dengan mudah.
"Keluarga sialan itu, aku tidak akan melepaskannya.., mereka akan menderita seumur hidupnya" kata Jeffy mengeraskan rahangnya.
Juan yang kala itu bersama dengannya hanya menatap ayahnya sendiri dengan hela napas lega setidaknya semua tugas yang diberikan oleh ayahnya itu selesai juga.
"Hei Juan, besok kau harus ikut bersama dengan ayah ke kediaman Keluarga sialan itu"
"Aku tidak akan membiarkan mereka bahagia atas kemenangannya" ucap Jeffry.
"sialan. aku kira tugasku selesai ternyata ayah malah menambah lagi, sebaiknya aku iyakan saja dari pada bertengkar lagi" Guman Juan lalu menjawab.
"Baiklah ayah"
"Apa sebaiknya kita mengajak Zenia juga, ia berhak tau dan ikut juga ayah" lanjut Juan.
Jeffry menggeleng, ia tidak mau Zenia ikut campur dan bisa di pastikan bahwa suami keponakan nya tidak akan mengizinkan Zenia juga.
"Jangan memberi tau kepada Zenia, jika dalang kecelakaan yang menimpa orang tua dan kakeknya adalah keluarga ibunya sendiri"
.
.
.
.
__ADS_1
.
sampai jumpa besok lagi.. 😘😘😘