
Ahirnya drama antar mengantar telah selesai. Meskipun sikap Al sudah mirip kanebo kering, tetapi Ve sangat berterima kasih padanya.
"Nah, tuh anak baru pulang," seru nenek dari kejauhan.
Nenek Safa bersyukur karena Ve sudah sampai di rumah dengan selamat.
"Assalamu'alaikum, Nek," sapa Ve ketika sampai di rumah.
"Wa'alaikumsalam, ya ampun kenapa sampai malam begini?" tanya nenek hawatir.
Sontak saja nenek memandang Al dan Ve secara bergantian. Bahkan nenek sangat hawatir pada cucu satu-satunya itu.
"Maaf, kamu siapa?" tanya nenek pada sosok lelaki yang berdiri di samping tubuh cucu perempuannya itu.
"Maaf, Nek, saya Al, teman sekelas Ve."
"Oalah, iya, maafkan cucu saya, pasti sudah banyak merepotkan kamu."
Nenek merasa tak enak hati karena cucunya pasti sudah sangat merepotkan teman sekelasnya itu.
"Enggak kok, Nek."
"Maaf ya, Nek, saya tadi tanpa meminta ijin terlebih dahulu, sudah membawa cucu nenek pergi ke Rumah Sakit, karena ia pingsan dan demam di sekolah."
Reflek tangan nenek menyentuh kening Ve.
"Alhamdulillah, tetapi sudah sembuh 'kan?" tanya nenek dengan khawatir.
"Alhamdulillah sudah, Nek, sebenarnya tadi ia belum boleh pulang, Nek, tetapi karena Ve memaksa, maka saya mengantarkan dia pulang."
"Oalah begitu, ya sudah, nggak apa-apa, terimakasih ya, Nak."
"Sama-sama, Nek."
"Oh ya, Nek, maaf saya permisi pulang dulu sudah larut malam."
"Loh kok buru-buru, nggak mampir dulu, Nak?"
"Maaf, Nek nggak bisa, Papa dan Mama sudah menunggu di ujung gang ini."
"Oh iya, ini tasnya."
Al segera menyerahkan tas sekolah milik Ve, lalu dengan buru-buru ia sudah bersiap meninggalkan rumah itu.
"Iya, makasih ya, Nak," ucap nenek menerima tas pemberian Al.
Ve yang tidak enak hati karena banyak merepotkan Al, juga turut mengucapkan terimakasih padanya.
"Makasih, Kak."
"Iya sama-sama."
Al menatap Ve dan nenek secara bergantian, lalu ia segera berpamitan.
"Hm, saya permisi, Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Keesokan harinya.
...⚜⚜⚜...
...SEKOLAH TUNAS BANGSA...
...Papan pengumuman sekolah....
__ADS_1
...ATTENTION...
...We SMA Tunas Bangsa Basket club open a recruitment for new members....
...For all students that interested us can come to the basket court at Wednesday and Saturday at 3 pm to do regristaion and joint our practice....
...For more information you can contact Andra at 085735687****...
Begitulah bunyi dari pengumuman tersebut. Beberapa siswa banyak yang tertarik dengan pengumuman tersebut tak terkecuali Al.
"Al, kayaknya kita perlu daftar ke situ deh," celetuk Kenzo saat berjalan bareng Al menuju kelasnya.
Al memang sempat melirik papan itu sekilas, bahkan ia sudah berniat untuk ikut mendaftar menjadi anggota tim basket. Tetapi ia tidak mau kalau Kenzo ikut serta bersamanya.
Sebab, hampir dalam semua kegiatan sekolah, ia selalu saja di pasangkan dengannya. Bahkan di dalam pencalonan KETOS dan WAKETOS, nama Kenzo ikut berada di antara daftar calon kandidat.
"Al, diajak ngobrol kok diam aja sih, nggak seru!" protes Kenzo yang menyadari sikap Al tetap saja cuek.
Sedangkan Al masih saja cool dan pandangannya masih fokus ke depan. Tak berapa lama kemudian, Ve terlihat membuang sampah di luar kelas. Hal itu tentu saja menarik perhatian Al maupun Kenzo.
Sayangnya, Kenzo jauh lebih cepat satu langkah di depan Al.
"Sorry Al, gue ada kepentingan mendadak," ucapnya sambil berlari menuju ke tempat Ve.
Al hanya bisa mengepalkan tangannya ketika melihat Kenzo semakin gencar mendekati Ve. Kenyataan kalau Ve anak yatim piatu membuat Al semakin ingin dekat dengannya.
Saat itu pula ia teringat akan papan pengumuman tentang open rekruitmen anggota tim basket di tahun ajaran baru. Karena Al memang suka basket, ia berniat mendaftarkan dirinya saat ini juga. Tak mau melihat kebucinan Kenzo, Al memilih memutar balik rutenya menuju ruang olahraga.
Kebetulan Bella pacar kakaknya adalah anggota cheerleaders di sekolah Al. Ia pun tau kalau Al juga ikut mendaftar. Oleh karena itu ia berniat membantu Al.
Sayangnya Bella menggunakan cara kotor, dengan bantuan orang dalam, ia menyuruh salah satu panitia untuk langsung menerima Al tanpa seleksi. Hal itu ia lakukan agar Al dapat masuk di sana dengan mudah.
🍃Sementara itu di kelas Ve.
Kenzo yang sudah berada di depan kelas mengetuk pintu. Alhasil Ve menengok ke arah pintu kelas.
"Boleh masuk?" tanyanya sopan.
"Eh, Kak Ken, silahkan masuk!"
Tak menunggu lama kini Kenzo telah berpindah posisi dan berdiri di dekat bangku Ve.
"Bolehkah aku duduk?" tanyanya sekali lagi.
"Aduh, basa-basi banget deh," batin Ve.
"Boleh, Kak, tumben kakak kesini?"
Ve segera memberi kode agar Kenzo duduk tepat di samping kursinya. Tentu saja itu kursi Al.
"Aku kangen," ucapnya tiba-tiba.
Deg ... Seketika jantung dan hati Ve berdesir aneh.
"Eh ...."
Kenzo yang melihat perubahan mendadak wajah Ve menjadi tersenyum. Niat jahilnya sukses membuat semburat merah di kedua pipi Ve muncul dengan sempurna.
"Wkwkwkwkwk, canda Ve ...."
Blesh ... Ve pun merasa lega karena tadi hanya lelucon.
"Aku kesini cuma hawatir sama kamu, sekalian mau tanya kenapa kemarin kamu tiba-tiba menghilang dari sekolah?"
"Hehehe, kemarin aku terkunci di toilet kak, trus karena kedinginan aku demam, lalu setelahnya pingsan, bangun-bangun sudah di Rumah Sakit aja!"
__ADS_1
Reflek tangannya memegang kening Ve.
"Gak panas kok, atau sudah sembuh?"
Ve tersenyum.
"Kan udah minum obat, Kak, jadi sudah mendingan."
"Oh, syukurlah kalau begitu."
"Aa ..."
Belum sempat Kenzo meneruskan ucapannya, bel sekolah berbunyi. Entah kenapa tiba-tiba bel tanda istirahat telah usai, berbunyi. Sehingga mau tak mau mereka harus menyudahi pembicaraan mereka.
"Hmm, maaf bel udah bunyi, kita lanjut nanti ya."
"Iya, Kak, nggak apa-apa."
Tak lupa mereka melepas senyum masing-masing sebelum berpisah dan tak lupa saling melambaikan tangan.
Di sisi lain, Al tertawa geli karena ulah iseng-nya barusan berhasil menganggu pasangan bucin, siapa lagi kalau bukan Kenzo dan Ve. Ia pun sempat mengintip dari balik dinding ruang guru, kebetulan kelasnya terlihat jelas dari sana.
"Hahaha, rasain," ucapnya senang.
Bel yang berbunyi barusan memang adalah hasil ulah iseng tangan Al. Entah kenapa tangannya begitu gatal ingin mengganggu Ve dan Kenzo yang sedang asyik mengobrol.
Beruntung ide briliant itu muncul ketika ia lewat pintu ruang guru. Meski begitu guru-guru tak akan marah dengannya. Karena sebelum memulai aksinya ia sudah minta ijin pada Pak Prapto, Wakil Kelas 1A.
Sayangnya, di saat yang sama, ia mendengar percakapan Bella dengan salah satu anggota basket. Alhasil ia tidak jadi ke kelas dan mendengarkan obrolan Bella dengan temannya.
"Makasih ya, Ndra, lo udah bantuin gue buat acc Al masuk tim basket."
"Sama-sama, Bell, apa sih yang enggak buat lu."
Sikap Bella yang selalu ikut campur ini membuat Al kurang suka terhadap pacar kakaknya itu. Terlebih ia ingin masuk tim basket dari hasil kerja kerasnya sendiri. Sayangnya, sikap Bella yang terang-terangan membantu, membuat Al kecewa.
Setelah Andra pergi, dengan sekejab ia mencekal tangan Bella. Tentu saja Bella terkejut ketika mendapati tangannya di sentuh lelaki. Ia lalu menoleh ke belakang.
"Eh, Al, ada apa?"
"Ngapain lo ikut campur urusan gue!"
"Urusan yang mana sih?"
"Urusan masuk tim basket."
"Ya ampun Al, karena hal itu, harusnya kamu bersyukur karena aku membantu kamu."
"Tanpa bantuan kamu, aku pasti akan masuk tim itu dengan mudah!"
"Oh ya, kalau gitu buktikan oke."
"Oke, akan aku buktikan besok!"
"Sip."
Lalu Al segera menuju kelasnya begitu pula dengan Bella.
"Tunggu aja Al, gue bakal aduin semua hal yang lo lakuin sama gue!"
Benar saja, saat di kelas, Bella mengirim pesan pada Darren tentang kelakuan adiknya di sekolah.
"Beraninya dia gangguin cewek gue!" ucap Darren setelah membaca pesan dari Bella.
"Awas saja kalau sudah sampai rumah."
__ADS_1
...🌹Bersambung🌹...
Oh ya jangan lupa dukungan like, rate dan favorit ya kak. Jangan lupa 🌹☕ dan VOTE untuk menyemangati Author, makasih banyak🙏🤗