
DUAR ....
Mobil dengan kecepatan tinggi itu melaju kencang pembatas jalan di depannya, sesaat setelah ia menabrak seorang gadis yang baru saja keluar dari mobilnya. Salsa yang hilang arah sengaja mengikuti mobil yang dikendarai Ve dan Al sejak keluar dari rumah Al.
Hingga akhirnya mobil Al berhenti tepat sebelum jembatan di depannya. Tetapi Ve yang baru saja keluar dari mobil dan hendak menyeberang jalan tidak sempat menghindar ketika dari arah samping ada sebuah mobil yang menyalip truk dan justru menabrak tubuh Ve hingga terpental dan berguling-guling di atas aspal.
Banyak orang yang berteriak ketika melihat kejadian tabrak lari tersebut, tetapi mereka lebih dikejutkan lagi saat melihat mobil yang baru saja menabrak tadi mengalami kecelakan tunggal. Karena mobil tersebut melaju terlalu kencang, akhirnya menabrak pembatas jalan dan masuk ke dalam sungai karena menjebol pagar diatas jembatan.
Semua orang berlarian ke arah jembatan, sebagian lagi melihat keadaan Ve yang ternyata berlumuran darah.
Al yang baru saja hendak keluar dari mobil kaget ketika ia melihat tubuh Ve penuh darah. Ia berlari sekuat tenaga menuju tempat di mana Ve terkapar. Direngkuhnya badan Ve yang penuh darah itu lalu ia segera menggendongnya masuk ke dalam mobil.
“Bertahanlah, sayang,” ucapnya sambil berdoa yang tidak pernah putus.
"Kenapa ini bisa terjadi?" ucapnya penuh sesal.
Al menangis dalam diam, pikirannya kacau saat ini, niatnya untuk mengajak Ve jalan-jalan malah berujung petaka. Ia mengendarai mobilnya dengan sangat cepat, beruntung jalanan tidak ramai, sehingga mereka cepat sampai di Rumah Sakit.
Melihat anak dari pemilik rumah sakit membawa orang yang berlumuran darah, membuat para tenaga medis untuk segera menolongnya.
"Beri pertolongan pertama pada gadis ini!" teriak Al saat melihat dokter keluarganya menyambut kedatangannya.
__ADS_1
"Baik, Tuan."
Dengan gerakan cepat tubuh Ve segera dilarikan ke Rumah Sakit. Sementara itu, Al berdiri menunggu Ve di depan ruangan operasi. Lampu ruang operasi kini menyala. Di dalam sana para tenaga medis sedang berusaha menyelamatkan nyawa Ve.
Al yang gugup kebingungan ketika menyadari ini bukanlah mimpi tetapi sebuah kenyataan buruk. Ponsel Al tiba-tiba berdering, ia pun langsung mengangkatnya.
"Hallo ...."
"Al, kamu di mana, Mama khawatir dengan kalian, kenapa enggak ada kabar dari tadi?"
"Ve, Ma ...."
"Ve kecelakan Ma, tadi tertabrak mobil saat hendak menyeberang jalan dan kini berada di Rumah Sakit dan sedang di operasi."
"A-apa! Di operasi?" tanya Mama Putri tidak percaya, tetapi sesaat kemudian Al menjelaskan semuanya.
Tubuh Mama Putri luruh sudah, ia tidak sanggup mendengar kabar dari putranya tersebut. Tiyan yang melihat istrinya hampir pingsan segera menghampirinya.
"Ada apa, Ma?" tanya Tiyan memperhatikan istrinya itu.
"Ve, Veeya kecelakan dan kini sedang berada di Rumah Sakit," ucap Ve ketakutan.
__ADS_1
"Sabar, ikhlas, kita kesana sekarang!"
"Baik, Mama siap-siap dulu."
"Hm."
Setelah melihat istrinya selesai berganti baju, mereka segera meninggalkan rumah untuk menuju Rumah Sakit yang dimaksud oleh Al.
.
.
Sementara itu di lokasi kejadian masih dilakukan penyelamatan untuk korban yang tenggelam di sungai.
Orang-orang segera menelpon kantor polisi dan juga Rumah Sakit untuk segera mengevaluasi Salsa. Di dalam mobil Salsa yang terluka parah hanya bisa menyerah pada takdirnya. Ambisinya kini membawanya dalam kehancuran yang ia ciptakan sendiri. Lalu apakah Ve akan selamat begitu pula dengan Salsa?"
.
.
...🌹Bersambung🌹...
__ADS_1