MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
SALSA BERAKSI


__ADS_3

"Ehem, ehem ..." ucap nenek ketika memasuki ruang tamu miliknya.


Kedua remaja tadi langsung salah tingkah. Persis seperti orang yang ketahuan mencuri. Apalagi posisi mereka tidak menguntungkan.


Ve lalu meletakkan nampan berisi dua piring rujak tadi ke atas meja. Lalu Kenzo merapikan pakaiannya. Meksipun mereka sama-sama kikuk ahirnya suasana kembali mencair setelah mereka sama-sama makan rujak yang sudah disiapkan oleh Ve.


"Gak enak ya, Kak, kok merem melek gitu?" tanya Ve penasaran dengan mimik muka Kenzo.


Memang saat itu wajah Kenzo sudah merah padam nggak karuan, terlebih ia tidak terlalu suka makan makanan pedas. Tetapi mulutnya tadi keburu salah ngomong, alhasil ia kepedasan saat ini.


"Raya, beri minum temen kamu, dia kepedesan tuh, emang kamu beri cabai berapa?" titah nenek.


Ve menepuk jidatnya, "Sorry kak, nggak tau, ini minumnya."


Ve mendorong sebuah gelas berisi es jeruk pada Kenzo. Tak butuh waktu lama, Kenzo segera menengguk habis minuman yang diberikan Ve untuknya.


"Makasih."


"Hm, maaf ya, Kak, tadi Ve lupa nggak nanya kakak mau cabe berapa, malah aku sama-in sama punyaku!"


"Iya, nggak apa-apa, sans aja!"


🍃Keesokan harinya.


"Hoaamm ..."


Ve pun meregangkan kedua tangannya untuk relaksasi setelah bangun tidur. Ia pun mengusap kedua matanya berkali-kali karena rasa kantuk yang masih menguasainya.


"Tumben udah bangun?" tanya nenek.


"Iya nek, hari ini masa OSPEK berakhir, makanya nggak mau terlambat lagi."


"Oh."


Setelah itu, terdengar gemericik air dari kamar mandi. Hal itu menandakan Ve yang sedang mandi pagi. Memang tak biasanya jam segini ia sudah mandi. Berhubung dia sudah kelas sepuluh, apalagi ia bersekolah di tempat yang elit dan jauh, membuat ia harus mengubah kebiasaan itu.


"Raya, Nenek ke pasar dulu, ini bekalnya sudah nenek siapkan di atas meja makan, jangan lupa sarapan dulu."


"Iya, Nek," jawab Ve dari dalam kamar mandi.


Ceklek


Ve sudah keluar dari kamar mandi, ia pun bergegas untuk segera berganti baju sebelum sarapan. Tetapi suara motor di depan rumahnya sedikit mengusiknya.


Suara gas motor yang dimainkan Kenzo mengusik gendang telinga Ve.


"Woi, jangan berisik, ganggu tau!" teriak Ve dari dalam rumah.


Mungkin karena mendapat omelan dari Ve, pengemudi motor tersebut langsung mematikan mesin motor.


"Nah gitu 'kan enak," batin Ve sambil meneruskan berganti pakaian.


Saat ini semua pakaian telah selesai ia kenakan. Tak lupa, ia juga merapikan rambut lalu menguncir kuda. Maklum rambutnya sudah sedikit lebih panjang. Tak lupa sepasang sepatu hitam sudah bertengger manis menutupi kaki mulusnya yang tertutup kaos kaki putih.

__ADS_1


Tiba-tiba, pintu rumahnya diketuk dari luar.


"Assalamu'alaikum ...." sapa seseorang dari luar.


Kebetulan, satu suapan nasi baru saja berhasil masuk ke dalam mulut Ve. Tetapi ketukan pintu membuat ia mengurungkan niat untuk sarapan pagi. Akhirnya, ia memilih untuk membuka pintu terlebih dulu.


"Pagi ...." sapa Kenzo dari luar pintu.


Enggak ada angin nggak ada hujan, Kenzo sudah berdiri di depan rumah Ve.


"Pagi, Kak, eh, maaf, Kakak mau ngapain?"


"Ya ngajak kamu berangkat bareng, lah!"


"Ha-ah!" Ve kaget dan garuk-garuk kepala.


"Udah buruan, ayo berangkat!" ajaknya.


"Oh, oke, sebentar ya, Kak."


Entah kenapa Ve tidak pernah bisa menolak ajakan Kenzo.


Setelah itu, Ve berbalik secepat kilat. Ve masuk ke dalam rumah lalu segera melahap habis sarapan paginya dengan cepat. Tak lupa ia juga sudah memasukkan bekal makanan ke dalam tasnya.


Lima belas menit kemudian, mereka sudah sampai di sekolah.


"Kak, aku turun disini saja," cicit Ve.


Ve dan Kenzo segera turun dari motor, sayangnya Al juga baru saja keluar dari mobilnya. Tatapan tidak suka ia berikan pada Ve dan Kenzo karena melihat Ve yang baru saja dibonceng Kenzo.


"Pagi Al ..." sapa Kenzo ramah.


"Pagi."


Tak mau kebakaran jenggot, Al meninggalkan area parkir terlebih dulu. Dengan gaya cool, Al berjalan mendahului Ve dan Kenzo. Pandangannya lurus ke depan tanpa mau menoleh atau menunggu Ve yang menjadi teman satu kelasnya.


Sebelum Ve pergi, Kenzo menarik tangan Ve, hingga membuatnya menoleh. Belum sempat ia berbicara, Kenzo malah merapikan rambut Ve yang sempat berantakan. Perlakuan manis dari Kenzo seketika membuat rona merah di kedua pipi Ve.


"Terima kasih sudah memakai pemberian dariku," bisik Kenzo tepat di telinga Ve.


Setelah sukses membuat salting Ve, Kenzo baru melangkah pergi.


"Sadar Ve, sadar, kamu ma dia beda kasta, jadi jangan ge-er," batinnya.


Sesampainya di kelas, Ve terkejut, karena Al sedang memberikan hukuman pada Salsa dan teman-temannya karena kemarin membolos.


"Huuuu ..." seru anak-anak meneriaki Salsa and the gengs.


Kebetulan Ve baru saja melintasi mereka. Sayangnya, salah satu kaki Salsa maju menghalangi jalan, sehingga membuat Ve terjatuh.


Untung ia sudah memakai rok pemberian dari Kenzo, jadi segitiga biru mudanya aman saat itu.


Al hendak menolong Ve, tapi keburu Ve sudah bangun dan segera duduk di sebelah Al.

__ADS_1


"Sekarang kamu masih bisa selamat, tapi tunggu nanti pulang sekolah!" batin Salsa.


Tak lama kemudian, bel sekolah sudah berbunyi, tanda pelajaran akan segera dimulai. Beruntung kelas hari itu berlangsung aman dan tertib. Hingga empat jam kemudian bel tanda pelajaran usai telah berbunyi.


Setelah semua siswa keluar dari kelas. Ve segera mengekor di belakang Al menuju ruang guru. Sedangkan Salsa sudah bersiap untuk mengeksekusi Ve sepulang sekolah. Ia telah bersiap bersama teman satu gengnya di toilet sekolah.


Tiba-tiba, sesaat sebelum sampai di ruang guru, Ve kebelet buang air kecil. Ia pun memberanikan diri mentoel punggul Al, yang membuat ia menoleh ke arah Ve.


"Ada apa?"


"Kak, maaf aku permisi ke toilet sebentar ya, titip tas dulu, sebentar aja kok!" pamit Ve pada Al yang berjalan di depannya.


"Hm."


Ingin hati mengantar Ve, tapi ternyata rasa gengsinya terlalu tinggi. Hingga saat Al menoleh, ia sudah tak terlihat.


"Biarin lah, orang cuma ke toilet," batin Al.


Sementara itu, Ve sudah berlari ke toilet, dengan cepat ia membuka pintu.


Ceklek, Ve segera masuk ke dalam.


Setelah buang air kecil, ia pun segera membasuh dan mencuci tangannya. Ketika ia hendak keluar dari kamar mandi, ternyata pintunya tidak bisa dibuka.


BRAK ... BRAK ... BRAK ....


Ve mencoba untuk mendobrak pintu tetapi tetap tidak bisa dibuka.


"Ini kenapa coba? siapapun di luar tolongin gue!" teriaknya dari dalam kamar mandi.


Belum sempat berucap lagi, nyatanya tubuhnya disiram dengan air.


BYURRR ...


"Rasain loh!" ucap Salsa dari luar toilet.


Karena takut ketahuan, Salsa dan teman-temannya segera meninggalkan lokasi. Hingga kini, tinggallah Ve sendirian di dalam.


"Astaghfirullah ..." jerit Ve dalam hati.


"Mesti selalu begini!"


"Tolong ... tolong ... tolong ...." teriak Ve sekali lagi.


.


.


Hm, kira-kira siapa yang menyelamatkan Ve ya?


...🌹Bersambung🌹...


...Oh ya jangan lupa dukungan like, rate dan favorit ya kak. Jangan lupa 🌹☕ dan VOTE untuk menyemangati Author, makasih banyak🙏🤗...

__ADS_1


__ADS_2