MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
Bab 120. BERHARAP BANYAK


__ADS_3

Sesuai kesepakatan awal, hari ini Ve dan Al diterbangkan ke negara tetangga untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih baik di sana. Berita tentang Ve yang masih selamat membuat Nyonya Sabrina semakin marah.


Ia pun mencoba mengirimkan para kaki tangannya untuk menyelidiki hal tersebut. Setelah mendapatkan kepastian, akhirnya ia menyusul kepergian Ve ke luar negeri. Padahal kali ini penjagaan untuk Ve sudah diperketat jauh melebihi penjagaan untuk seorang yang penting di negeri ini.


Aiden bekerja sama dengan Tiyan menghubungi beberapa rekan bisnisnya untuk membantu dalam proses pengobatan kali ini. Karena kali ini Aiden yang pergi, untuk urusan perusahaan ia percayakan pada Kenzo dan Dimitri. Sementara itu keduanya fokus pada pengobatan Ve dan Al.


"Bagaimana, apakah semuanya sudah siap?" tanya Aiden pada salah satu kaki tangannya


"Sudah Tuan Besar."


"Baiklah ayo kita berangkat!"


Setelah menyerahkan semua urusan pekerjaan pada Dimitri dan Kenzo, ia menyusul kepergian Ve dan Lisa dengan menggunakan pesawat pribadi. Tidak ada keraguan kali ini, karena semua pengobatan kali ini dilakukan bersama-sama dengan Keluarga Al. Semua persiapan kali ini juga dilakukan dengan sangat matang kali ini.


Sementara itu sebuah ketakutan besar menghinggapi Ve, ia tidak bisa membayangkan jika dirinya gagal dalam pengobatan kali ini. Masih banyak impian dan keinginan yang belum tercapai Ia juga tidak tahu jika pengobatan yang akan dilakukan saat ini dengan menggunakan teknik akupuntur. Darren tidak mau kalau kedua adiknya sampai gagal melakukan operasi, maka dari itu ia memilih untuk mengunakan teknik pengobatan China yang menurutnya minim resiko.


"Kamu gugup ya, sayang?"


Lisa melihat tangan Ve mer-emas ujung kemeja yang ia pakai.

__ADS_1


"Iya, aku takut duniaku menggelap hingga nanti."


"Tidak akan terjadi, Mama memastikan jika kamu pasti bisa melihat kali ini, percayalah pada hatimu dan jangan lupa berdoa untuk kelancaran pengobatan kali ini."


"Siap Ma."


"Lisa, sebelum ini kau begitu membenciku untuk sebuah alasan yang tidak pernah aku ketaui sebelumnya, tetapi aku bersyukur Tuhan masih memberikan kesempatan kedua untukmu. Apakah aku akan merasakan hal yang sama denganmu, mendapatkan kesempatan kedua?"


Sebenarnya saat ini Lisa masih berusaha menekan rasa amarahnya pada Maya. Sesuatu yang paling ditakuti adalah ketika ia melihat wajah Ve yang sama persis dengan Maya terkadang membuat rasa amarah itu muncul dalam dirinya. Pada kesempatan kali ini sebenarnya ia juga ingin berobat agar rasa benci, amarah dan keinginan balas dendam itu benar-benar hilang dari dirinya.


"Semoga masih ada waktu," doa Lisa dalam hatinya.


.


.


"Taruh dulu makanannya di sana, nanti aku makan sendiri."


Jihan mendudukkan dirinya di dekat Nenek Safa. Ia memegang tangan nenek dan memberikan supportnya.

__ADS_1


"Nek, ayo dimakan dulu, nanti kalau dingin tidak enak."


Nenek Safa tetap tidak bergeming dan tetap terdiam pada posisinya.


"Ingat permintaan dari Ve kan, ia tidak ingin saat kembali nanti melihat nenek tidak baik-baik saja. Oleh karena itu jangan sampai nenek abai pada kesehatan. Jihan tidak akan memaksa semua keputusan aku serahkan pada nenek."


Nenek Safa melihat Jihan, direngkuhnya wanita yang tegar itu seperti ia memeluk putrinya sendiri.


"Terima kasih Jihan karena telah banyak membantu kami, maafkan nenek yang selalu merepotkanmu."


"Nenek bicara apa, sudah ayo makan dulu."


"Iya."


Setelah cukup lama bersabar menghadapi sikap Nenek Safa yang mogok makan, akhirnya pagi itu ia sudah mau makan kembali.


"Ve, Al, semoga pengobatan kalian kali ini berhasil. Aamiin."


.

__ADS_1


.


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2