MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
Bab 101. DIKELUARKAN


__ADS_3

Semua hadirin telah datang ke ruang rapat sekolah. Suasana ruangan itu begitu menegangkan. Tidak ada yang berani berbicara ketika Tiyan berada di sana.


Ingin rasanya Al mengumumkan jika ia dan Ve sudah pacaran, tapi Ve memberinya satu pilihan yang sulit. Bahkan hanya berdekatan dengannya di sekolah saja, Ve sama sekali tidak memberinya kesempatan sama sekali. Hingga masalah besar seperti ini sampai menyerangnya.


Andai ia dan Ve sudah mengklarifikasi sebelumnya pasti tidak akan terjadi hal seperti ini. Al menatap Ve sendu, beruntung keheningan saat ini telah selesai karena Tiyan akhirnya membuka suara.


"Selamat siang semuanya, salam sejahtera untuk semuanya. Seperti yang sudah kita ketahui semuanya, bahwa hari ini kita berkumpul di tempat ini untuk membahas sebuah masalah yang sangat penting di sini."


"Beberapa hari yang lalu di sekolah kita telah terjadi keributan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan di lingkungan sekolah. Hanya saja, semua yang telah terjadi telah mengakibatkan salah satu siswa menjadi tertekan."


"Padahal sebelumnya ia adalah murid yang berprestasi, tetapi saat ini semuanya telah terjadi, hingga membuat banyak pihak yang meminta saya untuk mengeluarkan siswa tersebut."


"Untuk itu saya mengingatkan kepada semuanya, jangan sampai hal seperti kembali terulang, dan marilah kita putuskan hal ini dengan hati yang lapang dan tanpa terhasut oleh isu yang beredar. Berpikirlah jernih untuk kasus ini."


Tampak semuanya mengangguk paham. Begitu pula dengan Al yang tak sabar untuk membuka kedok Salsa.


Tiyan memandang lekat wajah Al, lalu ia segera mengangguk. Al paham kini gilirannya untuk beraksi. Al segera mengoperasikan laptop di depannya dan masuk ke dalam dunia internet. Al langsung membuka website sekolah yang masih penuh dengan video dan berita yang tranding selama seminggu ini.


Wajah Salsa bahagia, sementara Ve terus berdoa di dalam hatinya, "Semoga hasil musyawarah hari ini murni atas keputusan semua dewan direksi."


"Baiklah, silakan para hadirin bersiap untuk melihat dan mengechek sendiri tentang apa yang terjadi sebenarnya."

__ADS_1


Ternyata semua data telah dikendalikan oleh Al, sehingga yang muncul adalah video rekaman Salsa saat dirinya saat mengaku jika sangat mencintai Al dan akan menghancurkan semua orang yang menghalangi rencananya.


Hampir semua hadirin tercengang akan kejadian tersebut, terlebih Salsa yang sedari tadi sudah merasa menang, kini ia tersenyum sambil ketakutan. Jika harus memilih Salsa tidak akan pernah mau berada di situasi yang sulit dan pelik ini.


"Bagaimana Salsa, apa apa yang ingin kamu katakan?"


Salsa menggeleng ketakutan, "Aku harus kabur dari tempat mengerikan ini."


"Jawab saudari Salsa! Saya tidak mau kasus ini sampai terdengar ke dunia luar. Apalagi sepertinya kamu sangat lihai memainkan semua dramamu."


Gigi Salsa gemertak, menginginkan dirinya menang saat ini tidaklah mungkin. Sehingga nenek Salsa yang sejak tadi duduk terdiam, kini mulai angkat bicara. Melihat cucunya di desak, tentu saja hal itu membuat keberanian di dalam dirinya muncul.


Nenek Salsa berdiri dan mulai berbicara.


Nenek Salsa menunduk memberi hormat kepada semua hadirin. Salsa yang tidak tega segera membantu neneknya duduk dan meminta maaf.


"Sa-saya mengaku salah dan saya juga minta maaf pada saudari Veeya Nazia Raya untuk semua tindakan saya selama ini."


Semua tampak terdiam dan hening. Banyak yang berbisik-bisik membicarakan langkah yang tepat kali ini. Mereka tidak mau salah langkah kali ini, apalagi Salsa juga bukan anak orang sembarangan, tetapi Keluarga Tiyan lebih berkuasa ketimbang yang lainnya.


Setelah rangkaian pengakuan dari Salsa, membuat dewan sekolah memberikan surat keputusan untuk pindah tempat sekolah seolah secepatnya.

__ADS_1


"Mulai hari ini, kamu resmi dikeluarkan dari SMA TUNAS BANGSA," itulah keputusan final yang diambil untuk masalah kali ini.


Meski kurang puas akan hasilnya tetapi Al, Dion dan Kenzo cukup senang akan hasil akhirnya.


Sesaat kemudian, Nenek Salsa berterima kasih dan permisi pulang.


"Terima kasih untuk kemurahan hatinya, kami permisi."


Setelah berpamitan Salsa dan nenek menuju tempat parkir untuk segera pulang. Pikiran Salsa masih tidak terima dengan keputusan ini, apalagi banyak pihak yang mendukung Ve.


"Jangan banyak berpikir, kita pulang!"


"Ta-tapi Nek."


"Pikirkan kembali perkataan mereka dan segera pulang!" ucap nenek dengan nada sedikit tinggi.


Mau tak mau Salsa segera menyusul nenek untuk masuk mobil. Tidak lama kemudian, mobil yang mereka kendarai sudah pergi menjauh dari sekolah.


.


.

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2