MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
MENGAKU KALAH


__ADS_3

Happy reading, biasakan kasih like n komen setelah membaca ya, terimakasih 😘


.


.


Melihat Ve yang pingsan mau tak mau Dion makin menginjak gas nya agar mobilnya semakin cepat melaju dan segera menyelamatkan nyawa Ve. Tetapi sayang kemampuan mobilnya tak sebanding dengan kecepatan mobil lamborghini milik Darren.


Akibatnya kini Dion harus menelan pil kekecewaan atas hal ini karena ia kalah dalam pertandingan kali ini. Mobil yang dikendarai Darren nyatanya lebih dulu sampai di garis "FINISH", ketimbang mobil miliknya.


Darren tersenyum penuh kemenangan kali ini. Dengan cepat Al segera menghampiri mobil milik Dion, sayang Dion tak segera membuka pintu mobilnya. Hingga mematik api kemarahan di hati Al. Al menggebrak kaca mobil milik Dion dengan sangat keras, hingga membuat Dion membuka pintu mobilnya.


Saat pintu mobil terbuka, Al kaget melihat Ve dalam keadaan pingsan.


"Apa yang lu perbuat pada Ve!" gertak Al.


Melihat respon Dion yang diam, semakin membuat Al geram, hingga spontan ia langsung melepas seat belt yang dipakai Ve lalu menggendong paksa tubuh Ve keluar dari mobil Dion.


Dion hanya bisa memukul stir kemudinya karena kesal. Ia tak menyangka jika rencana kencan dengan Ve akan menjadi berantakan seperti saat ini. Apalagi citra baiknya baru saja ia bangun dengan Ve seketika rusak karena perbuatannya malam ini.


"Ve kenapa?" tanya Kenzo panik.


"Pingsan!"


"Naik mobil gue, biar aku antar ke Rumah Sakit sekarang!"


Al mengangguk lalu segera masuk ke dolam mobil milik Kenzo, di kursi belakang, Al memangku tubuh Ve. Terlihat kecemasan di wajahnya kini. Dari kaca spion depan, terlihat jika Al sangat perhatian dengan Ve. Tapi Kenzo juga tidak mau kalah dalam hal ini.


Melihat Ve tak berdaya membuatnya rela mewari tumpangan untuk Al saat ia menggendong Ve tadi. Bahkan ia sampai lupa berterima kasih pada Darren karena masalah ini.

__ADS_1


Tak lama kemudian mereka sampai di Rumah Sakit terdekat. Karena demam di kening Ve semakin menjadi, Al segera membawa tubuh Ve untuk periksa ke dokter umum.


Sementara di arena balap mobil. Darren juga ikut menghampiri mobil Dion.


"Keluar!" gertak Darren.


Melihat siapa yang mendatangi mobilnya, membuat Dion terpaksa keluar dari mobil miliknya. Saat ini Darren bahkan sudah menduduki bagian depan mobil Dion yang berjenis McLaren 650S GT3.


Sebenarnya bisa saja Dion memenangkan pertarungan malam ini, mungkin karena kurangnya fokus dan perhitungan waktu membuatnya harus kalah malam ini.


"Lu suka gadis yang dibawa adik gue tadi?" tanya Darren tiba-tiba.


Dion seketika menoleh ke arah pria tadi. Saat ini dirinya sangat malam membahas mereka, tetapi sedikit berterus terang mungkin akan membuatnya sedikit lega. Setelah berdiam sejenak akhirnya Dion mulai menjawab pertanyaan dari Darren.


"Ya, gue suka banget sama Ve."


Darren bisa mendengar ucapan yang baru saja dilontarkan oleh Dion. Darren yang pada dasarnya playboy sudah mengenal betul dunia cinta anak muda. Maka dari itu pun ia sudah bisa menebak isi dari kepala Dion maupun Al.


"Sans, Bro. Di tangan gue nggak ada racun, atau senjata jadi aman buat bersalaman," kekehnya perlahan.


Hingga ia pun menjabat tangan Darren.


"Dion ...."


"Darren ...."


Kedua pemuda beda generasi itu saling melempar senyum malam itu. Jika saja malam ini lari mungkin ia akan kehilangan kesempatan untuk mengenal lebih dalam siapa Darren.


🍃Sementara itu, di Rumah Sakit.

__ADS_1


"Hm, cewek ini lagi, emang siapa sih dia kok sudah dua kali ini aku melihat seorang putra sulung Tiyan Syahputra berani membawanya ke Rumah Sakit," gumam dokter yang merawat Ve.


Memang benar, selama ia menjadi kerabat Tiyan, tak pernah terlihat jika anak sulungnya ini berani berhubungan dengan makhluk yang disebut perempuan. Tapi entah kenapa, akhir-akhir ini ia kedapatan sering mengajak wanita ke sini.


Sehingga hal itu membuat sebuah pertanyaan besar hinggap di kepala sang dokter.


"Bagaimana dokter?"


"Demamnya lumayan tinggi sih, tapi kamu tenang saja, obat penurun demam sudah aku berikan bersamaan dengan cairan infus itu."


"Oh, oke."


Setelah itu dokter mulai permisi dari ruangan rawat inap Ve. Kali ini Kenzo dan Al saling menatap satu sama lain. Hingga keduanya teringat akan salah satu hal penting.


"Nenek Ve ...." ucap mereka hampir bersamaan.


Entah kenapa bayangan nenek yang sedang khawatir karena cucu satu-satunya belum pulang memenuhi isi pikiran Al dan Kenzo. Hingga akhirnya Kenzo lebih memilih untuk pergi dan mengabari nenek Ve saat ini.


"Oke, biar aku aja yang beri tau nenek akan hal ini, kamu fokus aja sama Ve. Siapa tahu sebentar lagi ia siuman."


"Oke, aku sangat berterima kasih padamu malam ini," ucap Al sambil mengetuk bahu Kenzo.


"Sama-sama."


Lalu sesaat setelah itu, Kenzo segera pamit dan melaju ke rumah nenek Ve.


.


.

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2