
Jam makan siang telah berlalu, akhirnya anak-anak kembali berkumpul untuk melakukan kegiatan ekstra kurikuler. Semua siswa terlihat sudah memakai atribut lengkap untuk kegiatan siang ini.
Kegiatan yang rutin dilakukan di hari Jumat ini sudah berjalan lancar sejak awal berdirinya sekolah. Hanya saja tidak ada hal yang menonjol di sini. Bahkan terlihat jelas jika anak-anak hanya melakukannya sebatas kewajiban sebagai siswa SMA TUNAS BANGSA.
Al, Ve, Salsa, Kenzo dan yang lainnya juga sudah bergabung dengan para siswa lain untuk bersama-sama ikut kegiatan Pramuka. Di bagian depan terlihat barisan para Penegak BANTARA, beberapa Pembina PRAMUKA dan beberapa anggota OSIS yang memang bertugas memandu acara tersebut. Sore ini mereka dikumpulkan untuk melatih para siswa agar bisa mendirikan tenda secara mandiri saat kegiatan camping besok.
Karena masih banyak terdapat keraguan dari pihak penyelenggara, sehingga langkah inilah yang ditempuh. Sejak awal kegiatan, mata Ken, Al dan Dion hanya terfokus pada satu titik yaitu Ve. Tetapi Ve sama sekali tak menyadarinya. Ia bahkan terlihat asyik mengobrol dengan Luna di sela-sela menunggu kegiatan tersebut dimulai.
Beruntung pada acara latihan ini, Ve tidak menjadi satu tim dengan Salsa. Jadi tidak akan ada pertikaian diantara mereka selama kegiatan berlangsung. Meski mereka tidak menjadi satu tim, tapi Al sebisa mungkin menjauhkan jarak antara dia dengan Salsa.
Al memang terkesan posesif tapi tak pernah bisa mengungkapkan rasa sayangnya pada Ve. Begitu pula dengan Dion yang sama sekali belum mencoba mendekati Ve kembali setelah insiden kapan hari yang membuat Ve masuk Rumah Sakit. Dalam pemikiran Dion, cara ini dinilai paling efektif sehingga Ve tidak akan takut kepadanya lagi.
Padahal Ve sama sekali tak mempermasalahkan hal itu. Baginya berteman dengan siapa pun tak masalah, asalkan mereka juga bersikap baik pada kita. Karena hubungan baik itu sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari.
Tindakan Al memang selalu dipikirkan matang-matang, sama seperti dia mengerjakan mapel matematika, penuh ketelitian dan perhatian penuh. Tentunya dengan memberikan penjagaan ekstra pada Ve. Penjagaan spesial bukan hanya datang dari Al melainkan dari Ken dan Dion. Hanya saja cara yang mereka gunakan sangat rahasia. Selama kondisi aman, tidak ada tindakan yang dilakukan. Tapi jika Ve terancam, mereka akan segera bertindak.
Karena hari itu cuaca cukup terik, untuk mempersingkat waktu akhirnya kegiatan segera dimulai. Tepat pukul setengah dua siang, Ketua Pembina Pramuka membuka kegiatan Pramuka.
"Semua siswa berkumpul!" teriak Ketua Penegak Bantara.
Mendengar teriakan dari tengah lapangan, para siswa segera berlarian dan berkumpul di sana. Mereka segera membentuk barisan sesuai formasi regu mereka. Barusan siswa laki-laki dan perempuan terpisah. Siswa laki-laki di sebelah kiri dan siswa perempuan di sebelah kanan.
"Oke, selamat siang anak-anak!" seru Ketua Pembina Pramuka.
"Siang, Pak!" ucap para siswa serempak.
"Alhamdulillah siang ini kita bisa berkumpul di tempat ini untuk bersama-sama melakukan kegiatan ekstra kurikuler Pramuka. Bapak harap semuanya bisa berpartisipasi dan bekerja sama dengan baik hari ini."
"Siap, Pak!"
Semua siswa tampak hening dan memperhatikan setiap perkataan dari Ketua Pembina Pramuka siang itu.
"Oke, untuk menyimak waktu, maka kegiatan siang ini kita awali dengan bacaan "Bismillah" secara bersama-sama."
"Berdoa di mulai."
"Oke, kegiatan siang ini langsung saja saya serahkan pada para panitia Bantara dan beberapa anggota OSIS."
__ADS_1
Setelah membuka kegiatan siang itu, maka kegiatan dihandle oleh anak-anak Bantara dan OSIS. Dari awal acara semua tampak normal, sampai pada kegiatan mendirikan tenda mulailah kebucinan tampak mendominasi di sini. Lebih tepatnya kebucinan tiga lelaki terhadap satu gadis.
Kejadian aneh terlihat ketika ketiga cowok tampan di sekolah itu mendatangi Ve dan teman-temannya. Merasa ada yang aneh, Ve mendongakkan wajahnya.
"Hei, kalian ngapain di sini?" tanya Ve penasaran sekaligus kaget.
Jelas saja ketiga remaja itu saling berpandangan satu sama lain. Mereka sepertinya tak menyadari jika mereka datang ke tempat yang sama.
Ve berdiri dan tersenyum kepada ketiganya.
"Kalian nggak salah minum obat, 'kan?"
"Mm, enggak kok!" jawab Al kikuk.
"A-aku cuma pengen mastikan aja kamu udah bisa mendirikan tenda atau belum?" ucap Dion terbata.
"Kalian bisa lihat sendiri, 'kan?"
"Tenda gue uda siap untuk dinaikkan. Tali simpulnya pun sudah terikat dengan baik."
Tak mau membuat para siswi lain memandanginya, Ve menarik tangan Ken dan memilihnya.
"Kalau kalian nggak keberatan biar Kak Ken saja yang membantu aku."
"Makasih Ve," ucap Ken tersenyum.
"Yes," ucap batin Ken bersorak senang.
"Ta-tapi ..." ucap Dion memberontak.
Daripada menjadi bahan tontonan siswa lain, Al segera merangkul bahu Dion dan mengajaknya pergi.
"Lebih baik kita mengalah sekarang, nanti kita bisa pikirkan cara lain," bisiknya.
"Oke."
"Nah kan beres," ucap Ve senang ketika berhasil mengusir kedua remaja tadi.
__ADS_1
"Tapi kapan hubungan mereka membaik?"
"Ah, up to you," ucap Ve sambil berbalik.
Luna segera mendekati Ve, sebenarnya ada rasa cemburu yang menggelora saat ini, terlebih orang yang disukainya ternyata lebih dekat dengan Ve.
"Yuk kita lanjutin lagi," ajak Luna.
Ve menoleh ke arah Luna, "Eh, iya."
"Ayuk Kak," ajak Ve pada Ken.
Meski awalnya agak kerepotan ataupun lupa langkah-langkah dalam mendirikan tenda, akhirnya anak-anak bisa menyelesaikan dalam waktu yang lumayan singkat.
"Hhh, akhirnya bisa bernafas lega."
"Akhirnya tenda gua dah bisa berdiri dengan baik, yeay!" ucap Salsa senang.
Meski senang dan bangga tetapi hatinya sempat memanas ketika Al tadi mendatangi kelompok Ve. Untungnya Ve memilih Ken daripada Al. Dengan begitu ia bisa tenang menjalani kegiatan ekstra kurikuler siang itu dengan tenang.
"Alhamdulilah," seru Ve dan teman satu kelompoknya.
Setelah selesai tak lupa Ken memberikan sebotol air mineral untuk Ve.
"Makasih kakak," ucapnya sambil tersenyum.
"Sama-sama, Sayang."
Akhirnya kegiatan hari itu kegiatan selesai pukul tiga siang. Hingga anak-anak dibubarkan tepat pukul setengah empat sore.
Untuk Ve, nggak usah ditanya lagi, tentu saja pulang bersama Kak Ken.
.
.
...🌹Bersambung🌹...
__ADS_1