MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
BAB 68. SALSA KEMBALI


__ADS_3

Sebuah mobil berwarna putih susu sudah sampai di depan gerbang sekolah. Kini mobil tersebut telah berbelok dan memasuki area parkir sekolah. Tampak dari dalam mobil, muncul seorang gadis cantik tapi sangat terkesan sombong terlihat dari caranya berjalan.


"Hei, tuh si Ratu dah sampai!" seru Mel-Mel ketika melihat Salsa sudah datang.


Sesuai perkataannya kemarin, hari ini ia benar-benar masuk ke sekolah. Begitu antusiasnya para anggota gengnya untuk menyambut ketuanya itu.


Cuit ... cuit ... cuit ....


"Hm, tambah cantik aja nih, Salsa?" seru Tristan.


"Wow, tapi kok ada yang aneh ya?"


"Hidungnya, woi, tambah mancung aja nih!"


Mel-Mel segera menggandeng lengan Salsa untuk masuk kelas, tapi penampilan yang mencolok dari Salsa memang telah mencuri padangan para siswa.


"Al sudah datang?" tanya Salsa pada Mel-Mel.


"Belum, bentar lagi, ntar Lu liat sendiri apa benar sesuai omongan gue atau enggak, oke!"


"Oke."


Lalu kedua gadis itu menuju ke kelas 1A, diikuti oleh kedua anggota geng yang lainnya dan juga beberapa remaja laki-laki dari kelas lain yang terpesona oleh kecantikan Salsa.


Banyaknya antusias para siswa yang melihat perubahan yang terjadi pada Salsa, hingga secara tak sadar membuat warga kelas 1A berkerumun di bangku Salsa. Suasana kelas 1A sekarang sudah menjadi ramai akibat kedatangan Salsa. Tapi gadis itu tetap acuh pada hal itu, karena baginya pangerannya hanya satu, Alfarizi Hafiz Syahputra.


Baginya ketika Al datang, ia akan menjadi manis agar Al semakin tertarik padanya. Di saat suasana kelas masih ramai, saat itu pula Al datang bersama dengan Ve.


"Ada apa ini!" teriak Al ketika melihat ruang kelasnya sudah tidak kondusif di pagi-pagi buta ini.

__ADS_1


Mendengar suara bariton dari Al sang Ketua Kelas sekaligus Ketua OSIS, membuat suasana menegang. Apalagi Al selalu bersikap disiplin setiap waktu. Anak-anak yang tadi berkerumun, satu persatu dari mereka meninggalkan meja Salsa, tapi ada beberapa siswa yang tetap berada di sana.


"Bubar!" teriak Al sekali lagi.


Pandangan para siswa kelas 1A yang sebelumnya mengarah pada Salsa, kini berganti memandangi Al dan Ve yang sudah berdiri di depan pintu kelas. Sorot mata tajam milik Al seperti menguliti anak-anak jika sudah seperti ini.


Bukan rahasia umum lagi jika Al memanglah selalu tegas kepada siapapun tak terkecuali pada Salsa yang sebenarnya juga anak salah satu anggota komite sekolah. Tapi hati Al akan berusaha melembut jika bersama Ve. Sayang, Ve tidak peka terhadap perasaannya.


Melihat sorot mata Al, belum lagi kode yang diberikan Ve pada mereka membuat mereka semua segera kembali ke tempat duduknya masing-masing. Tak lama kemudian bel berbunyi.


Dari arah pintu terdengar derap langkah dari seorang siswa yang amat Ve kenal, siapa lagi kalau bukan Dion. Icon sebagai anak bengal di sekolah itu pun sudah disabet olehnya.


Saat ini Dion memang terlihat berlari ketika ia sampai di kelas itu, tak lupa sebuah senyuman manis diberikan pada Ve diperjumpaan pertama pagi itu. Ve yang jengah akan kebucinan dari Dion hanya geleng-geleng saja.


Sikap Dion yang seperti itu sebenarnya untuk menarik perhatian dari Ve, tapi bukan perhatian melainkan sebuah peringatan besar dari Ketua Osis yang ia dapatkan. Tatapan elang milik Al sudah menusuk Dion, tapi Dion hanya membalasnya sambil menyeringai.


Jera? Oh tentu tidak, Dion bukan anak yang mudah diatur atau pun tunduk pada sebuah peraturan. Tapi othor yakin, dia bakal tunduk sama satu gadis.


Hosh ... hosh ... hosh ...


Suara nafas masih terdengar tak beraturan terdengar di telinga Salsa ketika Dion mulai duduk di tempat duduknya.


Brak!


Dion sengaja mendaratkan tasnya diatas meja secara kasar. Ve hanya geleng-geleng menanggapi tingkah bengal dari Dion. Sementara Salsa sudah sedikit naik pitam.


"Kenapa makhluk Mars ini masih di sini sih?" batin Salsa sedikit muak.


Sedangkan Dion sengaja mengetes teman duduknya itu masih sama seperti dulu atau sudah berubah manis ketika ia cuti sekolah.

__ADS_1


"Hei! sejak kapan kau masuk?" tanya Dion ketika menyapa Salsa yang sudah duduk manis di kursinya.


"Nggak ada urusan sama, Lu!" jawab Salsa.


"Woi, gue tanya baik-baik loh, kok di jawab kasar sih?"


"Suka-suka gue, mulut-mulut gue, kenapa Lu yang sewot!" ucap Salsa sambil membuang muka.


"Ih, sama aja, mau Lu cuti berapa minggu atau tahunan mungkin sikap kamu nggak bakal jadi manis, nggak bakal bisa ngalahin manisnya Veeya Nazia Raya di mataku!"


Salsa menoleh kesal ke arah Dion, sambil melotot tajam.


"Apa kamu bilang!"


Tentu saja Salsa tidak akan pernah mau dibandingkan dengan Ve. Terlebih derajat mereka berbeda. Tapi lain halnya dengan Dion yang memang suka memancing kemarahan temannya itu.


.


.


...🌹Bersambung🌹...


.


.


Hai-hai udah weekend aja nih, dan karena hampir mendekati akhir bulan rencananya mau crazy up, tapi lihat lagi kesehatan othor si ya, minta doanya aja biar cepat sembuh 🙏.


Oh ya sambil nunggu up mampir di karya teman literasi Fany ya, judulnya "Tersesat di Hutan Cinta" Karya Lusiana Anwar ya, jangan lupa jejak cintanya😘

__ADS_1



__ADS_2