MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
NONTON


__ADS_3

"Ve, kamu suka film komedi atau romantis?" tanya Ken menoleh pada Ve.


"Mm, suka horor sih."


"Wkwkwk, kamu tuh ya, ditanyain apa jawabnya apa?"


"Kan jujur," ucap Ve sambil nyengir.


"Ya sudah karena kebetulan hari ini adanya jadwal film ini kita ambil ini aja ya?" tanya Kenzo sekali lagi.


Tanpa melihatnya Ve mengangguk, ia sendiri bingung mau milih apa, karena sejujurnya tempat ini begitu asing. Apalagi Ve baru pertama kali diajak ke bioskop. Tapi sikap Ve yang penurut seperti ini semakin membuat Kenzo bahagia.


Nggak salah kan, jika menganggap Ve sebagai pacar satu harinya saat ini. Lagi pula Ve masih single dan belum terikat dengan siapapun.


Ken menggenggam erat tangan Ve, sebelum masuk ke bioskop, Ken menawari Ve untuk membelikan makanan apa yang ia mau.


"Mau cemilan nggak?" tanya Ken sesaat sebelum mereka duduk di ruang tunggu.


"Mau, tapi apa, bingung."


"Kamu mau makan apa?"


"Tahu krispy sama kripik usus," cicit Ve.


"Ha-ah," ucap Kenzo kaget.


"Nih cewek beda banget deh!" batin Ken gemas.


"Tapi takut nggak keburu nih kan cuma tinggal lima menit, kalau pop corn sama cola dulu gimana?"


"Iya deh, nggak apa-apa."


"Kamu kok nurut banget, beda tauk!" ucap Ken protes.


Sedikit berjinjit Ve memegang bahu Ken agar ia bisa sedikit menyamai tinggi Ken. Sayang kakinya tergelincir, hingga akhirnya bukannya menggapai telinga Ken, bibir Ve malah mengecup pipi Kenzo.


"Cup."


"Eh."


Kedua mata Ve membulat seketika, belum lagi kenyal bibir Ve yang baru saja menyentuh pipinya membuat hawa panas seketika menyergap kedua remaja tadi.


"Nggak lagi mimpi kan gue?" batin Ken untuk sesaat.


"Mam-pus, ngapain lu tadi Ve?" batin Ve menjerit akibat kecerobohannya barusan.


"Dasar kursi si-alan," umpatnya kesal karena tadi tak sengaja akibat kursinya goyah kakinya tergelincir dan mengecup Ken secara tiba-tiba.


Semburat merah memenuhi wajah Ve saat itu. Malu bercampur bingung menjadi satu. Hingga keduanya membeku untuk beberapa waktu, lalu dengan terpaksa dan membuang sedikit egonya, Ve membisikkan sesuatu karena sudah tidak tahan.

__ADS_1


"Kebelet pipis."


Setelah mengetahui hal itu ia pun mengantar Ve menuju toilet wanita sedangkan ia menunggu di depan pintu. Sembari menunggu, Ken mengusap pipinya bekas ciuman tak sengaja dari Ve.


"Manis," batin Ken sambil mengusap pipinya.


"Akh legaaa ...." seru Ve selepas dari kamar mandi.


"Maaf menunggu lama," ucapnya sumringah.


Lalu Ve segera menggandeng lengan Ken menuju pintu masuk bioskop. Begitu senangnya hati Kenzo saat Ve menggandengnya saat ini.


"Eh, gue kayak salah minum obat kah hari ini, kok dengan pedenya aku gandeng lengan Kak Ken," batin Ve.


Hendak menarik tangannya tapi Ken seolah menahan agar ia tetap menggandeng tangannya.


"Eh, pintunya dimana?" ucap Ve kebingungan setelah menyadari kebodohannya barusan.


"Itu," ucap Ken sambil menunjuk sebuah pintu berwarna gelap sedangkan di depan pintu ada seorang petugas yang menunggu sambil memeriksa tiket mereka.


Sesaat kemudian mereka sudah sampai di dalam dan duduk menghadap sebuah layar monitor besar di depan sana.


"Wuih, gede banget."


"Kamu suka?"


"Suka," ucap Ve lepas.


"Kak, kita nonton film apa ya?"


"Angker."


"Ha-ah?" ucap Ve kebingungan.


"Ya, emang judulnya angker, kenapa, takut?"


"Hehe, " Ve hanya meringis mengingat kebodohannya tadi.


"Kenapa gue pilih film horor sih?" gumamnya sambil me-remas ujung kaos miliknya.


Ken yang melihat hal itu segera menggenggam tangan Ve.


"Kalau takut, kek gini aja, oke!"


"Oke, kak!"


Belum di mulai filmnya tapi rasa takut sudah memenuhi rongga dada Ve. Entah kenapa rasanya pasokan oksigen di ruangan itu terasa sedikit hingga membuat debaran jantungnya semakin berpacu kencang.


Baru saja hantunya muncul dengan sekuat tenaga, Ve mencengkeram bahu Ken lalu ia pun berteriak sekencang-kencangnya sambil matanya tertutup sempurna.

__ADS_1


"Aaaaa ...." jeritnya ketika kepala hantu itu terlepas dan terbang seolah mendatanginya dan menuju ke arah kursi penonton.


Untung saja Kenzo pria sejati dan disaat seperti itu ia sama sekali tidak ketakutan. Ia pun mendapat pelukan dari Ve yang sangat ketakutan.


"Hm, beruntungnya aku," batin Ken sangat bahagia.


Ia sama sekali tak menyangka jika menonton film horor di bioskop bisa menyeramkan seperti ini. Padahal saat ia melihat di televisi rasanya tidak terlalu menyeramkan. Tapi apa ini, akhh, rasanya saat itu juga Ve ingin kabur dari tempat yang namanya bioskop.


"Udah Ve, hantunya udah kabur, coba buka mata deh."


Kenzo mulai mengelus punggung Ve agar gadis itu merasa sedikit lebih enakan. Tapi nyatanya baru saja ia membuka mata, bukannya pemeran utama yang muncul malah muka hantu segede layar monitor di bioskop asyik cilukba dengan dirinya.


Alhasil Kenzo berkali-kali mendapat pelukan ketakutan dari Ve.


"Hm, bukan salah gue loh ya, dari tadi kamu yang nempel dan deket-deket sama aku," batin Ken bahagia.


Empat puluh lima menit berlalu. Akhirnya film "Angker" itu selesai sudah.


Pop corn yang harusnya dimakan sudah habis berhamburan di bangku penonton karena Ve yang ketakutan sejak di awal cerita.


Ken yang melihat wajah Ve sedikit pucat sedikit merasa bersalah.


"Maaf ya Ve, bukannya bahagia malah bikin kamu kek gini," ucap Kenzo dengan sangat menyesal.


Ve menggeleng, "Aku yang salah pilih judul."


"Ya sudah, sebagai permintaan maafku, kamu boleh minta apapun dari ku."


Ve melihat ketulusan dari kedua mata Kenzo. Sejenak ia terpesona akan wajah Kenzo yang manis dan belum lagi sorot matanya yang begitu menenangkan. Satu lagi, lesung pipitnya itu membuat hatinya klepek-klepek tidak karuan.


"Ya, ampun baru inget, Kak Kenzo itu pria yang menolong aku saat pertama kali masuk sekolah," batin Ve.


Karena lamanya Ve tidak merespon dirinya membuat Kenzo berpikir kalau Ve marah padanya. Kini ia pun berlutut di depan Ve.


"Ve cantik, Ve imut, maafin Ken ya?" ucapnya dengan mata pupy eyes.


"Ah, apa-apaan ini?" tanya Ve dalam hatinya.


"Kak Ken apa-apaan, aku nggak apa-apa kok, suer."


"Serius?"


"Dua rius malah," ucap Ve sambil menunjukkan dua jarinya.


Lega rasanya jika Ve tidak marah, lalu sebagai permintaan maaf dari Kenzo. Ia membawa Ve makan makanan kesukaannya di mall itu.


.


.

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2