MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
Bab 116. KRITIS


__ADS_3

Ternyata kini kedua tubuh remaja itu sedang berada di ruang operasi. Mereka sama-sama terluka parah kali ini. Cedera otak yang dialami Ve beberapa waktu yang lalu membuatnya jatuh kritis. Begitu pula dengan Al yang belum pernah kecelakaan ternyata ia juga memiliki kelainan darah.


Maka dari itu sejak kecil Al sangat dijaga selayaknya berlian agar ia tidak gampang sakit. Karena sekali ia sakit maka waktu pemulihannya akan jauh lebih lama dari orang biasa.


Kedua orang tua itu kini sama-sama cemas dan mondar mandir di depan ruang operasi. Seperti mimpi kesadaran Ve kembali di tengah-tengah operasinya membuat sebagian tenaga medis terkejut dan saling memandang satu dengan yang lainnya.


"Dok, pasien siuman?" tanya suster itu pada kepala dokter yang memimpin operasi Ve malam itu.


"Tidak apa-apa, lanjutkan operasi!" titahnya.


Situasi yang dialami Ve tersebut bisa dikatakan sebagai accidental awareness. Meskipun Ve mendapatkan kesadarannya, tetapi ia tidak bisa menggerakan tubuhnya. Pasien yang mengalami hal ini menggambarkan situasi tersebut dengan sensasi yang aneh, seperti merasa tersedak, lumpuh, nyeri, berhalusinasi, bahkan seperti mengalami peristiwa nyaris-mati (near-death experiences).


Tetapi kesadaran Ve hanya berlangsung sebentar, lalu sesudahnya ia pun kembali pingsan. Suster dan tenaga medis merasa sangat bahagia karena Ve kembali pingsan, sehingga memudahkan proses operasi. Sementara itu Al juga sedang berjuang di meja operasi.


Di depan ruang operasi Lisa merasa tertekan. Bayangan kelam masa lalunya tiba-tiba datang menyerangnya. Meskipun banyak orang-orang yang berusaha menghilangkan rasa sakit hati yang melekat, dengan mulai dari terapi, olahraga, diet, meditasi, dan sebagainya.

__ADS_1


Namun, rasa sakit itu tak jarang selalu saja muncul meskipun sudah berusaha melupakannya sehingga kembali mengingatkan akan hal yang menyedihkan. Inilah beberapa rasa sakit hati yang akan selalu jadi bagian dari diri manusia dan relatif sukar disembuhkan.


Aiden menepuk bahu istrinya itu, mencoba meyakinkan dan memberikan support padanya bahwa ia bisa melewati saat ini. Tidak lama kemudian lampu ruang operasi satu sudah padam. Brankar yang berisi Ve segera didorong menuju ruangan transisi. Sepuluh menit kemudian baru ruang operasi kedua juga ikut padam lampunya. Itu artinya kedua remaja itu sudah berhasil melalui masa kritis di meja operasi.


"Keluarga pasien atas nama Alfarizi Hafiz Syahputra bisa ikut kami?"


Tiyan dan Putri mengangguk, lalu mengikuti suster tersebut untuk pergi ke ruang salah satu dokter.


"Keluarga pasien atas nama Veeya Nazia Raya bisa ikut saya sebentar?"


Aiden bangkit dan mengajak istrinya Lisa untuk pergi ke ruangan rapat untuk kegiatan bulanan di path lupa, tetapi ia berpakaian longgar kali ini.


Sesampainya di ruang rapat ternyata di sana ada Tiyan dan Putri yang juga bersamanya, rupanya para tenaga medis perlu mengatakan tentang kondisi kedua anaknya, yaitu Ve dan Al.


.

__ADS_1


.


Di atas langit dalam dimensi yang berbeda, Ve nampak memeluk lututnya sembari melihat hamparan bunga di depannya.


"Cantik ya," puji Al sesaat ia berhasil duduk di samping pujaan hatinya.


"Cantik dong, sudah gitu udaranya seger dan bersih banget, kamu suka nggak?"


"Suka dong, apalagi ngeliatinnya bareng kamu."


"Hm, kayaknya suka banget kamu di sini?"


"Nggak aku nggak mau kita terjebak di dalam dunia penuh ilusi ini, bagaimana kalau kita mencoba pergi dari sini?" tawar Al.


"Aku ikut kamu aja."

__ADS_1


__ADS_2