MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
Bab 99. RENCANA BARU


__ADS_3

"Veeya, kamu di mana?"


Ken bolak-balik dari sisi satu ke sisi yang lain. Pikirannya melayang-layang membayangkan posisi Ve. Ia pasti sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


Sementara itu, Al pergi mendatangi rumah Dion. beberapa saat setelah membaca situs sekolah ia baru mengetahui jika Ve difitnah sedemikian rupa. Hatinya sama sakitnya dengan apa yang Ve rasakan saat ini.


Al menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi, hampir saja ia menabrak pengemudi jalan yang tiba-tiba muncul setelah tikungan. Beruntung, Tuhan masih memberikan jalan.


Akhirnya kini ia telah sampai di depan rumah Dion. Tidak lupa ia menekan bel pintu rumah, sampai akhirnya satpam di rumah itu membukakan pintu gerbang rumah itu.


Al segera memarkirkan mobilnya di depan rumah. Beberapa saat kemudian, muncullah Dion dari dalam rumah dan menyambut kedatangannya.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikum salam, silakan masuk."


"Terima kasih, oh ya, di mana Ve?"


"Dia ada di halaman belakang, dia sedang ngobrol sama Mama."


Al menepuk bahu Dion, "Terima kasih sudah menjaganya."


"Sama-sama, aku yakin kau bisa menjaga Ve dengan baik."


"Terima kasih atas kepercayaannya."


"Sama-sama."

__ADS_1


Setelah cukup berbincang-bincang mereka segera menuju ke halaman belakang. Benar saja ternyata di sana ada Ve sedang duduk di sebuah gazebo bersama seorang wanita. Merasa ada orang lain yang mendekati tempat itu, Ve menoleh.


"Al, bagaimana kamu tahu aku di sini?"


Al tersenyum, lalu ia memberi salam pada ibunya Dion. "Selamat sore, tante?"


"Eh, selamat sore."


Mama Dion mengeryitkan dahinya, lalu menoleh ke arah Dion.


"Ini yang namanya Alfarizi Ma, pacarnya Ve."


"Oh, maaf tante nggak ngerti. Ya sudah, silakan ngobrol dulu, tante mau masak."


"Iya tante, terima kasih."


"Tapi tante, saya malah nggak bisa bantu," ucap Ve tidak enak hati.


"Serius tante?" Ve masih merasa tidak enak hati.


Jihan tersenyum pada Ve dan mengangguk, sementara itu Dion merangkul mamanya sambil tersenyum ke arah Ve dan Al.


"Tenang Ve, aku biasanya temenin Mama masak kok."


"Ya sudah kalau begitu."


Setelah Jihan dan Dion pergi, Ve mengalihkan pandangannya pada Al. Dengan kepercayaan tinggi Al membuka lebar kedua tangannya, "Nggak kangen, 'kah?"

__ADS_1


"Wkwkwk, kangen."


Tanpa Ve sadari tubuhnya mendekat ke arah Al, sehingga memudahkan Al untuk memeluknya. Ia membelai lembut pucuk kepala Ve. Menciumnya untuk sesaat, lalu kedua remaja itu saling melepaskan kerinduan yang mendalam.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah duduk di tempat masing-masing. Ve mulai terbuka akan perasaannya begitu pula dengan Al yang setia mendengarkan semua perkataan dari Ve.


"Oh ya, apa kamu ingat sesuatu?"


"Apa?" tanya Ve heran.


"Video, video yang dulu pernah kita rekam saat jebak Salsa."


"Oh iya, aku lupa."


"Kita bisa memakai hal itu dengan memperlihatkannya pada website sekolah."


"Apa nggak apa-apa, apa nanti tidak terlacak?"


"Tenang, aku punya hacker yang sangat lihai bermain aman. Kita bisa meminta bantuannya nanti."


"Baiklah, semoga cara ini bisa membantu," ucap Ve lirih.


Al menggenggam erat tangan Ve, menciumnya sesaat. "Apa pun yang terjadi, aku akan tetap berada di sampingmu. Aku janji."


"Terima kasih Al, terima kasih untuk semuanya."


.

__ADS_1


.


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2