MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
Bab 103. SEDIKIT MEMBAIK


__ADS_3

Jangan pernah membandingkan sesuatu dengan hal yang tidak bisa disandingkan. Setiap wanita begitu pula dengan pria adalah makhluk yang berbeda. Jika wanita mengandalkan hati, lelaki lebih mengandalkan logika atau pemikirannya.


Lisa masih duduk di atas tempat tidur dengan tangannya yang masih memeluk lututnya. Ia sama sekali belum merubah posisinya sejak satu jam yang lalu. Rambutnya tergerai ke depan menutupi kedua tangannya.


Sesaat kemudian, pintu kamar terbuka. Terlihat sosok lelaki bertubuh tegap dan berwibawa itu mulai melangkah mendekati Lisa. Ia membuang rasa egonya demi bisa mendapatkan hati sang putri.


Diletakkannya jas yang baru saja ia pakai di atas kursi. Lalu ia duduk di samping istrinya.


"Sayang, kenapa kamu belum istirahat?" tanyanya perlahan.


Sesaat setelah Aiden membelai pucuk kepala Lisa, ia mulai terbangun dari tidurnya. Ternyata sejak tadi istrinya tertidur dalam keadaan seperti itu. Dengan suara khas orang bangun tidur ia menjawab pertanyaan dari suaminya tersebut.


"Mas, sejak kapan di sini?"


"Baru saja, kenapa sayang?Kangen ya?"


Ucapan Aiden seolah memberinya oase di tengah gurun pasir. Sudah lama ia tidak mendengar sapaan lembut dari suaminya tersebut. Semburat merah muncul di kedua pipinya. Merona menghiasi kulit putih yang pucat itu.


"Apa aku bermimpi?" batin Lisa.


Aiden nampak bisa mengamati kalau isinya sedang membayangkan jika dirinya sedang bermimpi. Karena selama beberapa minggu ini, sikap Aiden terhadap Lisa sudah berubah. Oleh karena itu, ia pun segera mengucapkan perkataan yang lain untuk menenangkan hati istrinya.


"Tidak sayang, kamu sama sekali tidak sedang bermimpi. Ini benar-benar Aiden milikmu, suamimu."


Kedua mata Lisa terbelalak. Tanpa ia sadari ada gumpalan air mata yang hendak tumpah saat ini. Sudah lama Lisa memimpikan hal ini tetapi baru kali ini terwujud.


Aiden memeluk tubuh istrinya itu mendekapnya dalam kehangatan, meski tanpa cinta Aiden tetap memperlakukan Lisa seperti manusia. Mungkin kemarahannya sudah ia buang jauh untuk sementara waktu. Terlebih Lisa belum melakukan terapi dan semua ini ia lakukan agar hati Ve terketuk dan bisa menerima kehadiran dirinya sebagai ayah.

__ADS_1


Lisa benar-benar bahagia hari itu. Selama itu pula ia bersikap wajar tetapi tidak mengurangi perhatian dari Aiden. Ia menjaga sikap dan perilakunya agar Aiden tidak membawanya ke Rumah Sakit Jiwa.


Kini, Lisa juga sudah mau mandi, makan dan sedikit berdandan. Maklum kepribadian Lisa seringkali berubah jika ia merasa tidak diperhatikan atau diacuhkan. Sehingga penyakitnya itu bisa kambuh kapan saja.


Rencana Aiden harus tetap berjalan, hanya saja ia sangat berhati-hati kali ini. Menurut dokter, Aiden harus bersikap normal seperti biasanya, agar proses penyembuhan Lisa dapat berlangsung baik.


Keajaiban itu akhirnya terjadi. Lisa sudah terlihat baik, jauh dari kondisinya beberapa minggu yang lalu.


.


.


🍂CAFE HITAM PUTIH


Keempat remaja itu telah selesai berdiskusi. Tetapi ekspresi Ve belum seutuhnya menerima keadaan ini.


Kedua pasang mata lelaki di samping Ve menatap tajam ke arah Al. Siapa lagi kalau bukan Dion dan Kenzo.


"Sudah belajar menggombal dari mana, lu Bro?" tanya Dion memulai pembicaraan.


Sementara Ken menunggu jawaban resmi dari mulut Al. Ia tau betul watak Al sebelum ini. Sangat kaku terhadap cewek dan juga selalu acuh, tetapi sosok Ve mampu membuat Al berubah menjadi seorang lelaki yang kalem, mau memikirkan perasaan wanita dan juga membuang egonya. Manusia kutub, kanebo kering yang biasa disematkan Ve untuk menggambarkan situasi perasaan dari Al sepertinya akan berubah setelah ini.


Karena menjadi pacar memang seharusnya bersikap begitu, Al berusaha untuk melakukannya sebaik mungkin. Al bisa saja menahan atau sekedar menyembunyikan perasaannya di tempat umum, tetapi saat ini ia lupa tempat dan kondisinya karena terlalu bahagia bisa bersama Ve kembali.


Sorot mata tajam dari Ve yang saat ini menyadarkan jika dirinya tadi terlihat sangat bucin kepadanya. Hingga ucapan sakral itu keluar dari bibir si manusia kutub.


"Maaf, "cicit Al persis kaya lelaki kena omel bininya.

__ADS_1


Ve membuang kasar nafasnya. Kalau ia tidak mencintai Al, sudah pasti ia akan mengomelinya saat ini.


"Hm, untung aja cinta, kalau enggak sudah habis kau aku kuliti," batin Ve melihat ke arah Al.


"Ha ha ha, nggak apa-apa lagi Ve, lagian kalian kan sudah mengumumkan hubungan kalian di depan aku dan Dion, jadi jangan sungkan untuk bermesraan kembali."


"Oke, tetapi kami tetap saja belum terbiasa saat ini."


Tanpa ia sadari, Al melingkarkan tangannya di pinggang Ve. Ia sudah gemas melihat pacarnya ini sok jaim atau pun sok jual mahal.


"Cukup minyak aja yang mahal, tetapi hati, cinta dan perhatian darimu tidak perlu ikut-ikutan mahal, aku nggak sanggup buat bayar itu," gombal Al pada Ve.


Sontak hal itu membuat mereka bertiga tersenyum mendengar gombalan receh dari Al untuk Ve, tetapi ternyata hal itu sukses membuat Ve tersenyum.


"Nggak apa-apa, aku ikhlas asalkan senyuman terindah itu terbit untukku."


Al semakin pandai menggombal saat ini, tetapi Ve suka akan hal itu.


"Terima kasih, sayangku, calon imam di hatiku," batin Ve.


.


.


"Cinta terkadang bisa merubah sikap dan watak seseorang. Selama perubahan itu positif, hal ini boleh terjadi, tetapi jika perubahan tersebut lebih condong ke arah jelek, maka pergilah. Carilah sebuah cinta yang murni dan tidak akan menyakitinya."


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


__ADS_2