MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
Bab 106. KRITIS


__ADS_3

“Bertahanlah sayang, aku nggak bisa hidup tanpa kamu,” lirih Al sambil memeluk lututnya.


Kini tubuhnya luruh sudah. Pikiran Al terlihat sangat kacau hari itu, apalagi setelah melihat keadaan Ve yang terluka begitu parah. Andai waktu bisa diputar kembali, tentu hal seperti ini tidak akan terjadi, tetapi nasi sudah menjadi bubur. Kini Ve sedang berjuang di dalam ruang operasi.


Aiden yang mendengar jika Ve mengalami kecelakaan segera meluncur ke Rumah Sakit. Tiyan yang sudah mendengarkan penjelasan versi lengkap dari Aiden mencoba memberikan solusi untuknya. Terlepas dari status Ve yang masih simpang siur, tidak membuat restu dari kedua orang tua Al menghilang. Mereka tetap mensupport semua tindakan Al asalkan dalam konteks positif.


Kini Aiden mencoba berdamai dengan keadaan sekitar. Perusahaan yang berada di Indonesia sudah sebagian besarnya dilimpahkan pada Ken. Meski tetap berada dalam pengawasan Aiden.


Tetapi tidak ada hal yang lebih penting lagi ketimbang mengetahui keadaan putrinya. Ia pun ingin segera sampai ke Rumah Sakit, tetapi di lantai bawah, Aiden yang hendak pergi dihadang oleh Lisa.


“Mau kemana, Pa? Kenapa buru-buru?" tanya Lisa.


“Putriku kecelakaan, kau mau ikut menjenguknya?”


"A-apa itu Ve?" ucap Lisa ragu-ragu.


"Iya, gimana?"


“Kamu tidak takut aku justru akan membunuhnya setelah ini?” tanya Lisa hati-hati.


Aiden menggeleng, “Aku percaya padamu.”


Lisa yang seolah mendapatkan kesempatan kedua tidak mau menyia-nyiakan waktunya. Ia mengangguk mengiyakan ajakan suaminya.


“Ya, aku ikut, Pa. Tunggu sebentar aku ambil tas dulu di kamar."


Lisa bergegas untuk naik ke atas, untuk mengambil tas di dalam kamarnya, lalu tidak berapa lama kemudian ia sudah kembali turun ke lantai bawah. Lalu Aiden menggandeng tangan Lisa, membuatnya seolah nyaman dengan semua perlakuannya. Lisa benar-benar terbuai akan perlakuan lembut dari suaminya itu.

__ADS_1


“Semoga hal ini akan tetap seperti ini selamanya, Mas, Aamiin,” doa Lisa dalam hati.


Sedangkan Ken saat ini berada di dalam perusahaan milik ayahnya. Ia sedang menggantikan meeting Aiden. Sejak satu jam yang lalu ada perasaan tidak nyaman saat memimpin rapat, tetapi ia tidak mengetahui itu.


Sesekali ia melirik ponsel yang berada di sampingnya, tetapi Ken harus tetap bersikap profesional saat ini. Terlebih ayahnya sudah membagi tugas dengannya. Ia berjanji tidak akan menyia-nyiakan waktunya kembali.


🍂Satu jam telah berlalu.


Aiden, Lisa, Al, Tiyan dan Putri sudah berada di Rumah Sakit, lebih tepatnya di depan ruang operasi. Sesaat pintu ruang operasi terbuka, keluarlah seorang suster dari dalam sana.


“Maaf, apa ada yang bergolongan darah A di sini?” tanya suster itu.


“Saya sus,” ucap Aiden sambil menaikan salah satu tangannya ke atas.


“Bisa ikut saya sebentar untuk melakukan pengecekan golongan darah?"


"Pasien sedang dalam keadaan kritis, ia kekurangan golongan darah A. Sementara itu di Rumah Sakit stok golongan darah jenis itu sedang kosong.”


Putri menutup mulutnya, tidak menyangka jika Ve akan mengalami hal setragis ini."


"Ayo ikut saya!"


“Baik," ucap Aiden yang segera mengikuti suster itu pergi.


Tiyan menepuk bahu Al, "Sabar, ya sayang, kita berdoa untuk kesembuhan Ve."


Al mengangguk, mengiyakan ucapan ayahnya. Tidak berapa lama kemudian, terdengar derap langkah dari ujung lorong. Ternyata Ken datang dengan langkah setengah berlari.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Ve?"


"Masih kritis," jawab Lisa.


"Lalu, Papa di mana?"


"Papa sedang di chek golongan darahnya apa sesuai dengan golongan darah milik Ve atau tidak."


"Memangnya golongan darah Ve apa?"


"Golongan darah A."


"Di mana ruang pemeriksaan itu, biarkan aku ikut, golongan darahku juga A."


Tidak berapa lama kemudian datanglah seorang suster. Ken langsung menghalangi suster itu.


"Maaf sus, di mana ruangan pemeriksaan golongan darah, saya mau donor darah."


"Mari ikut dengan saya!"


Tidak begitu lama, Ken sudah sampai di tempat itu. Ia menunggu dengan setia sampai pintu itu terbuka.


"Semoga masih ada waktu," doa Ken dalam hati.


 


 

__ADS_1


__ADS_2