MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
Bab 94. PREDIKSI


__ADS_3

Merasa kondisi mamanya yang semakin memburuk, Ken memilih mengajak Lisa untuk kembali ke rumah. Tetapi ia juga sudah memanggil dokter pribadinya untuk datang ke rumah bersama seorang psikiater.


"Mama, ayo turun, sudah sampai," ajak Ken dengan lembut.


Lisa menatap wajah Ken, seolah menatap wajah suaminya semasa muda, lalu ia tersenyum. Lisa menggandeng erat tangan Ken.


"Selamat datang, Tuan, Nyonya."


"Siapkan air hangat untuk, Mama, Bik."


"Baik, Tuan."


Ken menoleh ke arah Lisa, "Mama bersihkan badan dulu, ya."


Lisa menggangguk patuh, tak lama kemudian ia segera masuk ke kamar mandi lalu melepaskan semua pakaiannya dan masuk ke bathup yang sudah berisi air hangat.


Sementara Ken segera menelpon ayahnya, "Pala di mana?"


"Papa masih di luar."


"Kenapa nggak pulang?"


Aiden menghela nafasnya, "Maaf, Papa nggak bisa mempertahankan rumah tangga dengan Mama kamu."

__ADS_1


Ken menunduk, ia tahu posisi ini sangat sulit. Meski ia tau ini tidak benar, tapi ia tidak bisa memihak pada salah satu orang. Jika bisa memilih, Ken memilih mereka tidak kembali ke Indonesia dan membiarkan mereka hidup di Swiss.


"Pikirkan saja kebaikan dan keburukannya, aku nggak bisa ikut campur, Pa. Ini kehidupan Mama dan Papa. Maaf."


"Tapi, aku mohon, Papa pulang malam ini."


"Akan aku usahakan."


Setelah menutup panggilan telepon, Ken ikut membersihkan tubuhnya. Tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya. Hingga membuat Ken bergegas dan segera menuju kamar Mamanya.


Lisa amat takut dengan hujan dan guntur. Baginya mereka sangat menakutkan hingga membuat trauma didalam tubuhnya. Jika di Swiss hujan salju, di Indonesia pasti hujan air membuat trauma Lisa kembali.


Benar saja, belum sempat Ken sampai, suara benda pecah terdengar nyaring dari kamar Lisa. Ia berteriak tidak karuan sambil membanting semua barang-barang di kamarnya.


"Argh."


Srashhh ...


Lisa menyerang Ken dengan pecahan kaca di tangan Lisa. Setelahnya Lisa tertawa senang. Darah segar menetes dari tangan Kenzo yang terkena goresan pecahan kaca tersebut. Membuat orang yang berada di ruangan itu menjadi waspada dan merubah suasana menjadi sedikit tegang.


Lisa menyeringai, "Ha ha ha, rasakan Aiden, kau tak pantas hidup, aku membencimu!"


"Ma, ini aku Kenzo, putramu!"

__ADS_1


Ternyata Lisa berhalusinasi, memorinya kembali ke masa mudanya. Derap langkah terdengar ramai dari lantai bawah. Sementara itu pelayan masih terdiam di ambang pintu tanpa berani mendekat.


"Ada apa ini?" teriak dokter yang baru saja datang.


Terlihat dokter pribadi Keluarga Ken sudah datang bersama salah seorang psikiater sesuai permintaan Kenzo. Melihat situasi tak terkendali, beberapa pengawal Kenzo berusaha mendekati Lisa, mengikat tangannya dan mengunci pergerakan Lisa sesuai perintah Kenzo.


Sedangkan Kenzo langsung ditangani oleh asisten dokter, sementara itu dokter langsung memeriksa kondisi Lisa. Karena ia hendak melawan, maka ia diberikan obat penenang kembali.


"Sejak kapan, Nyonya Lisa seperti ini?"


"Beberapa hari yang lalu dokter, ada apa?"


"Sepertinya kondisi Mama Anda kurang membaik. Terkahir kali saya datang, saya sudah memprediksi hal ini akan terjadi, tetapi Tuan Aiden mengabaikan perkataan saya."


"Apa saat itu, saya tidak ada di rumah?"


"Sepertinya seperti itu, apalagi kondisinya sepertinya sedang tidak kondusif, oleh karena itu saya tidak berani menyimpulkan hal lain."


"Kalau begitu, silakan dokter katakan, apa yang sebenarnya terjadi pada Mama Saya."


"Baiklah, mari ikut dengan saya."


.

__ADS_1


.


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2