
Melihat kedatangan dokter, Ve segera bertanya tentang kesehatan neneknya.
"Siang dokter, maaf bagaimana keadaan, Nenek saya?"
"Semuanya baik-baik saja, sesuai perkataan saya tadi pagi, sore ini Nenek Safa sudah boleh pulang."
"Alhamdulillah," ucap Ve sambil mengusap dadanya.
Sementara Aiden dengan raut wajahnya yang sendu masih memandang putri kandungnya itu. Tetapi ada gurat kesedihan di mata Aiden. Karena sampai saat ini ia belum pernah memeluk putri kandungnya itu yaitu Veeya. Andai waktu bisa diulang Aiden ingin kembali mengulang kisah cintanya di masa muda bersama ibunya, Maya Larasati.
Ken menepuk pundak Aiden, membuyarkan semua lamunan indah bersama Maya. Saat mengingat petuah orang tuanya dulu memang seorang lelaki harus bersikap baik pada semua wanita tak terkecuali Al, Ken saat berhadapan dengannya.
Lalu menyuruh Aiden diam dengan bahasa matanya. Ken lalu mengajak Ve untuk masuk ke dalam ruang rawat nenek. Tak lupa sebelumnya ia mengucapkan terima kasih pada dokter.
"Terima kasih dokter."
"Sama-sama."
Ve bergegas masuk ke dalam ruangan neneknya, ia begitu bahagia ketika Tuhan memberikan kemudahan baginya dan neneknya.
"Nenek ..." seru Ve dengan bahagia.
Ingin rasanya segera mengajak neneknya pergi dan menjauh dari jangkauan ayah kandungnya. Bagi Ve hanya Ibu Maya dan Ayah Vano yang menjadi ayahnya dan tidak akan ada ayah atau ibu yang lain.
Rasa kehilangan kedua orang tua sejak kecil sempat membuat Ve berkecil hati. Belum lagi bully-an yang ia dapat dari teman-teman sekolah yang membuatnya menjadi gadis introvert. Tetapi Tuhan ternyata masih berbaik hati padanya.
Ia mengirimkan seorang anak laki-laki yang bernama Dion dan menjadikannya gadis yang ceria. Begitu pula kasih sayang yang diberikan oleh kedua orang tua Dion. Rasanya Ve ingin kembali ke masa itu saja, daripada kehidupannya ini yang harus menghadapi berbagai masalah baru.
Ve mengusap wajah neneknya dengan penuh kasih sayang. Tak lupa senyum secerah mentari pagi ia hadiahkan untuk neneknya itu. Lalu tak lama kemudian muncullah Al, Ken dan Aiden yang menyusul di belakang Ve.
"Selamat siang, Nenek?" sapa Al sopan.
"Siang Nak Al," balas nenek diiringi sebuah senyuman.
Garis wajah nenek terlihat menegang ketika melihat Aiden turut hadir siang itu. Meski begitu Aiden tetap tersenyum pada Ibunda Maya.
Seorang nenek bagi putrinya yang rela merawat seseorang yang bukan bagian dari keluarganya. Mungkin jika itu bukan Nenek Safa, sudah pasti Ve ditaruh di panti asuhan. Beruntung Nenek Safa berhati emas, sehingga dengan penuh kasih sayang, ia tetap mengasuh Ve dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Selamat siang, Nek," sapa Aiden ramah.
"Siang."
Ve sama sekali tak mau menoleh untuk sekedar menatap ayah kandungnya itu. Ia mengepalkan tangannya. Meski tak begitu lama, tapi Al dan Ken sempat melihat hal itu.
"Oh ya, Nek. Nanti sore kita sudah boleh pulang," ucap Ve dengan tersenyum.
"Iya, alhamdulillah, Sayang."
Nenek membelai lembut kepala Ve lalu menggenggam tangannya. Mengisyaratkan agar Ve menerima kehadiran Aiden.
Jika Tuhan mengambil nyawanya sebentar lagi, setidaknya Nenek Safa sudah merasa tenang. Karena Ve sudah bertemu dengan ayah kandungnya. Setidaknya rahasia yang sudah ia simpan secara bertahun-tahun, kini sudah ia ungkapan.
"Nek ...." ucapan Ve tertahan.
Ia menutup matanya sebentar lalu menghela nafas secara kasar. Setelahnya ia mulai berbicara lagi.
"Apa benar lelaki di samping Ken itu adalah ayah kandungku?"
Tampak berat sekali ucapan Ve kali ini, tapi ia hanya ingin memastikan apakah perkataannya benar atau cuma pura-pura. Masih banyak lagi pertanyaan yang akan ia ajukan ketika ia mengakui semuanya.
Ve menatap kedua mata nenek, di dalam mata tua nenek sama sekali tidak terlihat sebuah kebohongan. Berarti apa yang dikatakan beliau saat ini adalah sebuah kebenaran.
Al hendak memegang bahu Ve, tetapi tangan Ken mencegahnya. Lebih baik membiarkan Ve marah dengan situasi ini, daripada membuatnya terluka dan bertanya-tanya lebih lama.
"Tuan Aiden? Saya tanya sekali lagi, benarkah saya putri kandung, Anda?"
Aiden gemetar, begitu takutnya ia saat ini. Hanya untuk mengatakan iya saja, membuatnya berkeringat dingin.
"Iya, Veeya. Saya ayah kandungmu."
"Kalau Anda benar ayah saya, kenapa saat kedua orang tua saya meninggal, kenapa Anda tidak menjemput saya?"
"Apakah Anda malu mengakui saya sebagai putrimu, hah!"
"Atau Anda takut rumah tangga hancur karena keberadaan saya, lalu setelah sekian tahun kenapa Anda harus datang di hadapan saya!"
__ADS_1
Ve benar-benar tidak tahan dengan setuasi ini. Bahkan hanya untuk menatap wajahnya saja ia sudah muak. Lalu untuk apa dia muncul.
Aiden dan semua orang di ruangan itu begitu kaget dengan situasi ini. Mereka tidak menyangka jika Ve bisa berkata seperti itu. Aiden pun jatuh terduduk.
"Veeya, saya minta maaf."
"Saya tidak bermaksud meninggalkanmu ataupun membuangmu!"
"Tapi, semua ini karena rasa pengecut yang begitu besar di dalam diri saya, sehingga untuk muncul dihadapan-mu ataupun nenek aku tidak bisa."
Ada cairan bening mengucur dari celah mata Ve maupun Aiden. Kedua anak dan Ayah itu sama-sama terluka.
"Tapi aku tidak pernah membuangmu, aku mempersiapkan dengan matang masa depanmu. Sejak kamu sekolah sampai di posisi saat ini, semua dana pendidikanmu telah aku tanggung "
"Bahkan sebuah perusahaan telah aku persiapkan untukmu."
Ve menoleh, menatap garang lelaki di depannya itu.
"Saya tidak butuh harta Anda, tapi sebuah keluarga yang utuh itulah yang saya mau!"
Ve semakin terisak saat ini, hatinya begitu hancur. Apalagi ketika mengingat kedua orang tuanya yang tak pernah ia lihat, dan hanya nisan keduanya yang ia punya saat ini.
"Kenapa takdir begitu kejam kepadaku, kenapa takdir seolah mempermainkanku."
Veeya semakin terisak dalam dekapan Al. Sementara Ken membantu ayahnya untuk berdiri.
"Maafkan saya Veeya, maafkan saya Nenek," ucap Aiden dengan hati yang terluka akibat ucapan Ve barusan.
Meskipun semuanya benar, tetapi entah mengapa rasanya sakit sekali ketika anak kandungnya mengatakan kebenaran itu di depan mata kepalanya sendiri.
Lalu apakah Ve akan memaafkan ayahnya dan menerima kehadiran Aiden dan Ken sebagai anggota keluarganya yang baru?
Simak di update selanjutnya ya.
.
.
__ADS_1
...🌹Bersambung🌹...