MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
Bab 118. KENYATAAN


__ADS_3

Kebutaan sementara yang dialami Ve membuat seolah kehidupan Ve runtuh, tetapi pelukan Nenek Safa dan dukungan dari seluruh keluarga menguatkan dirinya agar jangan patah semangat.


"Mama sudah mencarikan satu buah Rumah Sakit terbaik di luar negeri untukmu dan Al. Darren berjanji sama Mama akan segera menjemput kalian."


Ve masih diam terpuruk saat ini, padahal di mimpinya ia masih bisa selamat, tetapi cobaan apa lagi ini? Sementara Lisa sedang menganalisa situasi untuk melihat kemungkinan apa yang membuat putri angkatnya seperti ini.


"Ve sayang, Mama Lisa boleh tanya nggak? Maaf sebelumnya kalian pergi kemana, atau dari mana?"


"Sehabis takziyah ke rumah almarhumah Salsa. Setelah acara kita langsung balik, setelah itu kami seperti di ikuti sebuah mobil dari depan ada sebuah truck kontainer lalu ... semua itu terjadi."


"Sepertinya ini masih berkaitan dengan Keluarga Salsa, biarlah aku melindungi putri sambungku dengan caraku sendiri!"


"Ya sudah, kamu banyak istirahat, serahkan semuanya pada Mama Lisa, Mama akan mengusahakan yang terbaik untukmu, Nak," ucap Lisa sambil mengusap punggung tangan Ve dengan lembut.


"Aku harap semuanya tidak terlambat, yang terpenting adalah kebahagiaanmu Veeya."


Meski ada keraguan datang pada hatinya, tetapi Ve tidak menolak kebaikan hati Lisa. Di saat seperti ini, ia akan belajar tentang artinya sebuah kebahagian di balik kegelapan. Mencoba menilai seseorang dari hatinya bukan dari rupa.


Untuk mengalihkan perhatian Ve, Nenek menyuruh Ve untuk berbaring dan menutup matanya untuk sejenak, karena Nenek ingin membacakan cerita pengantar tidur untuk Ve.


"Sudah lama rasanya Nenek tidak membacakan sebuah dongeng untukmu, Sayang."


"Kalau kamu tidak keberatan, bolehkan aku memulai untuk bercerita."


"Boleh Nek, Ve juga kangen akan hal itu."

__ADS_1


.


.


🍂Kediaman Nyonya Sabrina


PRANG ....


Nyonya Sabrina tampak marah karena anak buahnya gagal melakukan misi dan masih berani meminta imbalan atas pekerjaan yang tidak beres itu.


"Kalian beraninya menipuku!"


Dengan tegas ia melayangkan cambukan rotan ke tubuh anak buahnya yang gagal. Seolah melakukan hal seperti itu sudah biasa membuat Nyonya Sabrina tidak punya rasa belas kasihan pada manusia biasa.


Setelah melihat tubuh mereka berdarah dan merasa puas telah menyiksa mereka, Sabrina langsung menyuruh anak buah yang lainnya.


"Baik Nyonya, kami permisi."


.


.


"Pa, sebaiknya kita membantu mengusut kecelakaan kali ini."


"Memangnya kenapa, Ma?"

__ADS_1


"Tadi Ve bilang begini, katanya pas mau pulang ke rumah, mereka malah kecelakan. Nggak enaknya dia habis pulang dari Rumah Salsa."


Aiden tampak menoleh, memandangi istrinya untuk memastikan ekspresi Lisa saat mengatakan apa yang dikatakan barusan.


"Kamu nggak berbohong, bukan?"


"Enggak kok, saat Ve cerita di ruangan Ve ada banyak saksi mata yang melihat dan mendengar cerita darinya.


Aiden mendekati Lisa, "Kalau kamu mulai mencintai Ve sama seperti kau mencintai Ken dahulu kala. Membuat Ve suka padamu sepertinya akan lebih mudah."


"Pa, katanya Ve sudah siuman lagi, beneran?" tanya Ken dari meja kantornya.


"Iya."


"Trus, gimana keadaannya sekarang?"


"Pulang lah nanti Papa jelasin di sini."


"Oke, Pa, setelah semuanya beres aku akan segera pergi ke sana."


"Baiklah."


"Pekerjaan kantor sungguh membuat kepalaku semakin cenat cenut tidak karuan."


"Sabar Ken, akan nikmat jika kamu jalani dengan ikhlas, tetapi Papa bangga padamu, semoga semakin sukses, ya."

__ADS_1


"Siap, Pa. Terima kasih."


__ADS_2