
Tidak terbiasa dengan laju pertumbuhan bisnis ternyata bisa membuat seseorang tiba-tiba stres. Terlebih ia anak baru, akan semakin mudah untuk menjatuhkan seseorang yang sama sepertiku.
Seusai pulang dari kantor, Ken langsung melajukan mobilnya menuju rumah. Sebenarnya ia ingin pergi ke Rumah Sakit, tetapi Aiden melarang karena sesuatu hal.
"Maafkan aku Veeya, aku belum diijinkan datang kepadamu karena aku sendiri masih ada pekerjaan penting yang harus aku lakukan saat ini."
Mobil yang dikendarai Ken telah memasuki pekarangan rumah Aiden dan Lisa. Setelah sampai ia pun segera keluar dari mobil. Suasana tampak lengang kali ini, hingga sesaat setelah ia sampai di dalam rumah, keadaannya masih sama.
Pemandangan Ken terhenti ketika melihat kedua orang tuanya sedang beribadah di salah satu ruang. Ia memang pulang di waktu senja sehingga ketika sampai di rumah waktu sudah memasuki maghrib.
Lengkungan senyum kini terukir di wajah tampan milik Ken. Lalu ketika mereka selesai beribadah, Aiden baru menyadari jika putranya sudah pulang.
"Assalamu'alaikum ...."
"Wa'alaikum salam, sudah pulang Ken?"
"Alhamdulilah sudah, aku mau bersih-bersih terlebih dahulu lalu nanti kita bisa berbicara kembali."
"Baiklah."
...
__ADS_1
"Bagaimana dokter? Adik saya bisa dibawa ke sini, bukan?"
"Bisa, asalkan sesuai perjanjian yang telah kita sepakati, kita akan bekerjasama selama satu tahun untuk masa percobaan."
"Baik, terima kasih, dokter."
Kini Dareen merasa bahagia karena ada setitik cahaya yang melingkupinya, ia segera menelpon kedua orang tuanya untuk mengatakan jika ia telah berhasil mendapatkan satu Rumah Sakit yang siap menampung perawatan untuk Al dan Veeya.
"Assalamu'alaikum Pa, aku sudah mendapatkan satu buah Rumah Sakit untuk perawatan Al dan Veeya."
"Wa'alaikum salam, alhamdulillah baiklah kalau begitu biar malam ini aku akan menghubungi dokter yang merawat Al agar esok hari kepindahannya dapat dilakukan lebih cepat."
"Aku akan kirimkan nama Rumah Sakit dan dokter yang akan menjadi penanggung jawab selama Al di rawat di sini."
"Kebetulan ayahnya menjalin kerjasama denganku, dan putranya menjadi kepala Rumah Sakit yang terkenal dengan pengobatannya yang mujarab. Sehingga saat aku mengumumkan tentang hal itu, beliau langsung merekomendasikan putranya."
"Lalu berapa lama kontrak kerja sama yang kalian jalin?"
"Mereka memberikan waktu percobaan di dua belas bulan pertama. Kalau ternyata kerja samanya begitu berkembang dan semakin banyak menghasilkan pundi-pundi rupiah, maka mereka akan meningkatkan fasilitas selama aku tinggal di apartemenku."
"Good, semoga kerja sama kalian sangat menguntungkan kali ini, Aamiin."
__ADS_1
"Aamiin, makasih Pa."
...
"Jadi gimana tentang perkembangan kesehatan Ve, kenapa sampai terjadi seperti ini?"
"Itu karena ada seseorang yang masih menyimpan dendam pada adikmu," ucap Aiden.
Tidak lama kemudian Lisa ikut berkomentar saat ini.
"Mungkin semua ini terjadi karena masalah hati."
"Kok bisa begitu, Ma?"
"Karena Salsa sangat menyukai Al, tetapi Al sangat menyukai Ve. Rasa cinta dari Salsa tidak berbalas sehingga ketika ia sudah tidak sanggup ia melakukan segala cara untuk melenyapkan Veeya."
"Sayang, adikmu berhasil selamat, tetapi malah putrinya yang meninggal. Sebagai ibu tunggal aku bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Ibunya Salsa, yaitu rasa tidak terima saat posisi anaknya terancam. Mau tidak mau ia pun harus melenyapkan Ve karena Ibu Salsa tidak akan pernah membiarkanmu bahagia."
.
.
__ADS_1
.
...🌹Bersambung🌹...