MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
Bab 122. DILUMPUHKAN


__ADS_3

Berkat cips yang dipasang di anting-anting yang dipakai Ve, membuatnya mudah terlacak oleh sistem keamanan yang sudah dipersiapkan Darren dan Kenzo. Layar monitor yang berada di Jakarta lebih tepatnya di dalam ruang kerja Kenzo telah dihubungkan dengan tubuh Ve sejak dia diterbangkan ke luar negeri.


Kenzo sudah menyadari jika hal ini akan terjadi. Dengan bekerja sama bersama Darren membuat langkahnya terlihat mudah. Jaringan pengamanan yang mereka buat memang dirancang lama sejak Ve mengalami kecelakan beberapa bulan yang lalu. Kenzo menyadari jika nyawa adiknya selalu menjadi incaran bagi setiap orang yang menjadi rival bisnis ayahnya.


"Bagaimana kondisi di sana?"


"Kamu serahkan semuanya padaku, biarkan aku yang mengerjakan semuanya dan kamu cukup memantau dari jauh."


"Siap Bang, terima kasih banyak untuk bantuannya."


"Sama-sama, lagi pula kau juga sudah aku anggap sebagai adikku."


Kenzo merasa beruntung mendapatkan teman seperti Darren. Meski dulu ia terlihat bengal tetapi ia sangat penyayang. Buktinya ia selalu bisa diandalkan setiap saat.


Jauh sebelum Al dan Ve bersama, hubungan Kenzo dengan Darren sudah lebih dulu dekat. Setelah ada beberapa masalah, hubungan mereka sempat merenggang tetapi sekarang sudah membaik. Itulah kenapa mereka bisa kembali bekerja sama saat ini.


"Lisa, gimana kondisi kamu?" tanya Putri saat menjenguk calon besannya tersebut.


Lisa diketemukan tidak sadarkan diri di meja makan saat Veeya dinyatakan hilang. Beruntung Putri yang merasa tidak beres segera kembali ke meja makan. Sayang di sana ia hanya menemukan Lisa yang dalam keadaan pingsan dan meja sedikit berantakan. Oleh karena itu ia segera menghubungi Darren.


Tidak butuh lama, mobil yang membawa Ve pergi telah berhasil masuk ke dalam sebuah gudang tua. Di sana mereka melakukan barter. Tubuh Ve ditukar dengan beberapa barang agar jika mobil yang dipakai terlacak, di dalamnya sudah tidak ada Ve.


Sementara mobil dengan design mewah itu sudah berhasil membawa Ve pergi menuju ke sebuah Villa yang sudah dipesan oleh Sabrina.


"Sudah lumayan Mbak, maaf ya aku tidak bisa menahan mereka saat membawa Ve," ucap Lisa sedikit menyesal.

__ADS_1


"Tidak apa-apa yang penting kamu selamat, lagi pula jejak Ve sudah berhasil di lacak, saat ini tim penyelamat sedang menuju ke lokasi."


"Benarkah Mbak?"


"Iya, apa yang aku katakan benar kok."


"Lalu di mana Mas Aiden?"


"Oh, suami kamu sedang berada di luar sama Ayahnya Al. Mereka sedang mempersiapkan pengobatan untuk Al."


Lisa menetralkan nafasnya, "Semoga Ve dan Al segera membaik."


"Aamiin."


"Mbak, bolehkah aku minta tolong tentang sesuatu hal."


Putri menoleh ke arah Lisa, "Boleh katakan saja!"


"Mbak jika suatu saat aku pergi terlebih dulu, aku minta Mbak menyayangi Ve sama seperti putri Mbak sendiri ya. Aku tidak yakin akan berumur panjang."


"Eh, jangan bilang begitu, umur manusia tidak ada yang tau. Percayakan semuanya pada Allah, niscaya semuanya akan baik-baik saja."


"Aamin."


Keyakinan Lisa mengatakan jika umurnya tidak akan panjang. Oleh karena itu ia meminta ibunya Al agar kelak bisa menyayangi Ve sepenuh hati. Rasanya sungguh memalukan jika mempunyai seorang ibu seperti dirinya.

__ADS_1


"Semoga kamu baik-baik saja ya, Sayang."


.


.


Melihat wajah Veeya membuat amarah di hati Sabrina memuncak. Terlebih jika ia ingat perjuangan anaknya harus dipatahkan saat mengetahui Ve akan menikah dengan Al. Membuat Salsa marah dan kehilangan arah dan sebuah keputusan bodoh membuatnya meregang nyawa.


Sabrina mengambil sebuah cambuk dan mulai mengarahkannya ke tubuh Ve. Namun belum sempat tali itu menyentuh tubuh Ve, terdengar suara keributan dari luar dan beberapa kali kali suara tembakan. Membuat hati Sabrina ketar-ketir saat itu juga.


"Ada di luar? Cepat periksa!"


"Baik Nyonya Besar."


Sesuai instruksi dari Sabrina kekuatan dari anak buahnya tidak ada apa-apanya dibanding dengan kekuatan geng dibawah kendali Darren.


"Menyerahlah wahai Nyonya!"


"Cih, nggak akan aku menyerah begitu saja tanpa membuat gadis cacat itu menderita. Eh, salah ya, ha ha ha ...."


"Dia itu tidak lebih darinya seorang yang lagi kena syndrome, kalau nggak disuntik ya dia normal tetapi ada kalanya dia menjadi orang lain," cibir Darren yang memimpin langsung acara malam itu.


"Pengawal bawa semua korban dan membuat seolah kalau pesta kembali lancar. Hingga setelahnya, jamu mereka dengan baik!" titah Darren.


Apakah Ve benar-benar bisa diselamatkan? simak dibeberapa part akhir ini. Semangat membaca.

__ADS_1


__ADS_2