
Saat ini Ve bersama ketiga pria tampannya sedang berada di sebuah cafe. Mereka sama-sama menunggu rencana Ve yang akan dilakukan setelah ini.
"Jadi apa yang akan kamu lakukan setelah ini Ve?" tanya Kenzo membuka obrolan siang itu.
Ve masih asyik minum boba miliknya sambil sesekali memainkan matanya.
"Apa sebaiknya aku liatin rekaman ini ke pihak sekolah?" tanya Dion sambil memainkan kamera miliknya.
"Tahan dulu!" teriak Ve dan Al secara bersamaan.
"Cih, kompak!" cibir Dion tak suka.
Ia pun menyandarkan punggungnya ke kursi sambil membuang muka. Sementara Ve dan Al saling memandang satu sama lain.
"Dion, aku mohon kamu simpan dulu rekaman itu, belum saatnya kita bongkar kebusukan Salsa," ucap Ve menenangkan Dion.
Ve paham betul dengan watak dan sifat Dion yang suka gegabah, tetapi ini bukanlah waktu yang tepat untuk membeberkan semua ini.
"Betul, apa yang dikatakan Ve semuanya benar. Jika kita maksain untuk menunjukkan rekaman itu sekarang, takutnya akan menjadi masalah yang besar nantinya," jelas Al.
"Apalagi saat ini posisi Ve sama sekali tidak menguntungkan, bisa-bisa pihak dewan sekolah makin menekan Ve!" imbuh Kenzo.
"Apa yang dikatakan Al maupun Kenzo satu pemikiran sama gue. Gue yakin betul, sesudah ini, pasti Salsa akan semakin membenci gue."
"Dan gue jamin, dia bakal melakukan hal yang lebih parah dari kemarin!" imbuh Dion menatap ketiganya.
"Bentar-bentar, gue curiga sama elu, bukankah selama ini lu dipihak Salsa, gimana ceritanya bisa jadi di pihak Ve?" tanya Al mengintimidasi Dion.
Dion membetulkan posisi duduknya dan memandangi mereka satu persatu.
"Jadi gini ceritanya, sebelumnya gue minta maaf pada kalian semua untuk semua kejahilan gue sama Ve selama ini."
"Gue akui, gue emang brutal, nggak tau aturan dan murid nakal, tapi itu semua agar gue nggak dibully sama anak-anak sini. Apalagi gue siswa pindahan."
__ADS_1
"Terus, kenapa kamu malah sekongkol sama Salsa?" tanya Kenzo penasaran.
"Gue nggak sekongkol, cuma gue bantuin dia buat dapatin apa yang dia mau, yaitu dekat sama elu, Al."
Dion menatap Al lalu ke Ve.
"Kebetulan saat itu yang gue liat, akhir-akhir ini Ve memang dekat dengan Al, dan karena perintah Salsa gua bantuin dia dan ngerjain Ve."
Tatapan bersalah kini terlihat jelas di wajah Dion. Ve membuang nafasnya perlahan. Kini Kenzo juga ikut-ikutan memandang Al dan Ve secara bergantian. Kini ia pun mulai membaca situasi di sana.
"Apa Al menaruh hati sama Ve?" tanya Kenzo dalam hatinya.
"Gue yakin, ada yang nggak beres di sini!"
"Lalu?" tanya Al memecah keheningan.
"Karena kenyataannya kalian memang terlihat dekat selama ini, aku pun mengiyakan ajakan Salsa untuk menjebak Ve tempo hari."
"Jadi kamu yang culik Ve dan bawa dia ke gudang?" tanya Al yang sudah bangkit dari kursinya dan mencengkeram kerah seragam Dion.
Sementara Dion masih menikmati luapan emosi Al. Mereka saling menatap satu sama lain, karena ketegangan tiba-tiba menghinggapi mereka.
"Al, please, stay calm, ok!" bujuk Ve dari kursinya.
Matanya melihat sekelilingnya karena tiba-tiba pandangan para pengunjung mulai menyorot tempat duduk mereka. Kenzo pun membenarkan perkataan Ve barusan.
Karena masih menghormati keberadaan Ve, Al melepas cengkeraman tangannya tadi. Lalu ia pun kembali duduk di tempatnya.
Dari respon Al yang tiba-tiba, Kenzo maupun Dion menyadari jika Al menaruh hati pada Ve. Sejak kecil Kenzo yang sudah menjadi sahabat Al tau betul watak pemuda itu. Hingga baru kali ini Kenzo melihat kemarahan Al hanya karena wanita.
"Meski lu suka sama Ve, tapi gue juga suka sama dia, kita lihat aja nanti, Ve bakal lebih dekat sama siapa?" batin Kenzo.
"Seharusnya lu bilang ke Salsa buat berhenti kejar lu daripada ia semakin menyakiti Ve," ucap Dion kemudian.
__ADS_1
Al menoleh menatap Dion dengan tatapan tidak suka.
"Meski Al ngaku pun, Salsa nggak bakal tinggal diam, selama ini Salsa selalu mendapat apa yang ia suka, jadi kemungkinan Salsa ngaku ataupun mundur sangat kecil persentasenya."
"Jadi sebaiknya selama beberapa hari ke depan, biarin Ve gue yang jaga!" ucap Kenzo menengahi.
Ve memandang Kenzo dengan tatapan yang aneh.
"Emang kenapa kalau aku yang jaga Ve, kalian tidak terima?" tanya Kenzo pura-pura polos.
Padahal terlihat sekali wajah kedua remaja di depannya sama sekali tak menyetujui usulan ini.
Sementara Ve masih membaca apa tujuan Kenzo padanya.
Entah mengapa Ve menjadi waspada jika ada seseorang yang mulai mendekatinya. Tetapi Kenzo mulai menjelaskan segalanya.
"Karena posisi gue di sini yang paling aman, menurut gue, Ve akan lebih aman jika berada di sisi gue."
"Karena satu, Ve jika dekat dengan Al secara otomatis akan semakin membuat Salsa marah, dan jika Ve dekat dengan Dion, juga akan membuat pandangan Salsa dan gengnya pada Dion semakin curiga."
"Apalagi sebelum ini, kamu yang paling dekat dengan Salsa ketimbang kita."
"Tapi, Salsa tadi juga udah curiga sama gue, kan tadi gue udah ngaku saat di rooftop!" ucap Dion mengingatkan.
"Nggak apa-apa sih, cuma ya jangan terlalu dekat dengan Ve aja lah, kalian berdua jaga jarak dulu sama Ve, sampai suasana menjadi lebih kondusif!"
"Oke, gue setuju," ucap Ve.
Sementara kedua remaja tadi masih belum bisa menerima usulan itu, Kenzo malah bahagia karena Ve mengikuti idenya.
.
.
__ADS_1
...🌹Bersambung🌹...