
Mendapati sebuah kebenaran baru membuat hati Ve semakin sakit. Belum lagi masalah yang akan menderanya saat ini. Hatinya begitu hancur bahkan lebih hancur daripada sebuah luka karena kecelakaan.
Bagaimana kehidupannya bisa berubah menjadi berbeda seratus delapan puluh derajat. Kehidupan damainya tiba-tiba sirna, setelah kedatangan Lisa, lalu Aiden, lalu setelah ini siapa lagi? Ve belum bisa mencerna kenyataan ini.
Hati Ve sangat terluka, sakit, dan teramat sakit. Rasanya seperti ada bongkahan batu besar yang mengganjal di hatinya saat ini. Menyumbat setiap nafasnya, menghujam jantungnya dengan beribu-ribu jarum.
Bahkan ntuk berdiri tegap saja ia tidak mampu. Tubuhnya begitu rapuh bagai selembar kapas. Terombang ambing diatas lautan tanpa ada orang yang menolongnya. Keberanian dan keceriaan yang biasa ia tampilkan saat ini raib, menghilang entah kemana.
Al tahu apa yang dirasakan Ve saat ini begitu mengguncang hidupnya. Bertahun-tahun kehidupan tenang berdua dengan neneknya harus terusik dengan kehadiran Aiden.
Lelaki biadap yang merenggut paksa kehormatan ibunya bahkan disaat ia sudah menjadi istri dari sahabatnya sendiri. Dimana otak waras lelaki itu, kenapa ia tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah. Kenapa harus dia dan keluarganya yang menjadi korban.
Salahkah jika Ve menolak kehadiran Aiden saat ini? Jika ia menerima kehadirannya pun, semua tak akan sama. Kehadiran Lisa yang merongrong kehidupan tenangnya, belum lagi Salsa yang akan semakin tertawa di atas penderitaanya itu. Membuat Ve terjatuh ke dalam palung terdalam bumi. Ve bahkan lupa jika dia mempunyai tiga malaikat penjaga. Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah bagaimana ia harus bertahan hidup setelah ini.
Ve mengusap air matanya. Ia sudah sedikit tenang saat ini. Beruntung beberapa saat yang lalu, Ken sudah membawa Aiden pergi, sekedar untuk memberikan waktu pada Ve agar ia bisa menerima kehadirannya dan berpikir tenang. Tapi sebelum pergi Aiden sempat mengucapkan sebuah kata-kata yang mampu membuat Ve berpikir ulang.
"Meski kau tak menerima kehadiranku, tapi sebagai sahabat ayah dan ibumu aku mohon terimalah kembali perusahaan mereka yang telah dititipkan kepadaku. Saat ini kepemimpinan perusahaan masih dibawa namaku, tapi satu tahun lagi di saat kau sudah mempunyai Kartu Tanda Penduduk, maka tonggak kepemimpinan perusahaan akan aku kembalikan padamu."
Aiden terpaksa berbohong dalam hal ini. Semua ia lakukan agar Ve mau menerima semua harta yang memang seharusnya menjadi miliknya. Tapi ia yakin, jika Ve bukanlah gadis yang mudah dikelabuhi. Tapi dia juga bukan gadis yang bodoh, yang dengan mudahnya menerima harta tanpa ia selidiki kebenarannya.
Aiden melangkah pergi dengan tatapan yang kosong. Oleh karena itu, Ken menemaninya agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada nantinya.
🍃Di dalam mobil.
"Ken, jika nanti ayah dan ibumu kembali ke Swiss aku harap kau bisa menjaga adikmu sebaik mungkin."
Belum sempat Ken menjawab pertanyaan dari Aiden, ayahnya sudah mengatakan kembali apa yang mengganjal di hatinya saat ini.
__ADS_1
"Maafkan ayah yang tega menyakiti hati kalian, ayah tidak tahu jika kau mencintai Ve, maafkan ayah," ucap Aiden mengusap kasar wajahnya.
Aiden menunduk meratapi kebodohannya, andai waktu bisa terulang, ia tidak akan terjebak dalam situasi sulit serumit ini.
Ingin rasanya Ken menampar wajah lelaki di sampingnya ini, tapi ia juga masih mempunyai hati nurani. Ia juga merupakan ayahnya, meski ia tau semuanya merupakan kesalahan ayahnya, tapi Ken juga manusia biasa.
Belum lagi masalah ibunya, yang mungkin beliau jauh merasakan kesakitan yang melebihi ini. Ia bingung harus berada di pihak yang mana. Semuanya mempunyai kedudukan penting di hati Ken.
Bertahun-tahun hidup sendiri tanpa ditemani ibunya membuat jarak diantara anak dan ibu itu semakin jauh. Tetapi kedekatan dia dan Ve dalam beberapa bulan ini jauh lebih dekat dari apapun. Mungkin inilah yang disebut hubungan darah lebih kental dari apapun.
Ia juga tak menyangka jika gadis yang ia cintai itu adalah adik kandungnya. Tapi ada sedikit kebahagian yang ia rasakan saat ini. Ia akan lebih dekat dan tidak akan kesepian lagi setelah ini.
"Veeya, aku berjanji tidak akan ada kesakitan lagi setelah ini. Kau adalah gadis pertama yang aku cintai dan akan selamanya mengisi hati ini."
Beruntung sekali Ken sudah bisa menguasai hatinya saat ini. Ia bisa mengendalikan emosi atupun rasa suka yang ia miliki pada tempatnya.
.
.
"Kenapa gadis itu harus muncul? Kenapa ia tidak mati saja bersama kedua orang tuanya!"
"Dasar wanita murahan! Aku benci kau Maya!" teriak Lisa sambil menenggak sebuah botol bir di salah satu tangannya.
Padahal jauh sebelum ini, Lisa tak pernah menyentuh barang terkutuk itu. Entah dari mana ia bisa mendapatkannya. Tapi yang pasti, kehilangan akal sehatnya membuat Lisa tidak bisa berpikir jernih.
Ia terlihat tertawa sendiri dan terkadang menangis setelahnya. Benar-benar terlihat kacau. Tak berapa lama kemudian ada suara mobil yang berhenti di depan rumah.
__ADS_1
Itulah mobil Ken dan Aiden, mereka sudah sampai di rumah. Meski terlihat kacau tapi Aiden masih mampu berjalan tegak setelahnya.
Saat ia masuk ke dalam rumah, ia kaget melihat ibunya telah meminum kembali minuman itu. Ken berlari menghampiri ibunya. Memeluknya erat mencoba menenangkan dirinya yang rapuh.
Tak lupa ia membuang kasar botol minuman itu. Tapi Lisa malah membentaknya.
"Hei, kenapa kau buang botol itu?"
"Kau siapa, hah, beraninya masuk ke rumahku?:
"Ha ha ha ...."
Lisa semakin tertawa karena ia sudah kehilangan kesadarannya saat ini. Tetapi Ken tak tinggal diam. Direngkuhnya tubuh ibunya yang terus meronta itu dan membawanya ke dalam kamar mandi. Diletakkan tubuh Lisa dengan hati-hati dan segera menguyur tubuhnya dengan air shower.
Tawa Lisa yang sebelumnya membahana harus terganti dengan isak tangisnya yang menyayat hati. Ken yang tak kuasa melihat ibunya tersiksa segera menghentikan air shower tersebut dengan air hangat.
"Ma, maafkan aku, Ma."
Ken ikut tertunduk di samping bathub. Menemani isak tangis Lisa yang memilukan. Sementara Aiden jatuh terduduk di balik pintu. Menyesali apa yang telah ia lakukan di masa lalu, tapi tidak bisa memperbaiki keadaannya.
Apa yang harus dilakukan Aiden untuk menebus semua kesalahan di masa lalunya? Apakah ia harus lari dan kembali ke Swiss atau tetap bertahan untuk menebus semua kesalahan itu? Komen yuk 😘
.
.
...🌹Bersambung🌹...
__ADS_1