
"Ya ampun, so sweat banget sih, anak jaman sekarang ..." seru ibu-ibu yang berhasil di lewati Ve dan Ken.
"Dek, Raya, mau dong gantiin posisinya, uwu ..."
"Astoge, mau dikemanain muka gue," batin Ve.
Sepanjang perjalanan menuju rumah Ve, banyak sekali ibu-ibu yang menggoda pasangan muda-mudi itu. Eh bukan pasangan sih, tapi anak remaja yang baru saja pulang sekolah. Tapi lain lagi dengan respon dari Nenek Safa yang melihat mereka dengan khawatir.
"Kenapa lagi dengan Ve?" batin Nenek.
"Uwow, cin, cucunya ...." seru Mbak Flo seperti ikan kakap yang mangap-mangap.
"Mau dong akika jadi Raya ...." seru Mbak Flo semakin kemayu.
"Aduh, ganteng banget sih cin, mau dong tium dikit."
Ve yang sudah geli dengan tingkah Flo berusaha untuk mengusirnya secar halus.
"Hust, jauh-jauh ...." seru Ve menghalau tangan Mbak Flo yang hendak menoel pipi Ken yang semulus perselen itu.
"Ih, dikit aja ihh ...." serunya manja.
"Colek-colek, emang sabun colek apa?" seru Ve mulai frustasi.
Melihat Ve yang tidak bisa menghalau bences itu, Ken pun mulai mengatasinya.
"Maaf, tante, minggir dong, mau masuk," ucap Ken sopan.
"Akh, gantengku, boleh kenalan nggak?"
"Nggak boleh!"
Sontak saja ucapan dari Ve membuat Mbak Flo mengerucutkan bibirnya. Persis kek ikan mujaer yang monyong.
__ADS_1
Mbak Flo emang sengaja menutupi jalan Ken saat mau masuk rumah. Makhluk setengah laki setengah wanita itu memang kebetulan sedang beli rujak Nenek. Alhasil saat dia dapat mainan baru, ulala ... rasa ganjen-nya naik berkali-kali lipat.
"Ulala, ciiinnnn, ey-ke jadi hor** nih, guling mana guling...." tanyanya lebay.
"Buat apa guling om, eh tante?" tanya Adi anak sebelah yang suka ganggu Mbak Flo.
"Ya buat di peluk lah, masa buat gebukin elu, etdah anak kecil jauh-jauh, ey-ke alergi ...." ucapnya sambil mengusir Adi.
Bukannya pergi si Adi malah nyengir.
"Udah, nih rujaknya, nenek mau masuk dulu, mau liat Ve kenapa kok pakek di gendong."
"Yah, nenek nggak asik," ucap Adi protes.
"Sokorrrr!" ejek Mbak Flo pada Adi.
Tentu saja Adi langsung melotot dan berkacak pinggang pada Flo. Nenek hanya tersenyum melihat tingkah pembeli rujaknya.
"Lima belas menit lagi, Adi balik sini lagi ya," pinta nenek dengan lembut.
"Iya, Sayang."
"Adi pergi dulu ya," pamitnya.
Saat hendak pergi, Mbak Flo balik lagi, dan ia pun berbisik pada Nenek Safa.
"Nek, jangan lupa mintain foto nak ganteng tadi ya?"
"Buat apa?" tanya nenek heran.
"Buat aku tempel di kamar, awok-awok, dah ah, ey-ke balik ya Nek."
"Ta-tah ... emmuaacchhh ...."
__ADS_1
Nenek pun hanya geleng-geleng melihat kelakuan Flo barusan. Sebenarnya jauh sebelum jadi bences, ia laki-laki sejati, hanya karena ingin membuat ibunya lepas dari hutang, ia pun menjadi bences simpanan om-om. Uang hasil dari kerjanya itulah yang dipakai buat bayar hutang.
Back to Ve dan Ken.
Ken sudah menaruh satu buah paper bag di atas meja ruang tamu. Sesaat kemudian Nenek masuk.
"Nek," sapa Ken sopan.
"Ini kenapa lagi, Nak?" tanya Nenek khawatir.
"Tadi pagi saat Ve turun dari bus, Ve di serempet pengendara motor, Nek."
"Aa-apa!"
"Trus, ketangkap nggak orangnya?"
Ken menggeleng, Nenek menghela nafasnya.
"Ya sudah, kalian bicara dulu, biar nenek selesaikan pesenan orang, nanti kita ngobrol lagi."
Keduanya mengangguk. Lalu mereka melanjutkan obrolan mereka untuk beberapa saat. Karena hari semakin sore, Ken pun pamit pulang.
"Makasih ya, Kak, untuk semua bantuannya hari ini."
"Sama-sama."
"Aku pamit dulu ya, Assalamu'alaikum ...."
.
.
...🌹Bersambung🌹...
__ADS_1
Maaf jika update telat, karena badan othor mendadak ngedrop jadi up nggak teratur, maaf ya