
"Lalu apakah saya benar-benar tidak boleh mengunjungi Ve lagi setelah ini, Nek?" tanya Kenzo sambil memandangi wajah neneknya.
Nenek sebenarnya tak tega memisahkan Ve dan Ken, tapi takdir sama sekali tak mendukung hubungan mereka. Semua memang kesalahan kedua orang tua mereka tapi jika mengingat hal itu semakin membuat hati Nenek Safa tidak tenang.
.
.
Berjalan beriringan, ke-empat sahabat itu saling melempar senyum di sebuah fakultas. Mereka adalah Lisa, Maya, Vano dan Aiden. Lisa memang bersahabat dengan Maya bahkan mereka sangat dekat. Tetapi diam-diam, Aiden pacar Lisa menaruh hati pada Maya. Sementara itu Maya berpacaran dengan Vano.
Karena kedekatan mereka sudah seperti keluarga. Mereka sering bepergian bersama. Pernah suatu hari mereka berempat main di rumah Vano, yaitu Kediaman Nenek Safa.
Vano adalah anak tunggal Nenek Safa. Meski bukan keluarga berada, tapi nenek mampu menyekolahkan putranya sampai menjadi sarjana. Selama itu pula ia menjalin kasih dengan Maya. Putri salah satu konglomerat yang tinggal di Ibu Kota.
Beruntung, kedua orangtua Maya menyetujui hubungan mereka. Sementara itu, Aiden juga putra salah satu konglomerat di Ibu Kota. Perusahaan yang dibangun orang tuanya sama suksesnya dengan keluarga Maya. Tapi sayang semua perhatian dari Aiden hanya dianggap sebagai bentuk arti seorang sahabat.
Lisa sama dengan Vano, sama-sama berasal dari keluarga biasa, tapi ia juga tak kalah cantik dengan Maya. Sehingga ketika Aiden mengenalkan pada keluarga besarnya, mereka langsung setuju.
Dari kedua pasangan remaja itu, yang lebih dulu menikah adalah Lisa dan Aiden. Sedangkan Maya masih merintis sebuah bisnis dengan Vano. Di tahun pertama perjuangan mereka berhasil tanpa campur tangan orang tua Maya, lalu mereka berencana menikah.
Saat itu Lisa sedang hamil besar, dia sedang hamil Kenzo. Lalu mereka berencana datang ke acara tersebut. Tapi sayang karena Lisa kecapekan ia pun harus melahirkan hari itu juga. Aiden yang panik segera membawa Lisa ke dokter.
Sehingga tepat di hari pernikahan sahabatnya, baik Lisa maupun Aiden tak bisa hadir. Maya dan Vano memaklumi hal tersebut. Lalu keesokan harinya setelah pesta pernikahan, mereka mengunjungi Lisa di rumah sakit.
"Wah, ganteng banget putramu, Lisa," seru Maya ketika melihat wajah ganteng Kenzo.
"Benar, semoga besok kalian segera mendapatkan momongan seperti kami."
__ADS_1
"Aamiin," seru Vano dan Maya.
Aiden yang datang dari arah belakang sedikit tak suka ketika melihat tangan Mata dan Vano saling berpegangan.
"Hei, kenapa kamu berdiri di pintu, ini salah kita sayang, harusnya kita yang datang ke pernikahan mereka tapi malah pengantin barunya yang datang ke sini."
Aiden hanya tersenyum lalu mendekati istrinya.
"Andai kamu yang jadi istriku, aku akan lebih mencintaimu Maya," batin Aiden sambil terus menatap Maya penuh arti.
Setelah beberapa saat bercengkrama, mereka pamit pulang. Tapi ternyata pasangan itu tak pulang ke rumah melainkan ke dokter kandungan. Aiden yang curiga membuntuti mereka.
Dari percakapan mereka terdengar jika Vano ada masalah jadi kemungkinan Maya untuk hamil sangat kecil. Tetapi Maya selalu memberikan suportnya secara terus menerus.
Mereka menyembunyikan hal ini dari keluarga besar mereka. Tetapi Aiden yang masih menyimpan rasa cinta untuk Maya tak pernah berhenti mencari celah diantara mereka.
Sampai suatu malam, saat Vano pergi keluar kota. Aiden menyelinap masuk ke kamar Maya. Hingga terjadilah hubungan terlarang itu hingga membuat sebuah janin tumbuh di dalam tubuh Maya.
"Maaf, Mas. Ini bukan anak kita, aku tidak sudi mengandung anak biadap itu!"
Vano menangkup wajah istrinya, menenggelamkan ke dalam pelukannya.
"Biarkan ini menjadi rahasia diantara kita, mungkin ini cara Tuhan menguji pernikahan kita, lagi pula aku sakit, Maya."
"Mas, aku nggak sanggup," isak Maya dalam pelukan Vano.
Ternyata Nenek Safa mendengar semuanya, hatinya ikut hancur mendengar percakapan anak dan menantunya itu. Ia pun meminta jawaban dari apa yang mereka katakan barusan. Di saat itu pula kebetulan Lisa datang berkunjung ke rumah mereka.
__ADS_1
Hampir saja Kenzo terjatuh dari gendongannya tatkala mendengar kejujuran mereka. Bahkan tangan Aiden yang berusaha menggapainya ia acuhkan sambil membawa bayi Kenzo pergi.
Sejak saat itulah hubungan mereka terputus. Lisa sangat membenci Maya dan suaminya. Sampai suaminya meminta maaf dan berjanji tidak akan mendekati Maya dan Vano lagi.
Sembilan bulan kemudian, Ve lahir dari rahim Maya. Keluarga besar mereka sangat bahagia melihat cucu pertama mereka lahir dan berwajah manis. Tapi belum sempat Maya merawat Ve, sebuah kecelakaan hebat merenggut nyawa Maya dan Vano.
Sampai ahirnya Ve harus dirawat oleh kakek dan neneknya. Lisa merasa bangga karena telah menyingkirkan Maya dan Vano. Arti persahabatan yang dulu telah mereka ikrarkan hancur sudah. Mengetahui Lisa dalang dibalik semuanya, rasa bersalah Aiden semakin besar.
Hingga secara diam-diam ia menyiapkan sebuah perusahaan untuk masa depan Ve. Lagi dan lagi Lisa tau akan hal itu, sampai akhirnya di usia tujuh tahun, keluarga mereka pindah ke Swiss.
Sementara Ve hidup terlunta dengan neneknya karena semua perusahaan ayah dan ibunya sudah berpindah tangan ke tangan Keluarga Brawijaya.
.
.
Ken adalah orang pertama yang mengetahui kebenaran ini. Rasanya sungguh menyakitkan saat mengetahui jika orang yang ia cintai saat ini adalah adiknya. Terlebih untuk semua penderitaan yang Ve alami saat ini adalah karena ulah ibunya.
Rasanya ia tidak ingin terlahir dari rahim seorang pembunuh. Apalagi menjadi bagian dari Keluarga Brawijaya, tapi nasi sudah menjadi bubur, semua sudah terjadi.
"Tapi, Nek. Kenapa harus aku? Kenapa aku dan Ve harus menjadi korban untuk tindakan yang sama sekali tidak kami kehendaki?"
Kenzo sangat hancur hari itu. Rasanya sia-sia ia lahir di dunia. Ketika semua yang ingin ia perjuangkan harus diputus sepihak oleh takdir itu sangat menyakitkan.
Kenzo jatuh terduduk, Nenek Safa yang melihat hal itu sangat tidak tega. Hingga tubuh tua renta itu harus bersimpuh meminta maaf pada Ken.
.
__ADS_1
.
...🌹Bersambung🌹...