MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
Bab 117. SIUMAN


__ADS_3

Dua kali dua puluh empat jam Ve dan Al belum juga siuman, tetapi ketika melihat grafik kesehatan mereka di dalam monitor masih berada di ambang aman, itu artinya mereka masih sehat dan bisa selamat sampai esok hari.


"Pa, gimana kalau sampai Al tidak juga siuman?"


"Biar aku hubungi Darren, siapa tau ia mempunyai kenalan dokter atau Rumah Sakit terbaik di tempatnya saat ini."


"Jangan lupa kalau udah ketemu, Ve sekalian dibawa ke sana."


Tiyan lantas menelpon Darren yang sedang belajar bisnis di Singapura. Karena hal ini terlalu mendesak membuat Tiyan berulangkali menghubungi putra tertuanya itu.


"Hallo, Pa. Ada apa?"


"Adikmu dalam kondisi kritis di Rumah Sakit. Saat ini, ia belum juga siuman, bisakah kamu mencarikan sebuah tempat dengan pengobatan terbaik di sana."


"Oke, Pa, akan aku libatkan semua koneksiku di sini."


"Jangan lupa, sediakan tempat untuk dua orang."


"Siapa lagi yang sakit?"


"Veeya, calon adik ipar kamu."


"Heh, oke. Doakan agar cepat ketemu. Mama di mana Pa?"


"Ada di samping Papa, apa kamu mau bicara?"

__ADS_1


"Enggak, salam aja buat Mama. Aku sayang Mama dan doakan supaya bisnisku kali ini bisa berhasil."


"Aamiin, doa Mama selalu menyertaimu, Nak," ucap Putri dengan lirih.


Sebuah keajaiban terjadi, di setiap sujud Nenek Safa tidak pernah berhenti untuk berdoa demi kebaikan Ve dan Al. Mata tua itu terus basah karena tiada lelah untuknya saat mendoakan keselamatan untuk cucu-cucunya itu. Baginya semua kemalangan yang menimpa Ve adalah ulahnya. Mungkin dulu ia selalu bertindak seenak jidat, tetapi ia tidak pernah memikirkan kebaikan hati calon anak dan cucunya. Hingga akhirnya takdir kini sedang menghukumnya.


"Andai waktu bisa aku ulang, aku ingin memperbaiki semua kesalahanku saat ini."


Sebuah keajaiban terjadi hari itu, mata indah Ve kini terbuka, tetapi pandangannya kosong, sehingga ia sangat kebingungan.


"Di mana aku?"


"Kenapa semuanya menggelap?"


"Periksa keadaan pasien, persiapkan alat-alat untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh."


"Bagaimana keadaan Ve, sudah lebih dari 2 hari dan sampai saat ini masih belum siuman?" tanya Lisa pada Aiden di ruang kerjanya.


"Kalau tidak ada perubahan, kita bawa pergi Ve keluar negeri untuk berobat."


"Itu lebih baik, Pa."


Setelah mereka selesai berbincang, ponsel Aiden berdering. Dengan sigap ia langsung mengangkat sambungan telepon tersebut.


"Bagaimana ini bisa terjadi, baik kami akan segera pergi ke Rumah Sakit."

__ADS_1


Aiden menoleh ke arah Lisa sehingga ia pun menjadi waspada dan mendekati suaminya.


"Ada apa Pa?"


"Ve sudah siuman, ayo ke Rumah Sakit."


Lisa mengangguk. Hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit, akhirnya mereka sudah sampai di Rumah Sakit dengan selamat. Sepasang suami istri tersebut lalu menandatangi ruang rawat Ve.


Ternyata ada di ruangan itu sudah ada dokter dan beberapa anggota keluarga yang lainnya yang ikut hadir di sana. Melihat kedatangan Aiden, mereka serempak menoleh ke arahnya.


"Selamat datang Tuan Aiden," sapa dokter yang menangani Ve.


"Terima kasih, gimana keadaanya dok?"


"Karena efek kecelakan Ve yang beruntun membuatnya kehilangan penglihatannya dalam beberapa waktu ke depan."


"Lalu apa yang sebaiknya dilakukan agar kebutaan sementara itu bisa cepat sembuh?"


"Tidak ada, tetapi kami telah meracik beberapa obat, dan semoga obat tersebut bisa digunakan untuk membantu proses kesembuhan Ve."


"Baiklah dok, lakukan yang terbaik untuk putri saya."


Dokter itu mengangguk dan segera meninggalkan ruang rawat Ve dan membiarkan mereka untuk bercengkerama satu sama lain.


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


__ADS_2