MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
SAYANG?


__ADS_3

"Selamat pagi anak-anak?" sapa Pak Prapto wali kelas 1A.


"Pagi, Pak," seru anak-anak.


"Oke, kita mulai pembelajaran hari ini dan silakan dibuka buku pelajaran Matematika."


Semua siswa segera mengeluarkan buku yang dimaksud oleh Pak Guru dan pembelajaran segera di mulai. Meski dari awal Dion sudah datang ke sekolah dan melihat Ve tapi ia urung untuk mendekatinya. Mood miliknya sudah terlanjur hancur ketika melihat Ve jatuh dan digendong oleh Ken tadi.


Entah kenapa, ada rasa tidak suka jika Ve berdekatan dengan lelaki lain. Karena baginya Ve adalah miliknya meski belum ada ikatan yang mengikat keduanya. Tetapi entah kenapa Ve sama sekali tak pernah merespon perasaan hati darinya.


Meskipun Pak Prapto menjelaskan semuanya dengan gamblang di papan tulis, tapi bagi Dion tidak ada pelajaran yang bisa masuk saat ini kecuali hanya bayangan Ve yang menari sedari tadi. Mengusik dan memenuhi rongga dada dan hati Dion. Rasa panas menyeruak ketika mengingat Ve digendong Ken tadi pagi.


Sementara itu, Ve sangat fokus melihat semua materi yang diberikan oleh Pak Prapto. Begitu pula dengan Al yang juga sangat perhatian pada Ve, eh salah pada materi di depan.


Sayang, konsentrasi Al juga terbagi kala itu. Bahkan bayangan wajah Ve terlihat sangat manis di atas buku mapel matematika. Diantara rumus-rumus itu ada senyuman Ve yang tiba-tiba muncul di sana. Tentu saja hal itu membuat Al mengerjap-erjapkan matanya beberapa kali agar ia bisa mengembalikan pikirannya menjadi jernih dan kembali normal.


Untung cuma halusinasi coba kalau ini benar, bisa-bisa Al gi-la karena hal itu. Setelah sadar ia pun kembali fokus ke depan.


"Oke, pelajaran hari ini sudah cukup dan jika ada pertanyaan maka silakan tulis dan kirim ke email Bapak saja ya!"


"Ha-ah," ucap anak-anak kaget sambil saling memandang satu sama lain.


"Tumben Pak Prapto nggak kudet!" celetuk Tristan tiba-tiba.


"Hust," seru Ve memecah keributan yang terjadi.


Lalu anak-anak sudah mulai diam dan tenang. Tapi mereka sangat setuju dengan ucapan Pak Prapto yang terakhir. Menulis bagian yang mana tentang materi kali ini yang dirasa susah dan kurang dipahami.

__ADS_1


Dua jam kemudian, sekolah telah usai. Saat jam istirahat tadi Ve tidak jadi ke kantin karena ia terjebak oleh tingkah Al.


Hingga kini, lututnya benar-benar terasa perih dan sedikit ngilu.


"Awh, apa ini?" keluh Ve saat melihat luka di kakinya makin terlihat membiru.


Al masih belum beranjak dari tempat duduknya. Ia juga merasa aneh pada Ve karena ia belum beranjak dari kursinya.


Tiba-tiba pintu kelas Ve terlihat terbuka. Tampaklah Ken di depan pintu.


"Oh, nunggu pangerannya?" batin Al.


Tak mau menganggu momen Ken dan Ve, ia pun melangkahkan kaki untuk pergi. Tumben Al menyenggol bahu Ken saat melewati pintu kelasnya barusan.


Ken segera mendekati Ve.


Ve menggeleng dan melihat bangku Al. Sejenak mata Ken terpejam lalu ia membantu Ve mengemasi barangnya lalu ia pun menyuruh Ve naik ke punggungnya sekali lagi.


"Nggak mau Kak."


"Nggak usah bawel dan bandel deh, buruan!" ucap Ken setengah berteriak.


Lalu dengan segera ia pun menggendong Ve menuju tempat parkir untuk membawa Ve ke rumah sakit. Dari balik dinding Al baru saja muncul dan melihat semuanya. Ia pun hanya bisa mengepalkan tangannya.


.


.

__ADS_1


Di sisi lain Dion tiba-tiba datang dan mengetuk bahu Al hingga membuatnya terjingjat.


"Astaga ... " ucapnya kaget.


Tentu saja hal itu semakin membuat Dion tertawa terbahak-bahak karenanya.


"Sue lu, ngagetin aja!"


"So, lu mau marah ke gue?"


Al hendak pergi meninggalkan Dion yang telah menambah rasa amarah di hati Al.


"Weits, Pak Ketua nggak boleh marah, sans aja kali!" cegah Dion ketika melihat Al hendak pergi.


"Hm, mau apa lu?"


"Sans, Bro. Gue punya ide buat bisa deketin lu sama Ve."


"Tampaknya menarik," gumam Al.


"Oke, tapi jangan di sini, kita cari tempat nongki yang asyik."


"Oke, Bro."


Hingga akhirnya kedua remaja tadi meninggalkan area sekolah menuju ke sebuah cafe yang cukup nyaman buat nongki.


Di sana mereka benar-benar menyusun sebuah rencana agar kegiatan sekolah itu semakin mendekatkan Al dan Ve.

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2