
"Dua hari kemarin banyak tugas yang buat gue jauh dari kamu, tapi hari ini aku akan buat cerita terindah untuk kita berdua," ucap Kenzo sambil merapikan dirinya di depan cermin.
Tak lupa sebuah paper bag sudah ia bawa. Kenzo mulai menuruni tangga di rumahnya dengan senyuman yang tak pernah luntur sedari membuka mata.
"Pagi anak Mama ...."
"Pagi Mama, pagi Papa," sapa Kenzo sambil mengecup pipi kedua orangtuanya itu.
"Hm, wangi banget kayak mau kencan aja," goda sang Mama.
Sementara Kenzo langsung menciumi tubuhnya.
"Masak sih, Ma?"
"Wkwkwk, anak Papa sudah mulai gede ya?"
"Apaan sih, Pa."
"Udah, jangan digangguin lagi, Pa. Kalau Kenzo senang bukankah akan membawa kebahagian buat kita juga."
"Iya, deh. Tapi inget pesan Papa, lulus sekolah lanjutin kuliah kedokteran kamu ke University of Oxford."
"Siap, pak Bos," ucap Kenzo sambil hormat pada Papanya.
Sarapan pagi kini telah selesai, Kenzo pun sudah membawa Honda Jazz RS putih miliknya melaju membelah jalanan ibu kota untuk menuju sekolahnya.
Meski hari ini Ve belum selesai masa skorsingnya, tapi sepulang sekolah ia berencana untuk mengajaknya pergi jalan-jalan. Lagi pula ia juga sudah mengirim sms pada Ve agar menunggunya datang menjemput sepulang sekolah.
...πππ...
Ponsel baru samsung milik Ve kini terlihat menyala. Benda pipih berwarna hitam itu kini telah berpindah pada kedua tangan Ve.
Dengan ragu-ragu ia menyentuh benda yang baru dua hari ia pakai itu. Dilihatnya ada pesan masuk dari Kenzo.
π© Kenzo
"Sepulang sekolah kita jalan-jalan ya, jangan lupa berpakaian yang cantik."
"Dih, geje, kenapa pula harus berpakaian cantik coba, kan gue nggak punya pakaian cantik," serunya sambil tersenyum ketika melihat pesan dari temannya itu.
Meski tersipu tapi ia pun membalas pesan dari Kenzo tersebut.
Sesaat setelah Kenzo memarkirkan mobilnya ia merasa ponselnya bergetar, lalu ia pun membuka pesan dari Ve.
π¨ My Princes πΈ
"Oke."
__ADS_1
Senyum lebar semakin terlihat di kedua pemilik lesung pipit itu. Lalu ia pun segera mengambil tas ranselnya lalu segera pergi meninggalkan tempat parkir menuju ruang kelasnya.
...πππ...
Empat setengah jam telah berlalu, kini ia telah bersiap untuk pergi menjemput seorang putri pemilik hatinya.
"My princess, i'm coming."
Sesaat kemudian ia telah membelah jalanan ibu kota untuk menuju rumah Ve.
Sementara itu Ve terlihat masih bolak balik di depan cermin. Nenek yang melihat tingkah Ve dari tadi menaikkan sebelah alisnya.
"Hm, kok keliatan nggak pede gitu, memangnya mau pergi ke mana?" tanya Nenek pada Ve.
Ve menoleh pada neneknya lalu duduk di bibir tempat tidur.
"Enggak tau Nek, cuma tadi Kak Ken suruh Ve dandan cantik," ucapnya sambil menunduk.
Nenek yang tau kalau cucunya itu termasuk gadis tomboy, lalu berpindah menuju almari milik Ve lalu mengambilkan salah satu pakaian untuknya.
"Coba kamu pakai yang ini."
Ve menengadahkan wajahnya.
"Ini?" ucap Ve seolah ragu.
Bukannya menjawab, Ve malah mengerucutkan bibirnya ke depan.
"Hust, jangan kek curut gitu, jadi jelek."
"Aaaa ... Nenek jahat!" ucap Ve malu-malu meong sambil menjejak-jejakkan kakinya ke lantai.
Sementara itu, dari ruang depan sepertinya ada tamu yang datang ke rumah.
"Hm, tuh kan orangnya datang, dah kamu pakek, Nenek mau menemui dia dulu."
Mau tak mau, Ve mengganti pakaian miliknya dengan pilihan Nenek.
"Assalamu'alaikum ...."
"Wa'alaikum salam."
Kenzo memberi salam pada Nenek lalu mencium tangan Nenek.
"Sebentar ya, Raya masih siap-siap," ucap Nenek sambil tersenyum.
"Duduk dulu ya, Nak."
__ADS_1
"Iya."
"Oh, ya boleh numpang ke kamar mandi kah?"
"Boleh-boleh, masuk aja, lurus ke belakang, dekat dapur."
"Makasih, Nek."
Lalu Kenzo lalu masuk ke dalam rumah Ve untuk berganti baju. Saat ia hampir sampai tak sengaja Ve baru saja keluar dari kamarnya, karena tak melihat ada orang, Ve jalan terburu-buru ke depan. Alhasil ia pun bertabrakan dengan Kenzo.
"Aawww," pekik Ve.
Untung saja Kenzo berhasil menopang tubuh Ve yang hampir jatuh tadi dengan tubuhnya. Kini dengan nyamannya Ve malah tenggelam dalam pelukan Kenzo.
Aroma maskulin menguar memenuhi rongga penciuman milik Ve. Detak jantung Ken menjadi tak beraturan karena hal ini.
"Kak Ken?" ucap Ve terbata setelah menyadari hal yang tidak pantas barusan.
"Sorry ..." cicitnya.
"Nggak apa-apa."
Lalu Ve membetulkan posisinya. Sementara Ken menetralkan detak jantungnya yang sempat tidak karuan tadi. Ve menunduk karena masih malu. Lalu Ken permisi untuk ke kamar mandi.
Meski malu-malu, mereka berdua nyatanya kini sudah berada di dalam mobil setelah berpamitan pada nenek barusan.
Kecelakaan manis tadi sampai saat ini membuat kecanggungan diantara keduanya semakin menjadi. Apalagi setelah Al berganti pakaian ia terlihat lebih tampan ketimbang saat berseragam sekolah.
Begitu pula dengan Ve yang kadang suka mencepol rambutnya, kini terlihat manis ketika ia menggerai rambutnya. Apalagi pakaian yang ia pakai membuatnya semakin kelihatan girly.
Rona merah itu dengan tidak malunya tak mau pergi dari wajah Ve selama perjalanan siang itu. Lalu untuk mengusir kecanggungan yang terjadi, Kenzo memutar lagu di mobilnya.
Kebetulan lagunya pas banget dengan situasi saat itu, yaitu sebuah lagu dari Dewa 19 - Tak Akan Ada Cinta yang Lain.
Tak akan ada cinta yang lain
Pastikan cintaku hanya untukmu
Pernahkah terbersit olehmu
Aku pun takut kehilangan dirimu
.
.
...πΉBersambungπΉ...
__ADS_1