MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
BAB 55. HUJAN DI HARI PERTAMA


__ADS_3

Setelah semua tenda sudah berdiri, sebelum hujan turun, upacara pembukaan kegiatan Pramuka segera dilaksanakan. Semua peserta mengikuti dan menyimak satu persatu ucapan dan kata sambutan yang disampaikan oleh Pembina Pramuka.


Sore itu juga, para Ketua Regu juga sudah mendapatkan jadwal kegiatan yang akan dilakukan selama empat hari dalam kegiatan camping tersebut.


Hari pertama kegiatan tidak terlalu padat karena para siswa baru saja sampai di lokasi. Terlebih cuaca hari itu kurang mendukung. Oleh karena itu seluruh peserta diminta untuk istirahat lebih awal, agar bisa mempersiapkan diri untuk kegiatan esok hari yang cukup padat.


Lokasi camping kali ini cukup bagus untuk view-nya. Di samping deretan tenda yang sudah berdiri, ada aliran sungai kecil mengalir di sela-sela rimbunnya pepohonan hutan. Di ujung sana, atau lebih tepatnya di bawah lokasi camping ada hamparan perkebunan stroberi di sana.


Area camping juga dilengkapi beberapa fasilitas umum seperti area toilet putra dan putri yang berdiri terpisah. Di dekat jalan masuk juga berdiri sebuah Musholla kecil tapi bersih dan asri. Meski jarang digunakan, tapi beberapa fasilitas tadi nampaknya tetap terjaga kebersihannya.


Tapi yang namanya anak muda apalagi cowok, masih saja ada yang suka bertindak sesuka hati. Sudah disediakan toilet pun terkadang masih ada yang bandel (pas kebelet buang air kecil-nya di sembarang tempat, asal tersembunyi, mereka beranggapan sah-sah saja).


Padahal di arena camping, jelas-jelas sudah disediakan toilet, tapi tetap saja ada yang melanggar. Harusnya mereka mematuhi setiap daerah itu punya tata krama yang harus di jaga, tapi sayang, pada usia seperti ini kebanyakan remaja masih terlihat mencari jati diri dan bertindak sesukanya.


Sebenarnya di mana pun kita berada, harus menjaga adat kesopanan dan menghormati setiap norma-norma yang berlaku disana. Begitu pula dengan kehidupan alam lain, kita harus saling menghormatinya juga. Meski tak terlihat tapi keberadaan mereka tidak bisa di pungkiri.


..."Jika ada sebab pasti ada akibat yang akan di terima sebagai konsekuensinya."...


.


.


Sang mentari pagi telah memancarkan cahaya emasnya di ufuk timur. Kicauan burung-burung semakin menambah suasana pagi itu menjadi semakin meriah. Embun pagi dan kabut tipis masih melingkupi area perkemahan. Andaikan pagi ini tidak ada acara, sudah bisa dipastikan akan banyak anak-anak yang memilih bergelung di dalam selimut tebal ketimbang melakukan kegiatan pagi hari.

__ADS_1


Para siswa sudah bergantian untuk mandi dan membersihkan diri. Tetapi banyak sekali anak-anak yang berjalan pagi di area camping. Begitu pula dengan Al, Dion, Ve dan Ken yang baru saja pulang dari lari pagi.


Kagiatan pagi ini, setelah apel pagi, maka para siswa akan langsung mengikuti kegiatan trekking sekaligus mencari jejak.


Memulai aktivitas pagi dengan trekking menyusuri pegunungan di sekitar perkemahan sangatlah menyenangkan. Merasakan segarnya udara pegunungan di pagi hari yang jarang didapat di kota dapat merefresh sejenak pikiran kita dan menjadikan kita sedikit melupakan beban hidup.


Pagi ini sesudah apel pagi, para siswa sudah bersiap dengan regunya masing-masing. Dalam team penegak BANTARA, dari sepuluh siswa-siswi akan dibagi menjadi lima pos dan disetiap pos akan dijaga dengan dua orang. Kali ini Al akan berpatner dengan juniornya. Begitu pula dengan Ken dan Dion.


Perjalanan dimulai dengan keluar dari lokasi perkemahan dan mendaki area pegunungan. Sean dan Ken akan menjaga pos kedua, letaknya setelah melewati area pemakaman penduduk.


Pemakaman yang dimaksud bukanlah seperti pemakaman biasa, karena di tempat itu hanya ada balok kayu kecil yang menancap di tanah tanpa ada nama atau nisan di atasnya. Sedari awal, para siswa sudah diminta untuk tidak memasuki area pemakaman tersebut.


Salah satu alasannya karena makam tersebut termasuk makam yang sudah lama dan masih tradisional, tapi menurut Sean area pemakaman itu memanglah angker menurut mata batinnya.


Beberapa pohon kamboja yang tumbuh liar dan berbatang besar yang tumbuh di sana semakin menambah kesan mistis bagi siapa saja yang melihatnya.


Mungkin kalau melewatinya pada siang hari akan terlihat biasa, tetapi belum tentu kalau malam hari, yang jelas aura mistis akan lebih terasa nantinya. Sean yang notabene mempunyai sedikit "six sens" sudah bisa menebak seperti apa kondisi tempat itu kalau malam.


Pemakaman tersebut amat angker menurut penduduk sekitar, oleh karena itu orang luar dilarang keras memasuki area pemakaman tersebut. Para peserta camping boleh melewati area pemakaman tersebut, tetapi melewati jalan di samping makam bukan memasuki area pemakaman.


Al, Ken, Dion, Sean dan rombongan mematuhi anjuran para penduduk, tapi belum tentu dengan para siswa lain. Bukankah setiap siswa kadang ada yang penurut dan ada juga yang suka melanggar peraturan.


Beberapa ketua regu dan rombongan sudah melewati pos Sean dan Ken. Tibalah rombongan yang ke lima melintas.

__ADS_1


"Kok ada yang aneh ya?" batin Sean dan Ken.


Kebetulan Ken berpatner dengan Sean teman satu kelasnya.


"Ken kamu lihat nggak rombongan yang barusan, kok mereka diikuti rombongan lalat ya? apa mereka belom mandi?" Tanya Sean pada Ken.


"Kok aku punya firasat jelek ya kak?"


"Entahlah, aku juga merasakan firasat yang sama," ucap Ken


"Jangan-jangan mereka masuk area pemakaman ya Ken?" Tanya Ken seakan ingat nasehat salah satu penduduk.


"Entahlah kak, coba nanti kita tanyai mereka."


Hingga rombongan keenam pun kembali datang dan setelah berhasil menjawab pertanyaan dari Ken dan Sean, mereka melanjutkan ke pos berikutnya, tapi rombongan barusan baik-baik saja tanpa ada iring-iringan lalat.


Rombongan ketujuh kembali datang dan kondisi mereka hampir sama dengan rombongan kelima tadi. Hingga membuat sebuah pertanyaan besar menghinggapi Ken dan Sean.


.


.


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


__ADS_2