
Pernyataan cinta dari Ken seolah membuat Ve menjadi keki. Bagaimana tidak, ia sama sekali tak bisa berkata apapun saat ini. Terlebih ini pertama kalinya ia di tembak cowok.
Suasana yang makin tidak nyaman membuat Ken berinisiatif untuk mengajak Ve duduk diatas batang pohon sambil memandangi air terjun. Ken tersenyum, tapi hatinya tak kalah grogi untuk saat ini. Ini juga pertama kalinya ia menyatakan cinta pada seorang gadis.
Keheningan di sana membuat kedua remaja tadi sama-sama tidak nyaman. Hingga keduanya saling menatap satu sama lain dan jawaban dari Ve meluncur sudah.
"Maaf ...." cicit Ve.
Ken menoleh memandang lekat wajah gadis disampingnya itu. Tatapan dari Ken membuat detak jantung Ve semakin tidak karuan.
"A-aku ...."
Menunggu sebuah kata "iya" sudah seperti menunggu sidang kelulusan saat sekolah. Rasanya nano-nano tidak karuan. Tapi akhirnya, penantian Ken berbuah manis. Tak bisa mengucapkan apapun, akhirnya Ve hanya menjawab lewat anggukan kepala.
"Really, so from now on we're dating right?"
"Yes."
Sebuah jawaban singkat, padat dan jelas, tapi mampu membuat Ken bahagia. Cinta pertamanya tidak bertepuk sebelah tangan.
Ken pun melompat-lompat senang, tapi sayang, kakinya tergelincir hingga ia terjatuh ke dalam kubangan air di bawah air terjun itu.
"Aaawwhhh ..." teriakan Ken saat ia terjatuh.
"Kak Kenzoooo ..." teriak Ve tak kalah panik.
Melihat pujaan hatinya terjun ke bawah, Ve membuang kotak makanannya dan ikut masuk terjun untuk mengejar tubuh Kenzo yang sudah masuk ke dalam kubangan air tersebut.
__ADS_1
Jarak tebing itu ke dasar air terjun lumayan tinggi, membuat kedua remaja tadi langsung di telan derasnya air terjun yang turun. Hantaman tubuhnya saat bertemu air membuat punggung Ken sedikit sakit. Belum lagi ia melihat Ve yang ikut menyusulnya saat jatuh tadi, membuat Ken lebih mengkhawatirkan keadaan Ve ketimbang dirinya.
Ken ingat kalau Ve tidak bisa berenang, tapi kedatangan Ve mampu membuat Ken semakin yakin jika Ve mencintainya. Setelah berhasil mengangkat tubuh Ve ke permukaan, Ken ikut pingsan bersama Ve. Kedua remaja tadi terkapar di pinggir kubangan air tersebut.
.
.
Di tempat lain, perasaan Al sangatlah tidak nyaman. Ia terlihat bolak-balik di depan tenda panitia. Sesekali ia melihat arloji yang menempel di salah satu tangannya.
"Kenapa tidak nyaman seperti ini?" gumam Al.
Sean yang notabene adalah anak indigo bisa merasakan jika Ken dan Ve sedang dalam masalah. Ia pun meletakkan nasi kotaknya dan hendak menyusul Ken dan Ve. Karena terburu-buru, Sean menabrak tubuh Al.
"Sorry," seru Sean.
"Aku merasa jika Ken dan Ve sedang dalam masalah."
"Apa!" Al menjadi ikut panik.
"Iya, firasatku mereka sedang dalam masalah."
"Oke, kalau begitu aku ikut."
Dion yang sedang asyik menyantap makan siangnya melihat jika Sean pergi meninggalkan area camping bersama Al. Karena rasa curiga, secara diam-diam, Dion mengikuti mereka.
Sepanjang perjalanan, terlihat sekali jika mereka sama-sama khawatir. Jalan yang dilewati mereka lumayan bagus, hanya saja saat mereka hampir sampai, ada salah satu penduduk yang berpapasan dengan mereka.
__ADS_1
"Kalian mau kemana?" tanya lelaki berpakaian petani itu pada Sean dan Ken.
Saat bertemu dengan orang itu Sean merasa ada hal yang tidak beres. Maka ia pun menahan Al yang hendak mendekati orang itu.
"Maaf Kek, Kami sedang mencari teman kami yang hilang, mungkin mereka ada di depan sana," ucap Sean berbasa basi.
Kakek tua itu tersenyum, lalu mulai mengatakan sesuatu pada mereka.
"Teman kalian ada di depan sana, tapi jika kalian menemukan hal yang tidak beres, jangan lupa membaca doa-doa sepanjang perjalanan mereka."
"Baik, Kek. Terima kasih."
Kakek tersebut hanya tersenyum. Lalu segera melanjutkan langkah kakinya. Perasaan Sean mulai tidak nyaman, lalu ia pun mempercepat langkah kakinya menjadi setengah berlari. Melihat Sean meninggalkannya, Al segera mengejar Sean.
Ketika sampai di bibir tebing, mata Sean membola saat melihat dasar air terjun itu. Terlihat dengan jelas ada dua buah anak muda yang pingsan dan memakai seragam pramuka.
"Gawat! mereka ada di bawah sana!" teriak Sean.
"Bagaimana ini?"
"Segera cari bantuan untuk mengevakuasi mereka!"
.
.
Sambil menunggu novel ini up, jangan lupa mampir di karya teman literasi Fany ya dengan Judul "Cinta Kecilnya Mas"
__ADS_1