MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
MAUNYA KAMU


__ADS_3

Maafkan othor yang sedang sakit ini ya, karena ceritanya sempat stuck beberapa eps. Padahal uda ada idenya tapi lagi nulis setengah udah tepar othornya, maaf baru bisa up sekarang 🙏


Happy reading all😘


.


.


Karena sore hari ada kegiatan ekstra kurikuler, maka sedari pagi anak-anak sudah memakai astribut seragam pramuka lengkap. Sesuai rencana, mereka akan melakukan gladi kotor buat latihan sebelum camping.


Sebenarnya cuma latihan mendirikan tenda sama pembagian tugas aja. Tapi entah kenapa, Al meragukan para siswa kelas satu tentang keterampilan mendirikan tenda. Apalagi mereka termasuk golongan anak manja, jadi wajar saja jika Al meragukan kemampuan mereka.


"Yakin lo, mau masukin Ve ke dalam panitia?" tanya salah satu tim Bantara pada Dion.


Sedangkan Dion masih duduk diam di kursi kebesarannya sambil mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya.


"Yakin, kenapa enggak?" ucap Dion sambil memandang anggota lainnya.


"Trus kenapa?" tanya Dion balik.


"Ya, nggak apa-apa juga sih, cuman nih ya, selama ini jarang banget ada cewek masuk ke dalam anggota bantara, jadi wajar dong aku meragukan kemampuan Ve."


"Gue jamin lo bakal terkesima dengan aksi dia nanti, percaya deh sama gue."


"Hm, oke deh."


Setelah lama berdebat dengan anggota Bantara tersebut. Maka Dion segera mencari Ve. Ia harus mengatakan hal ini secepatnya.


Dari kejauhan terlihat Ve sedang menuju perpustakaan sambil membawa tumpukan buku. Sepertinya ia akan mengembalikan buku-buku tersebut pada perpustakaan siang itu.


Saat hendak berlari, Dion mencegahnya. Ve menoleh ke arah Dion.


"Buru-buru, Ndut, jangan ganggu napa!"


"Gue bantuin."


Dengan cepat, Dion merebut buku-buku tebal yang dibawa Ve ke perpus.


"Makasih, Gendut," ucap Ve sambil mencibir.


"Masama."


Meski Ve dan Dion tak bisa sedekat dulu, tapi Dion bersyukur Ve tak membencinya sejak kejadian di malam dia ngajak balapan liar kapan hari.


Sesampainya di perpus.

__ADS_1


"Siang, Bu."


"Siang Nak ganteng, eh ada Ve."


Ve meringis ke arah Bu Guru. Lalu menyodorkan buku-buku itu.


"Oke, jumlah bukunya genap. Makasih Ve, Sayang."


Guru penjaga perpustakaan tersenyum sambil membetulkan kaca matanya. Setelah itu mereka permisi.


"Ikut gue ke kantin yuk!" ajak Dion.


"Bentar, ambil tas dulu di kelas."


"Gue temenin."


Di perjalanan menuju kelas, Dion banyak bertanya pada Ve tentang hobinya dulu, masih sama atau tidak.


"Ve, masih suka hiking, nggak?"


"Dikit, soalnya udah sering bantuin Nenek, jadi jarang keluar."


"Owh, tapi masih suka kegiatan alam, 'kan?"


"Masih lah, gue rindu tau, jalan-jalan di desa gitu, atau sekedar naik gunung, tapi semua tinggal mimpi."


"Iya sih, nggak tau deh, pikir nanti aja."


Saat Ve hendak berlalu, Dion kembali memegang tangannya.


"Bantuin gue buat handle anak-anak di Bantara sekolah dong."


"Ha, tapi aku nggak bisa, lagipula aku nggak dekat sama mereka."


"Kan ada aku, di sana, nanti kita bareng-bareng belajar di sana."


"Hm, aku pikir-pikir dulu ya, nggak urgent, 'kan?"


"Enggak kok, ya udah aku balik ya, kalau kamu bersedia tinggal cari aku di markas anggota Bantara."


"Hm, oke."


Dalam hati Dion berdoa agar Ve mau bergabung dengannya di organisasi itu. Semoga saja, jalan untuk mendekati Ve semakin terbuka setelah ini.


Melihat Dion hendak kembali ke markas, Leo salah satu anggota Bantara menegur Dion.

__ADS_1


"Gimana?"


"Dia bilang mau mikir-mikir dulu, tapi gue yakin dia pasti mau bareng gue, coz dia sangat mencintai alam."


"Tapi Bro, yang namanya mikir dulu itu pasti ada sesuatu hal yang ingin ia hindari, atau kurang yakin kalau yang ngajak gabung di Bantara itu elu, lain lagi ceritanya kalau aku yang ngajak."


"Cih, buktikan kemampuan elu kalau begitu."


"Ogah, dari pada bantuin elu, mending gue fokus sama tugas gue. Yang penting gue ikhlas ngerjainnya."


"Iya bapak Leon yang terhormat. Lama-lama ngobrol sama kamu bikin darah gue turun."


"Somplak, jadi tinggi dudul."


"Serah lu deh, yang penting lu seneng."


🍃Di sebuah cafe.


"Yakin lu Sal, mau gabung di Bantara?" tanya Rere teman klop Salsa.


"Setengah hati aja sih," jawab Salsa santai.


"Emang rada nih orang ya?"


"Ngobrol-ngobrol, gimana hubungan elu sama Al?'


"Begitu aja, nggak ada perubahan."


"Ya dah, ikhlasin aja lah say."


"Gue, lu suruh ikhlas, nggak mungkin!"


"Hm, serah lu lah, kalau lu nggak bisa nakhlukin Al, taruhan itu gue yang menang."


"Dih, jangan harap."


"Buktikan dulu baru ngomong. Dah ah, gue cabut, gue ada janji kencan sama Roni."


"Hati-hati, ingat pesan Nyokap Bokap lu, jangan kebablasan."


"Nggak usah lu ingetin, gue juga dah ingat."


.


.

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2