MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
MEMBUAT ULAH LAGI


__ADS_3

Happy reading all😘


.


.


Setelah Ve menyetujui hal itu, dengan cepat ke empat remaja tadi meninggalkan area cafe. Karena hari ini Ve masih ada urusan dengan Dion, maka secara otomatis Ve pulang bareng sama Dion.


Beberapa saat kemudian.


"Thank's ya, udah nganterin aku pulang," ucap Ve sambil tersenyum.


"Sama-sama, gue langsung cabut ya!"


"Oke, see you," ucap Ve sambil melambaikan tangannya.


Sementara itu, Nenek Safa melihat hal itu dari dalam rumah. Beliau tersenyum senang karena perlahan, trauma di dalam diri Ve sudah sembuh.


"Alhamdulillah, setidaknya semua bisa teratasi dengan baik. Semoga kamu bisa bahagia sayang," doa nenek dari balik pintu.


Melihat Ve hendak masuk ke dalam rumah, nenek menyambutnya. Ve berlari senang karena orang yang ia cintai sudah menunggunya di sana.


"Assalamu'alaikum, nenek ...."


"Wa'alaikumsalam," ucap nenek.


Lalu sesaat kemudian Ve sudah berhambur untuk memeluk Ve.


🍃


Keesokan harinya, nenek kaget karena cucunya belum bangun, padahal jarum jam sudah hampir menunjukkan jam tujuh pagi.


"Kenapa lagi anak ini?" ucap nenek dari luar kamar.


"Raayyyyyaaaaaa ...."


"Oh, My Good," ucap Ve yang baru saja bangun.


Dengan tergesa dan rambut masih acak-acakan Ve mendekati neneknya.


"Kenapa, Nek?" tanya Ve polos.


"Kenapa kamu bilang? Ini udah hampir jam tujuh kenapa kamu belum bersiap-siap?"

__ADS_1


"Oh, sebentar Nenekku sayang."


Ve lalu berbalik dan mengambil sebuah surat lalu ia berikan pada neneknya. Dahi nenek berkerut ketika melihat surat tersebut.


"Apa ini?"


"Hoam, dibuka aja, Nek!" ucap Ve sambil menguap.


Nenek kemudian duduk di sebuah kursi yang berada tepat di kamar Ve. Ia membuka dan membaca surat itu.


Lalu ia pun menoleh pada Ve, "Apa yang sudah kamu lakukan sampai kamu kena hukuman seperti ini?" tanya nenek lembut.


Ve kaget karena ekspresi sang nenek jauh di luar dugaannya. Ve yang masih kaget segera mendekati nenek.


"Maafin Ve, Nek. Jadi ceritanya begini ...."


Setelah mendengar duduk perkaranya nenek hanya bisa menghela nafasnya, ternyata sikap Ve sama persis dengan sikap mendiang putranya yang sudah meninggal. Hanya saja Ve berfisik wanita.


"Ya, sudah kalau begitu selama tiga hari ini kamu membantu nenek saja."


"Baik, Nek. Sayang nenek ...." ucap Ve sambil memeluk tubuh neneknya.


Inilah salah satu sikap yang Ve sukai dari neneknya. Ia selalu bersikap bijaksana dan tak pernah mengambil keputusan tanpa menyelidikinya terlebih dahulu.


.


.


Salsa hanya melihatnya dari kejauhan, sedangkan beberapa preman tadi langsung mengobrak-abrik kedai rujak milik nenek Ve.


"Apa-apaan ini?" ucap Ve yang tak terima karena kedai rujak milik neneknya dihancurkan oleh beberapa preman tadi.


Melihat Ve muncul, Salsa memberi kode pada preman tadi untuk menghajar Ve. Untung saja Ve sudah berlatih ilmu bela diri, sehingga dengan mudah ia melumpuhkan para preman tadi.


Nenek Safa yang melihat cucunya hampir terancam lalu mengambil sebuah balok kayu lalu menghantamkan pada tubuh salah satu preman hingga ia jatuh tersungkur.


"BUGH!"


"Dasar, Nenek si-alan," maki preman yang terkena pukulan nenek tadi.


Saat hendak menyerang nenek, Ve dengan cepat menendang punggung sang preman. Lalu perkelahian mereka kembali berlangsung dengan sengit.


Hingga sesaat kemudian terdengar sirine dari mobil polisi, tentu saja hal itu membuat mereka kalang kabut, begitu pula dengan Salsa yang langsung cabut dari tempat itu.

__ADS_1


Setelah misinya berhasil, Dion segera menghampiri Ve.


"Kamu nggak apa-apa, Ve?" tanya Dion sambil mengusap sudut bibir Ve yang berdarah.


Ve menggeleng, lalu Ve berbalik dan memeluk neneknya.


"Nenek enggak apa-apa, 'kan?"


"Nggak apa-apa, loh, dimana polisinya? Sepertinya tadi ada suara sirine?" tanya nenek penasaran.


Dion terkekeh, "Maaf, Nek. Itu tadi suara dari motor saya yang kebetulan saya parkir di sana."


Lalu Dion menunjukkan motornya yang agak keliatan dari rumah Ve.


"Ya, ampun, Kak Dion, bisa aja!"


"Tapi terima kasih ya, Kak."


"Sama-sama."


Dion memandang kedai milik nenek Ve yang sempat rusak karena ulah preman barusan. Kini ia pun mulai membantu merapikan tempat itu.


"Kurang aja* banget sih, gadis itu emang agak gila kali ya!"


"Enggak tau tuh, emang dia selalu sirik sama gue."


"Jangan-jangan, itu tadi gadis yang bikin kamu kena skorsing ya?" tanya nenek tiba-tiba.


"I-iya, Nek."


"Tenang Nek, setelah ini, biarkan saya yang jagain Ve," ucap Dion mantap.


"Memangnya kamu siapa? Kok mau jagain cucu semata wayang saya?"


"Glek, mati-lah kau!" bagin Dion.


Sedangkan Ve, hanya terkekeh karena ulah Dion barusan.


.


.


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


__ADS_2