MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
Bab 96. DIFITNAH


__ADS_3

Hari ini, Ve masih berada di ruang Dion. Tetapi sepulang sekolah Ve berencana untuk mengambil beberapa pakaiannya di rumah yang baru.


🍂Di sekolah


"Kenapa anak-anak pada rame, ya?"


"Iya, lah, namanya aja anak muda, suka kepo sama berita terbaru."


"Untung aja kita cuma mau mengembalikan buku, jadi nggak bakal lama-lama berada di sekolah."


"Iya."


Tiba-tiba, ada salah satu anak berbalik. "Itu, 'kan, Veeya si anak haram."


Pandangan anak-anak segera beralih ke arah Ve dan Dion. Tatapan mereka sama sekali tak menunjukkan keramah-tamahan, melainkan sebuah kebencian.


Deg.


"Anak Haram? Siapa yang kamu maksud anak haram?" ucap Dion tidak percaya.


Hati Ve tiba-tiba memanas. Ada rasa kecewa, sakit bercampur aduk saat itu. Beruntung ada Dion yang berada disisinya saat itu.


Dion membisikkan sesuatu, "Ayo kita pulang."


"Ayo."


Dion dan Ve sama-sama berbalik dan ingin segera meninggalkan area sekolah. Sayang, Salsa sudah berdiri menghadang mereka. Dengan berkacak pinggang Salsa sudah berdiri dengan gayanya.

__ADS_1


"Mau pergi kemana, Sayang."


Tatapan menyeringai tampak mengintimidasi Ve saat itu. Entah ini bagian dari rencana Salsa atau memang ia sengaja berbuat hal seperti itu agar ia bisa menjatuhkan Ve.


Sudah terlalu lama ia terdiam dan puasa untuk tidak membully Ve. Tetapi tidak dengan saat ini. Salsa sudah bersiap untuk benar-benar menyerang Ve. Lagi pula tidak ada Al maupun Kenzo saat ini.


"Huft, dasar gadis tidak tahu attitude. Kamu tau ini masih berada di area sekolah, bisa-bisanya kamu membuat hal konyol seperti ini."


Salsa menatap heran dengan Dion, yang kini telah berubah dan menjadi teman Ve.


"Kamu siapa? Cecunguknya yang baru, 'kah? Jangan mau dibodohi atau berteman dengan anak haram ini, biar nanti kamu nggak tertular bau busuknya!"


Geram dengan segala tingkah Salsa, Ve maju dan langsung menarik paksa ikatan rambut Salsa hingga membuat sang empunya kesakitan. Tetapi mulutnya tetap tidak mau berucap hal yang baik.


"Le-Lepaskan! Dasar anak haram, sakit tahu!" teriak Salsa.


"Apalagi aku punya Kartu As-mu, Salsa!" gertak Ve.


Bukannya takut, Salsa juga tidak mau kalah saat ini, hingga membuat Dion naik pitam. Dion maju ke arah Salsa dan mencoba melerai keduanya. Sayang, Salsa telah memanggil guru sehingga saat Dion hendak menyerang Salsa sudah tidak keburu karena mereka sudah meneriaki namanya.


"Dion, Salsa, Veeya berhenti!" Teriak salah satu guru Bimbingan Konseling.


Sontak Ve melepas tarikan tangannya dari rambut Salsa. Tampak sekali Salsa kesakitan dan bahkan beberapa helai rambutnya rontok di tangan Ve.


"Gila, nih cewek makannya apa, sih. Kuat banget."


"Kalian bertiga ikut ibu ke ruang BK saat ini!"

__ADS_1


"Ba-baik, Bu."


Para siswa yang tadinya turut merendahkan Ve seketika kicep. Mereka tidak berani terlihat garang sama seperti di depan para guru saat ini. Sehingga mereka hanya bisa menatap dan terdiam.


🍂Ruang BK


"Jelaskan pada Ibu, siapa yang memulai keributan ini!"


Salsa menatap tajam Ve. "Veeya yang memulai, Bu."


"Bu-bukan Veeya, Bu. Melainkan Salsa yang memulainya terlebih dahulu. Bahkan dia mengatakan jika saya anak haram dan menghasut para siswa lain untuk membenci saya."


"Ti-tidak benar itu, Bu. Lihat saja, penampilan saya yang berubah jadi rusuh akibat Ve, jadi, mana mungkin saya yang memulai semuanya."


Salsa tak mau tinggal diam, begitu pula Ve yang sudah jengah ditindas melulu dari pertama kali sekolah. Entah kenapa kasus mereka berdua beberapa bulan yang lalu ditutup tanpa persetujuan dari kedua belah pihak, terutama Ve.


"Dion, apa yang kamu lalukan?"


"Saya, saya menunggu dikasih pertanyaan baru saya jawab, Bu."


"Dasar."


Sementara itu, kedua siswi tersebut tidak ada yang mau mengalah.


"Karena tidak ada yang menjawab secara terperinci, besok pagi, kedua orang tua kalian akan saya panggil ke sekolah."


Sontak ketiga mata remaja di depannya ini menatap aneh pada guru BK tersebut. Mereka tak menyangka jika harus berujung seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2