MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
BAB 62. SEBUAH KEJUJURAN


__ADS_3

🍃FLASH BACK ON


“Lo gila, benar-benar gila, kenapa harus sekarang?” tanya Al pada Sean yang bermaksud mau menjalankan rencana ini pada Ve dan Ken.


Sean menunduk, tapi dia mempunyai sebuah alasan yang tepat untuk melakukan hal ini. Al yang memang sudah terbawa emosi mencengkeram leher Sean dengan erat.


“Oke, gue beri Lo satu kesempatan, hanya satu kesempatan, dan jika Lo sia-siakan hal ini, maka gue pastikan nasib bisnis keluarga Lo bakal berada di tangan gue, camkan itu!”


Sean menatap tak percaya ke arah Al. Ia tak menyangka jika perasaan Al sedalam ini pada Ve.


“Ok, fix, aku terima konsekuensinya.”


Setelah perdebatan panjang itu, Al harus menjalankan misi untuk membantu memulihkan ingatan Ve dan Ken secara bersamaan. Ia sangat paham tentang resiko ini, tapi ia juga tidak boleh egois. Lagi pula, sikapnya selama ini terlalu jahat memanfaatkan sakitnya Ve untuk lebih dekat dengannya. Sesakit apa pun hasilnya nanti, Al harus berlapang dada.


🍃FLASH BACK OFF


Melihat Ve yang tidak nyaman dengan pesta di rumah Ken, Al sengaja mengajaknya pergi ke taman belakang. Di pinggi kolam renang itu mereka berdua berada saat ini. Al memandang jauh ke dalam kolam, sedangkan Ve terlihat menikmati suasana di tempat ini.


“Gimana, udah lebih baikan belum?” tanya Al yang menoleh ke arah Ve.


“Lumayan, Kak. Setidaknya tidak seberisik di dalam tadi.”


“Maaf ya, udah maksa kamu buat datang ke sini.”


“Iya, nggak apa-apa.”


“Tapi, kenapa sepertinya Kak Ken tidak menyukai kehadiranku ya, apa sebaiknya aku pulang saja.”


“Eh, nggak boleh gitu, nggak sopan tau.”


“Hehehe, ya maaf, abis kan aku nggak pernah datang ke pesta, jadi nggak tau kebiasaannya.”


“Santai, ada aku di sini kok, Ve.”


“Iya.”


“Kalau kamu nggak nyaman sama gaunnya, pakai jas punyaku mau?”

__ADS_1


“Enggak usah, kakak udah ganteng gitu, masa iya, jasnya dipinjamkan ke aku, enggak apa-apa kok, aku dah nyaman.”


Lagi asyik-asyiknya mengobrol, tiba-tiba Sean datang menghampiri mereka.


“Ya ampun, dicariin kemana-mana, nyatanya kalian malah berduaan di sini!”


Al dan Ve menoleh, mencari siapa yang menyapa mereka berdua.


“Sorry, Bro. Ve nggak nyaman di dalam, makanya aku ajak ke sini.”


“Oh gitu, nggak apa-apa, cuma kalian berdua dicari Kak Ken di dalam."


“Oke, kita masuk.”


Al segera mengajak Ve untuk mengikuti langkah Sean ke dalam rumah. Tetapi bukannya ke tempat acara, mereka malah diajak ke lantai dua.


“Sean, kenapa kita naik, bukankah pestanya di bawah?” tanya Ve saat menaiki tangga.


“Iya, ini permintaan Kak Ken, ada hal yang penting ingin ia bicarakan sama kalian.”


“Oh ....”


Benar saja, di lantai dua lebih tepatnya di sebuah ruang keluarga ada Ken yang duduk di sana. Tatapan elang ia tujukan pada Ve dan Al yang baru saja sampai. Wajah dingin dari Ken membuat Ve sedikit ragu untuk terus berada di ruangan itu.


“Hei ... kenapa tegang? Duduk aja lagi,” ucap Sean yang menyadari jika langkah Al dan Ve sempat terhenti saat itu.


“Hai Al, hai Ve ... duduk aja lagi,” sapa Ken mencoba ramah.


Melihat Ken menyambut mereka, setelah saling memandang Al dan Ve segera duduk di sudut sofa.


“Sorry ya, mungkin permintaan dari Sean membuat kalian bertanya-tanya.”


“Sebelum aku berangkat aku cuma mau bilang sama Al sesuatu.”


Ken tampak menjeda kalimatnya dan kemudian ia mengeluarkan sebuah amplop berwarna cokelat dan melemparnya ke atas meja.


“Aku yakin, sebelum ini kita berempat sahabat, tapi mungkin setelah amplop ini keluar semuanya berbeda.”

__ADS_1


Ketiga orang di hadapan Ken terdiam. Terlebih dengan Ve, ia juga pernah melihat amplop dengan tulisan yang serupa degan milik Ken saat ini. Nama instalasinya pun sama, yang membedakan hanyalah nama pasien yang ada di depan mereka.


Sementara itu, Al dan Sean terkejut akan hal ini. Mereka tak menyangka jika Ken mengetahui hal ini secepatnya.


“Kenapa diam? Apa kalian bertiga benar-benar tidak tahu akan hal ini?”


“A-aku pernah menemukan amplop yang serupa dengan milikmu Kak. Hanya saja saat aku hampir menyentuhnya, nenek merebutnya dariku.”


“Apa kau juga memiliki amplop dengan nama instalasi yang sama denganku?” tanya Ken.


“Iya.”


“Oke, aku saja yang menjelaskan semuanya.”


Kali ini Al mulai membuang egonya dan mencoba menjelaskan apa yang terjadi pada mereka berdua.


“Jadi, begini ... beberapa saat yang lalu, sekolah kita mengadakan camping.”


"Saat itu, entah bagimana mulanya ketika aku menemukan kalian berdua, kondisi kalian sudah dalam keadaan penuh luka."


"Maksud kamu?" tanya Ken penasaran.


"Jangan menyela perkataan dariku saat ini!" minta Al pada Ken.


"Oke, lanjutkan ceritamu!"


Setelah menghela nafas untuk sesaat, Al segera melanjutkan perkataannya.


"Kalian berdua, kamu dan Ve aku temukan dalam keadaan pingsan dan penuh luka di bawah dekat air terjun. Karena aku tidak bisa menolong kalian dan medannya tidak memungkinkan, aku menlpon rumah sakit."


"Lalu beberapa saaat kemudian, mereka datang dan membawa kalian berdua ke Rumah Sakit. Dari hasil pemriksaan dokter, kalian berdua dinyatakan hilang ingatan."


"A-apa!" teriak mereka berdua.


.


.

__ADS_1


... 🌹Bersambung🌹...


 


__ADS_2