MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
Bab 113. DENDAM


__ADS_3

Acara pengajian dan juga serangkaian kegiatan yang dilakukan di kediaman Salsa sudah selesai. Kini mereka tinggal membersihkan sisa-sisa makanan dan sampah yang tertinggal di atas karpet dan menemui semua anggota keluarga yang tertinggal di sana.


"Ve, terima kasih untuk kedatangan kamu saat ni," ucap Mama Salsa dengan tersenyum.


"Sama-sama, tante. Maaf kami harus pulang."


"Iya hati-hati."


Ve tersenyum dan melangkah pergi. Begitu pula dengan Al yang masih berada di sisinya. Setelah berpamitan dan bersalaman dengan anggota keluarga Salsa, mereka segera menaiki mobil dan melaju pergi dari sana. Sementara Mama Salsa masih harus mengurus yang lainnya.


Semua orang pernah disakiti dan menyakiti orang lain. Begitu pula dengan yang dirasakan oleh ibunya Salsa. Mungkin hal itulah yang selama ini mempengaruhi jiwa dan batinnya sehingga tanpa ia sadari sifat itu menurun pada Salsa.


Salsa kecil tumbuh dengan jiwa yang penuh ambisi. Apa yang tidak bisa ia dapatkan harus ia dapatkan meski menggunakan cara yang tidak tepat. Di saat ia melakukan kesalahan, ibunya sama sekali tidak pernah menegur. Yang terpenting adalah Salsa tidak pernah mengeluh.


Sikap manusia terkadang sulit untuk berdamai dengan emosi yang berkecamuk di dada, mencoba memaafkan mereka pun nyatanya sangat sulit. Pada akhirnya, kemarahan yang selama ini terpendam membuat hati kita menyimpan dendam.


Mungkin hal itulah yang dirasakan oleh Ibu Salsa. Jika putrinya tidak bisa bahagia, maka Ve pun tidak akan bisa bahagia. Saat sedang asyik melamun, ternyata anggota keluarga yang lainnya menegur, sehingga mau tak mau ia trus memperlihatkan topeng palsunya itu.


"Ve setelah ini apa rencana kamu? Bukankah Tuan Aiden memintamu untuk ikut tinggal bersamanya?"


"Iya, Papa ngajakin aku buat tinggal bersama, tetapi rasanya tidak etis jika aku tinggal satu rumah dengan Ken dan tante Lisa. Lebih baik aku tinggal di rumah lama."

__ADS_1


"Status yang baru tidak akan bisa membuatmu tinggal nyaman di rumah lama. Sebaiknya kamu tinggal di rumah yang baru dibelikan Ken."


"Begitu kah?"


"Atau kamu mau tinggal serumah denganku?"


"Wkwkwk, nggak mau kamu kan mesum."


"Kata siapa, aku aja lom pernah cium kamu, juga nggak pernah sentuh-sentuh."


"Iya emang nggak pernah, tapi pikiran kamu pasti akan berubah jadi mesum ketika kita tinggal berdua."


"Kok bisa?"


"Jadi kamu pengen segera menikah denganku?"


"Ha-ah, kata siapa?"


"Barusan kamu mengatakannya?"


"Pede, kan aku bicara sesuai logika."

__ADS_1


"Nggak semua yang kita pikirkan itu sesuai logika Veeya."


"Karena terkadang rencana seseorang itu bisa berubah menurut waktu. So, kita nggak tau bagaimana takdir kita di depan nanti."


"Oke lah kalau begitu."


"Sebelum ujian semester rencananya keluargaku mau melamar kamu, itu pun jika kamu nggak keberatan."


"Ma-maksudnya?"


"Aku nggak mau kehilangan kamu, sayang."


"Hm, tukang gombal mulai lagi deh."


"Tapi kamu suka, kan?"


"Suka, cuma aku takut jika suatu saat apa yang kamu harapkan dariku ternyata tidak bisa kamu dapatkan."


"Kamu ngomong apaan sih, nggak jelas banget. Dah ah jangan mikir jelek mulu, nanti kamu ngedrop lagi."


"Makasih ya Al, selama ini kamu selalu ada untukku, aku nggak tau lagi jika kamu nggak ada disisiku lagi."

__ADS_1


Al menggenggam tangan Ve, "Aku akan selalu berusaha untuk tetap bersamamu kapan pun kamu mau."


__ADS_2